Kisah

Kisah-Kisah Pesepakbola yang Mencapai Level Teratas Sejak Usia Muda

Jadon Malik Sancho mencuri panggung. Di usia yang masih 18 tahun, ia mampu tampil apik bersama Borussia Dortmund dan kini tercatat sebagai pesepakbola dengan catatan asis tertinggi (9) di antara para pemain lain di lima liga top Eropa. Hebatnya, catatan asis itu hampir semua ditorehkan saat ia masuk sebagai pemain pengganti dan saat Dortmund berada pada kondisi buntu.

We are part of The Trust Project What is it?

Asis pertama ia berikan pada gol kemenangan yang dicetak Marco Reus saat menghadapi Greuther Furth di ajang DFB Pokal. Satu asis lagi ia torehkan saat melawan RB Leipzig, dua asis saat mengalahkan Eintrach Frankfurt, satu asis kala menghajar Nurnberg, dan empat sisanya di laga melawan Bayer Leverkusen, AS Monaco, serta Augsburg.

Para pemain Dortmund kemudian memberi pujian tinggi terhadap performa ciamiknya. Bahkan kapten Dortmund, Marco Reus, menyebutnya sebagai senjata tim. “Ketika lawan sedikit lengah dan Jadon masuk, maka dia akan menjadi senjata bagi kami. Kami senang memiliki dia dalam tim dan dia selalu memberi dorongan bagi kami semua,” kata Reus.

Performa ciamik Sancho juga sampai ke tanah Inggris, negara tempatnya berasal. Media-media di sana mulai menyandingkannya dengan banyak pesepakbola top. Sejumlah tokoh sepakbola menyanjung namanya. Selain itu, baru-baru ini ia juga telah mendapat kesempatan membela tim nasional Inggris untuk pertama kalinya.

“Aku terkejut bisa dipanggil, karena aku masih muda. Tapi aku harus belajar di sini. Aku bersyukur pelatih melihat progresku di Bundesliga,” kata Sancho.

Melihat apa yang sudah Sancho capai sejauh ini, segalanya memang tampak baik dan sangat lancar. Seakan tak ada kendala, seakan tak ada masalah. Namun, perjalanannya meraih apa yang sudah ia capai sekarang itu tidaklah mudah.

Rashford Sancho Trent

Di usia yang masih sangat muda (usianya 17 tahun saat itu), ia mesti menuju Jerman yang artinya meninggalkan segala bentuk kenyamanan yang ditawarkan tanah kelahiran, teman, hingga keluarga. Ia juga sempat menolak menandatangani kontrak yang diajukan Manchester City, tempatnya menimba ilmu, lantaran tak ingin hanya dijadikan cadangan atau sebatas dipinjamkan ke tim-tim lain.

Dari sini kemudian terlihat bahwa Sancho punya tekad kuat untuk melakukan semua itu, untuk membuat suatu pengorbanan, apalagi di usianya yang masih sangat muda. Dan kini, ia menuai hasilnya.

Pages