Kisah

Kisah Luar Biasa Naby Keita: Pemuda yang Ditolak Lorient dan Kini Menjadi Salah Satu Bintang Liverpool

We are part of The Trust Project What is it?

DAMPAK INSTAN

Ini persis seperti yang dilakukan manajer Ralph Hasenhuttl di RB Leipzig, setelah Keita 'dipromosikan' ke klub terbesar Red Bull pada tahun 2016. Awalnya, dia tidak diberi jatah untuk menjadi starter, tetapi gelandang itu memasuki lapangan sebagai pemain pengganti debutnya melawan Borussia Dortmund - dan segera mencetak gol kemenangan.

Leipzig adalah tim yang sangat taktis di bawah Hasenhuttl, tetapi menemukan peran yang tepat untuk Keita adalah suatu hal yang tidak mungkin. Dia adalah salah satu pemain terbaik di Bundesliga untuk urusan menggiring bola dan mlakukan tekel. "Dia melakukan hal-hal gila dengan bola di kakinya," kata Hasenhuttl, tetapi beberapa akan berpendapat bahwa Keita bahkan lebih efektif tanpa bola. Itu sebabnya hampir setiap klub top sempat dikaitkan dengan pemain yang mendadak jadi superstar ini.

Liverpool harusnya senang karena Keita memilih klub ini, karena dia memilih ruang gantinya. Dia memilih Anfield karena sejumlah alasan. Pertama, gaya Jurgen Klopp paling cocok untuknya, dan dia bisa yakin bahwa dia tidak akan dibatasi dengan apa yang diizinkan untuk dilakukannya di lapangan. Kedua, ayahnya adalah penggemar berat Liverpool. Ketiga, Mane tetap menjadi mitra bermain favoritnya - mereka menyebut satu sama lain sebagai "saudara".

Sekarang, dia bisa menaklukkan Premier League. Di satu sisi, Keita masih sosok yang rendah hati, mengingat kesulitan-kesulitan yang dihadapinya di awal karier. Di sisi lain, dia tidak kenal rasa takut dan sangat ambisius. Mengambil nomor delapan, nomor yang dulunya dimiliki Steven Gerrard, menunjukkan bahwa dia tidak takut dibandingkan dengan seorang legenda. Itulah jenis sikap yang dibutuhkan Liverpool. Mereka masih mencintai para pesepakbola jalanan di Anfield.

Temukan feature baru setiap harinya di FourFourTwo.com