Kombinasi Ozil dan Sanchez Perlahan Membaik

Dua pembelian terbesar Arsenal semakin kompak dari hari ke hari dan sekarang Arsene Wenger sedang menikmati hasil dari kekompakan dua pemain tersebut, seperti yang dijelaskan oleh Thore Haugstad...  

Tim besar terkadang memiliki hubungan dinamis antar pemain, dan itu mulai ditunjukan oleh Arsenal salah satunya. Dalam beberapa minggu belakangan, playmaker Jerman Mesut Ozil dan Alexis Sanchez mulai saling memahami satu sama lain khususnya daerah final third, Ozil beradaptasi ke tempat dimana pemain Cile beroperasi.

Hubungan semakin baik kontribusi terhadap sembilan kemenangan beruntun dan membawa Arsenal di partai puncak FA, 10 poin tertinggal dari Chelsea yang akan dilawan hari Minggu ini.

Semenjak kalah 2-0 dari Southampton bulan Januari, Arsene Wenger menang 17 dari 19 laga. Bulan itu juga tanda kembali Ozil, masa terbaik semenjak hadir di London.

Akhir-akhir ini, Sanchez mulai menemukan kembali perform awal musim, hanya buat satu gol dari 10 penampilan semenjak Februari hingga Maret. Bergerak di kiri maka Wenger memindahkan Santi Cazorla ke tempat lebih dalam akibatnya Ozil leluasa menjalankan peran nomor 10. Aaron Ramsey mengisi posisi Theo Walcott di kanan formula 4-2-3-1 terbayar lunas pada tiga laga akhir: Ozil buat satu gol serta tiga assists sementara Sanchez buat tiga gol dan satu assist.

Hilangkan Kebiasaan

Telepati antara dua pemain paling mahal Arsenal buat Wenger tersenyum, sukses amankan 26 tahun asal La Liga walau butuh waktu hingga akhirnya baru terjadi belakangan ini. Contohnya saat mereka kalahkan West Ham di Emirates pada 14 Maret. Dinamika lini depan Ozil gerakan bola ke kanan dimana Walcott biasa ada, hingga Ozil jarang berdekatan dengan Sanchez yang ada di sisi satunya.

Permainan Ozil tak melulu tentang crossing atau dribbling, tapi lebih menekankan pada umpan-umpan penting. Mengambil posisi di kanan akhirnya buka ruang untuk memotong ke tengah dan kaki kiri punya arah untuk umpan lebih baik dimana banyak keluar saat melawan West Ham.

Pada pertandingan berikutnya ke markas Monaco, keadaan kembali berubah sisi kiri diambil Danny Welbeck kemudian Sanchez bergerak dari kanan, Ozil mengatur tim dari tengah mendapat juga instruksi bermain bebas tapi kombinasi permainan tak berjalan dengan baik.

Sampai menit ke-72, ketika Welbeck ditarik keluar dia lebih sering berikan bola ke Sanchez daripada penyerang Inggris.

Walau hanya memberikan sedikit pergerakan Ozil, tapi sudah cukup hubungan di sisi kanan dengan si nomor 10. Semua ini hilang saat bertemu Newcastle karena Ozil harus absen berganti Cazorla hanya dua ia kirimkan bola ke mantan pemain Barcelona sebelum berdua diganti pada menit 71.

Pemain Chili Yang Bahagia

Ketika Ozil kembali bermain maka dua pemain ini langsung lanjutkan hubungan dan korbannya adalah Liverpool. Sanchez kembali ke kiri dan Ramsey di kanan sementara Ozil bisa sering habiskan waktu di kiri keduanya saling bertukar passing dimana dari Cile ke Jerman terjadi enam kali, paling sering ketimbang pemain lain.

Pergerakan ini mengorbankan posisi Ozil di kanan, tapi dalam pandangan lain ini menguntungkan. Ramsey adalah klasik pemain tengah, Sanchez pemain cepat di sisi lapangan. Dibutuhkan playmaker nomor 10 jenius dan disini Ozil berperan banyak.

Keuntungan juga bagi Sanchez karena Ozil mengatur serangan, kehadirannya membuka ruang sekaligus mensuplai bola ketika dia berdiri dekat kotak penalti untuk langsung berhadapan dengan pemain belakang. Lewat maka tinggal kiper yang harus dikalahkan oleh dirinya.

Gaya Ozil ini diulang lagi seminggu kemudian bertemu Burnley, tiga pemain tengah bertipe menyerang berada dalam satu posisi. Dia terus mencari Sanchez di kiri dan kombinasi ini lebih tebal ketimbang Ozil dan Ramsey.

Pergantian seperti sudah permanen. Pergerakan saat jumpa West Ham hanya pengecualian daripada biasanya. Dia lebih suka passing pendek ke kiri, zona dimana Sanchez beroperasi seperti ketika di Turf Moor.

Serangan Kembar

Koneksi keduanya menjadi pembeda pada akhir pekan lalu di ajang semi final FA Cup lawan Reading, Arsenal sukses menang 2-1 setelah babak tambahan berkat Sanchez.

Dual gol merupakan assists dari Ozil, untuk pertama kali pemain internasional Jerman menerima umpan 35 yards langsung melihat rekannya. Bola berpindah cepat ke Sanchez kemudian catat nama di papan skor.

Assists kedua merupakan kemampuan Ozil lepaskan bola ke zona dimana Sanchez biasa berada. Jarak 18 yards di kasih makan Sanchez akhirnya kirimkan si kulit bundar diantara kaki Adam Federici.

Bukan cantik seperti gelaran seni kelas dunia, tapi itu bisa datang tak lama lagi. Tehnik dan kepintaran Ozil serta Sanchez sedang berkembang buat lawan-lawan Arsenal terutama di sisa musim harus lebih khawatir. Dua pemain pegang peranan penting bagi Arsene Wenger begitu juga pada masa mendatang, tapi yang lebih dekat nanti lawan Chelsea harus lebih waspada jika tak ingin malu.

Arsenal vs Chelsea ANALISIS LANGSUNG dengan Stats Zone