Klub Mana yang Paling Diuntungkan Penangguhan Aturan Pemain U-23 di Liga 1 2017?

Dengan ditangguhkannya regulasi pemain U-23 di Liga 1 Indonesia 2017, tim mana saja yang mendapatkan keuntungan terbesar?

Terhitung sejak tahun 1994 lalu, Liga Indonesia sudah berlangsung selama 23 tahun. Dalam kurun waktu tersebut banyak peristiwa bersejarah yang  terjadi di dunia. Pada tahun 1998 Soeharto, presiden terlama di Indonesia, turun tahta. Satu tahun berselang, 19 negara Uni Eropa mulai memberlakukan mata uang baru, Euro. Dan pada tahun 2009 lalu, Barack Obama berhasil menjadi presiden pertama Amerika yang tidak berkulit putih.

Menariknya, meski dunia terus berevolusi untuk menjadi lebih baik, liga Indonesia ternyata tak pernah benar-benar berkembang dalam kurun waktu 23 tahun itu. Daripada berprestasi, Liga Indonesia ternyata lebih cocok untuk berkawan dengan masalah-masalah absurd.

Orang-orang pintar yang memanfaat kepintarannya untuk mengakali orang lain memang sangat berbahaya, tetapi orang-orang bodoh yang keras kepala dan tak mau belajar jelas lebih berbahaya. Dengan segala kepandirannya itu, mereka akan selalu melihat dengan kacamata kuda. Dan sayangnya, orang-orang semacam itu menjadi salah satu penyebab utama mengapa liga Indonesia hanya bisa jalan di tempat.

Baru-baru ini, setelah menerapkan regulasi mengejutkan di mana setiap tim yang berlaga di Liga 1, divisi tertinggi liga Indonesia, wajib menjadikan minimal tiga pemain U-23 sebagai starter di dalam setiap pertandingannya, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator Liga 1 kembali membuat kebijakan yang bisa membuat banyak orang mengernyitkan dahi. Dengan dalih bahwa skuat timnas U-22 yang akan berlaga SEA Games 2017 sudah terbentuk (kabarnya akan diumumkan pada tanggal 10 Juli 2017 nanti), regulasi mengenai pemain U-23 itu kemudian ditangguhkan – rencananya regulasi ini akan ditangguhkan hingga SEA Games 2017 nanti berakhir.

BACA JUGA Mengapa Penangguhan Aturan Pemain U-23 di Liga 1 2017 Sangat Buruk Bagi Sepakbola Indonesia

Sebelumnya, PT LIB memang menerapkan regulasi itu untuk menyaring pemain-pemain muda berbakat demi masa depan timnas. Namun yang kemudian menjadi masalah, perubahan regulasi ini terjadi di tengah jalan bahkan sebelum Liga 1 mencapai setengah musim kompetisi. Di awal kompetisi, para peserta Liga 1 sudah terlanjur membentuk tim yang sesuai dengan regulasi awal. Mereka tentu saja tak mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan regulasi yang di tengah di jalan.

PT LIB boleh berdalih bahwa penangguhan regulasi ini demi keadilan bagi klub-klub yang para pemain mudanya memperkuat tim nasional. Tetapi bukanlah sesuatu yang adil apabila keputusan tersebut dilakukan secara sepihak. Klub-klub yang sengaja menjejalkan banyak pemain muda di dalam skuatnya di mana mereka berpikir mampu bersaing dengan tim-tim lainnya karena regulasi, tentu saja akan mengalami kesulitan. Singkat kata, penangguhan regulasi ini hanya akan menguntungkan bagi tim-tim yang tidak menjadikan pemain muda sebagai prioritas utamanya, bukan?