La Liga Sekali Lagi Membuktikan Bahwa Membosankan adalah Cara Terbaik

Barcelona melaju ke perempat final Liga Champions dengan kemenangan rutin atas Arsenal pada hari Rabu (16/3), sementara Atletico Madrid melakukan apa yang biasanya mereka lakukan, tulis Tim Stannard... 

Ini semua seperti Mission Impossible. Seorang penyusup dari Mordor entah bagaimana bisa masuk ke kantor besar Marca untuk menulis artikel yang paling mengejutkan yang pernah ditulis. Setidaknya sejak koran itu mengklaim bahwa pemecatan sejumlah manajer di bawah kepemimpinan Florentino Pérez secara terus-menerus adalah bagian penting dari skema pengembangan kepelatihan Spanyol yang didukung oleh PBB.

Isi dari artikel itu adalah pendapat bahwa gol kemenangan Real Madrid dari Casemiro melawan La Palmas di La Liga pada hari Minggu merupakan bukti kongkrit sebuah tim yang dihuni pemain-pemain top. Real Madrid memiliki 14 pencetak gol yang berbeda, dibandingkan Barcelona hanya memiliki 10 pencetak gol.

Segalanya mulai kembali normal dengan konfirmasi fakta bahwa Real Madrid nemang berhasil mencetak banyak gol dalam beberapa tahun terakhir, tapi itu diimbangi dengan banyak kecerobohan. Statistik klasemen La Liga menunjukkan bahwa Barcelona berhasil mencetak 84 gol dan Madrid hanya satu gol lebih sedikit, tapi mereka tertinggal 12 poin.

Menyelesaikan pekerjaan dengan baik

Atlético Madrid sangat pas dengan proyek Damien Hirst

Jumlah gol kedua tim itu kontras dengan 45 gol milik Atletico Madrid, namun pertandingan-pertandingan di Vicente Calderon telah meninggalkan konsep yang tak lagi dipercayai, bahwa banyak gol adalah kunci dari kemenangan.

Memang dua pertemuan dengan PSV di Liga Champions yang membawa Atletico Madrid ke perempat final sangat bertentangan dengan konsep tersebut, dengan Los Rojiblancos gagal mencetak gol sama sekali ke gawang tim asal Belanda itu selama 210 menit, namun tetap lolos pada akhirnya.

Atletico Madrid, PSV

Atletico lolos dari adu penalti yang menegangkan dengan PSV

Kesempurnaan yang murni. Atletico Madrid seperti pas dengan proyek Damien Hirst (seniman Inggris). Anda mungkin tidak mau, menikmati, atau bahkan memahami makna dari bangkai hiu yang diawetkan dalam tabung kaca, tetapi Anda bisa mengagumi proses bagaimana ia melakukannya.  

Sementara, Barcelona cukup membosankan untuk ikut dibandingkan. Mereka mencetak banyak gol, tak terlalu banyak kebobolan, dan memenangkan pertandingan seperti seharusnya. Kemenangan terbaru yang membuat klub Catalan ini membukukan catatan 38 laga tak terkalahkan di semua kompetisi adalah kemenangan 3-1 melawan Arsenal.

Namun, Arsene Wenger ingin membandingkan lawannya itu dengan sesuatu yang lebih kreatif juga. "Dalam beberapa titik di olahraga, Anda juga harus mengagumi seni. Mereka memiliki dua atau tiga pemain yang mengubah kehidupan normal menjadi seni."

Digdaya juga di Europa

Ada empat tim Spanyol lainnya yang bertanding di hari Kamis (Jumat dini hari WIB), meskipun La Liga Loca memastikan hanya akan ada tiga yang lolos. Satu tim yang bisa saja tersingkir adalah Valencia (prediksinya terbukti benar), yang menghadapi Athletic Bilbao di Mestalla namun kalah 0-1 di leg pertama.

Neville memperkirakan pada hari Rabu bahwa jika timnya tidak kebobolan gol lagi, maka ada peluang besar untuk mengejar ketertinggalan dari Athletic. Sungguh bijak.

Gary Neville, Phil Neville

G-Nev satu langkah lebih dekat dengan akhir yang menyedihkan

Namun, ada situasi tidak menyenangkan di Mestalla terkait kepergian Neville dari Spanyol untuk menjalankan tugasnya bersama timnas Inggris. Meskipun hal ini sudah diketahui sejak ia ditunjuk sebagai pelatih, dan Valencia hanya memiliki delapan pemain yang memperkuat timnas masing-masing, suporter Los Che sepertinya tak akan bahagia dengan kekelahan yang terus berlanjut di Eropa dan Spanyol.

Suporter yang sama di Mestalla yang diminta Neville untuk memberikan dukungan kepadanya mungkin jadi salah satu alasan mengapa akhir musim ini tak terlalu menyenangkan.

Lebih banyak fitur setiap harinya di FFT.com • Lebih banyak dari La Liga Loca