Kisah

Koalisi Tronjal-Tronjol Maha Asyik Ala La Liga: Cerita Alaves dan Sevilla yang Tak Tahu Diri

Hiruk-pikuk kontestasi pemilihan presiden Indonesia tahun 2019 yang mempunyai dua pasangan calon (paslon) dari petahana dan satu lainnya dari penantang membuat banyak aspek kehidupan rakyat kita semakin keruh, terutama di sosial media. Namun secara mengejutkan, sosial media juga didatangi sebuah penyelamat dari semesta pikiran manusia yang penuh canda tawa; paslon ketiga capres fiktif menerangi sosial media Indonesia.

We are part of The Trust Project What is it?

Ia adalah pasangan presiden dan calon presiden fiktif, Nurhadi dan Aldo. Slogan #SmackqueenYaQueen (baca: semakin yakin) menjadi andalan timses paslon fiktif ini untuk bersenda gurau di sosial media. Bahkan, dalam beberapa wawancara di media, Bapak Nurhadi, yang sejatinya hanyalah tukang pijit, tahu betul bahwa Koalisi Tronjal-Tronjol Maha Asyik yang timsesnya buat adalah untuk mensterilkan permusuhan dua kubu paslon yang kerap kali berkampanye hitam di media massa.


Namun yang publik mungkin tidak sadar, fenomena yang mirip sebetulnya juga terjadi di La Liga Spanyol. Koalisi Tronjal-Tronjol Maha Asyik ala Nurhadi-Aldo membuat kami teringat pada Alaves dan Sevilla, yang tak tahu diri duduk di di empat besar klasemen La Liga 2018/19, setidaknya sampai saat tulisan ini dibuat.

Bayangkan saja, mereka bahkan mengangkangi Real Madrid yang amburadul sejak awal musim. Sevilla memang bukan nama asing di tiga besar teratas, namun penampilan mereka patut menuai pujian. Layaknya paslon Nurhadi-Aldo yang ikut berkampanye melawan dua paslon lainnya untuk menghadirkan alternatif baru, Sevilla dan Alaves pun begitu di klasemen La Liga sekarang.



Sevilla memang raja di Europa, khayalak tahu itu. Namun musim lalu, mereka seakan megap-megap dan harus mengganti pelatihnya hingga dua kali pasca Jorge Sampaoli mundur di penghujung musim 2016/17. Pergantian pelatih dari Eduardo Berizzo ke Vincenzo Montella dan akhirnya digantikan lagi oleh Joaquin Caparros menandakan bahwa Sevilla musim lalu dalam masa yang cukup sulit.

Walhasil, mereka hanya finis di posisi ketujuh La Liga, meski di Copa del Rey mereka melaju ke final. Namun semenjak Pablo Machin masuk di awal musim 2018/19 ini, performa Sevilla kembali trengginas dan siap kembali ke kompetisi Liga Champions Eropa. Mantan pelatih Girona tersebut sukses menerapkan beberapa ide baru yang sebelumnya ia coba di Girona. Jelas, kualitas pemain Sevilla sedikit lebih baik diatas Girona dan hasilnya pun jauh lebih memuaskan.

Topics