Krisis Persib: Bukan Cuma Karena Djanur Semata?

Djadjang Nurdjaman dihujat pasca dua kekalahan Persib secara berturut-turut dari Bali United dan Bhayangkara FC. Tapi ada isu yang lebih besar daripada soal kualitas taktik Djanur yang tak mengesankan...

Jika saja Djadjang Nurdjaman tak melontarkan pernyataan “…saya juga sudah berbuat, Anda sudah berbuat apa sih untuk Persib?” di hadapan para wartawan yang mewawancarainya, niscaya tekanan bagi Persib pasca kekalahan vs Bhayangkara FC akhir pekan lalu tak akan seburuk ini. Pasalnya, banyak Bobotoh yang tersinggung dengan perkataan pelatih Persib ini.

Keluarnya pernyataan tersebut bukan tanpa alasan juga dan pada kenyataannya, Djanur mempunyai hak untuk bicara seperti itu. Tentu tak lupa kita semua bahwa Djanur adalah salah satu pelatih serta pemain legendaris tersukses Persib yang menyabet gelar-gelar bergengsi. Yang ia ucapkan tersebut, meski terkesan angkuh, itu adalah fakta.

Namun sayangnya, sebetulnya Djanur tak perlu mengeluarkan pernyataan tersebut saat suasana terus memburuk. Kami mengerti, Djanur memang terdesak serta tersinggung dengan munculnya kritikan-kritikan bernada kasar dari sebagian besar Bobotoh terhadap dirinya dan Persib tentunya.

Baru dua setengah tahun yang lalu di puji, kini Djanur terancam.

Djanur tak perlu mengeluarkan pernyataan tersebut saat suasana terus memburuk

Tekanan terhadap Persib terutama Djanur memang tak main-main. Sebelum menelan kekalahan dua kali bertutut-turut dari Bali United dan Bhayangkara FC, Persib sendiri tercatat belum pernah kalah. Sialnya meski belum pernah kalah, kritik terus mengalir deras karena permainan Persib tak kunjung menyenangkan untuk sekadar dinikmati. Padahal skuat Persib adalah salah satu yang termewah di Liga 1 Indonesia musim 2017 ini.

Karena sepakbola adalah permainan di lapangan yang terdiri dari 11 pemain dan diarahkan oleh pelatih di sisi lapangan, jika permainan suatu tim buruk, maka yang paling mudah adalah menyasar taktik serta strategi yang dipakai oleh pelatih tersebut. Singkatnya, permainan jelek di lapangan, maka orang pertama yang bertanggung jawab adalah pelatih, selanjutnnya para pemain.

Pages