Konsistensi Harry Kane yang Mengerikan dan Rekor-Rekor yang Menantinya

Untuk dua musim berturut-turut, Harry Kane menjadi top skorer Premier League. Untuk tiga musim berturut-turut, dia mampu mencetak 20 gol atau lebih. Luar biasa!

Apa yang terjadi saat sebuah petir, yang rata-rata mengandung sekitar 1 miliar energi, menyambar sesuatu?

Pada tahun 1963, pesawat Pan America (Boeing 707) yang terbang dari Puerto Rico ke Philadelpia membawa 81 penumpang meledak di udara karena sambaran sebuah petir di bagian pesawat yang digunakan untuk menyimpan bahan bakar. Jauh hari sebelum itu, tepatnya pada tahun 1769, sambaran petir yang menghantam gereja Nazaire, Brescia, Italia, yang menyimpan bubuk mesiu seberat 207.000 pon, membuat kota Brescia hancur berantakan. kekacauan juga pernah terjadi di kota New York pada tahun 1977 lalu ketika petir menyambar jalur transmisi listrik di kota tersebut. Dan contoh yang terakhir, meski harus berhadapan dengan "penangkal-penangkal petir" kelas atas dalam tiga musim terakhir di Premier League, Harry Kane, penyerang Tottenham Hotspur, masih terlalu perkasa untuk dijinakkan.

Kane terus menghancurkan bek-bek tangguh di Premier League, membuat puluhan kiper hebat yang mengadu nasib di Inggris hanya bisa geleng-geleng kepala. Dan seolah sebuah aliran listrik bagi para penggemar Tottenham Hotspur, ia tidak pernah berhenti membuat mereka terus melonjak penuh energi di atas tribun stadion.

Setelah berhasil mencetak 21 gol di Premier League musim 2014/15 di mana dirinya berhasil menjadi pencetak gol terbanyak Tottenham Hotspur musim itu, Kane seperti tak mau berhenti berlari. Pemain berusia 23 tahun ini kemudian berhasil mencetak 25 gol pada musim berikutnya, menjadikannya sebagai top skorer Premier League, bukan hanya top skorer untuk timnya. Dan di musim ini, Kane justru semakin menjadi-jadi. Meski tampil lebih sedikit daripada di dua musim sebelumnya, Kane berhasil mencetak 29 gol dari 30 kali penampilannya. Ia sekali lagi dinobatkan menjadi top skorer Premier League.

Setelah berhasil mencetak 21 gol di Premier League musim 2014/15 di mana dirinya berhasil menjadi pencetak gol terbanyak Tottenham Hotspur musim itu, Kane seperti tak mau berhenti berlari

Performa ciamik Kane tersebut kini membuatnya berhasil mencetak 78 gol di Premier League. Itu artinya, dia hanya membutuhkan 22 gol lagi untuk mencetak gol keseratusnya di Premier League. Kane mengaku akan berusaha semaksimal mungkin untuk melakukannya di musim depan. Jika itu benar-benar terjadi, Kane akan menjadi pemain ke-27 yang berhasil mencetak 100 gol di sepanjang sejarah Premier League.

Menariknya, performa Kane sendiri sebetulnya sempat menghawatirkan di awal musim ini, seolah ingin melanjutkan performa buruknya bersama timnas Inggris di Piala Eropa 2016. Dalam tiga pertandingan awal Tottenham yang melibatkannya, Kane sama sekali tidak berhasil mencetak gol untuk timnya. Dia tampak kelelahan seperti awal musim sebelumnya di mana dia hanya berhasil mencetak satu gol dalam 10 pertandingan awal Spurs di Premier League musim itu.

Namun, segalanya berubah setelah Kane kembali berhasil mencetak gol saat Spurs mengalahkan Stoke City pada September lalu. Dalam 34 pertandingan Spurs di semua kompetisi selanjutnya, Kane berhasil mencetak 34 gol bagi Spurs. Di antara enam hattrick yang diciptakan pemain-pemain di Premier League pada tahun 2017, Kane melakukannya empat kali – salah satunya terjadi saat Kane berhasil mencetak empat gol ke gawang Leicester beberapa waktu lalu. Di tengah-tengah persaingan sengitnya dengan Romelu Lukaku untuk menjadi top skorer Premier League, Kane juga berhasil mencetak delapan gol dalam tiga pertandingan terakhirnya.

Golnya ke gawang Stoke City menjadi awal rentetan golnya musim ini

Saat Maurico Pochettino, pelatih Spurs, mengatakan bahwa Kane saat ini merupakan salah satu penyerang terbaik di dunia karena performanya tersebut, pelatih asal Argentina tersebut tentu saja mempunyai alasan yang cukup jelas. Pasalnya, Kane tidak hanya sekadar mencetak gol, tetapi dia juga terus mencetak gol dengan tingkat konsistensi yang begitu luar biasa.

Kane tidak hanya sekadar mencetak gol, tetapi dia juga terus mencetak gol dengan tingkat konsistensi yang begitu luar biasa

Di Premier League musim ini, jika dibandingkan dengan penyerang-penyerang top lainnya, seperti Diego Costa, Romelu Lukaku, hingga Sergio Aguero, Kane merupakan penyerang yang paling jarang menyia-nyiakan peluang. Secara keseluruhan dia melakukan 86 kali percobaan tembakan ke arah gawang, di mana 65% mengarah tepat sasaran dan 29 di antaranya berhasil menjadi gol untuk timnya.

Menariknya, prestasi Kane ternyata tidak hanya berhenti sampai di situ. Di jajaran top liga Eropa saat ini, Kane hanya kalah dari Edinson Cavani (PSG), Alexander Lacazette (Lyon), dan Lionel Messi (Barcelona) menyoal rata-rata waktu yang diperlukan untuk mencetak gol. Messi rata-rata membutuhkan waktu 77 menit untuk mencetak gol, Cavani membutuhkan waktu 85 menit, Lacazette membutuhkan waktu 86 menit, dan Kane sendiri membutuhkan waktu 87 menit. Pencapaian Kane tersebut tentu tergolong mengejutkan: Ia hanya membutuhkan 10 menit lebih banyak daripada Lionel Messi, bomber paling tajam di dunia, untuk terus mencetak gol di kompetisi paling sengit di dunia.