Wawancara

Lagu Resmi Liga Champions Bukan Karya Terbaik Penciptanya, dan Ini Alasannya

Dom Walbanke berbincang dengan Tony Britten, penulis sebuah lagu paling populer di dunia sepakbola...

We are part of The Trust Project What is it?

Kita semua tahu pemandangan itu: lapangan yang disorot dengan lampu terang, stadion yang terisi penuh, para pemain berbaris, dan para penonton bersiap di atas tribun - lalu diperdengarkan lah lagu yang terkenal itu.

Itu adalah musik yang menginspirasi pemain termahal di muka bumi, Gareth Bale, dan membuat Francesco Totti meneteskan air mata ketika Roma kembali ke Liga Champions. Itu adalah lagu anthem sepakbola Eropa.

Pada 1992, Tony Britten menggubah sebuah lagu yang membuat merinding bagi UEFA yang akan membantu mereka mengubah imej sepakbola Eropa. Mereka menyadari kesuksesan The Three Tenors di Piala Dunia 1990 di Italia, dan berusaha menggunakan musik klasik untuk ajang sepakbola antar klub untuk membuat Kejuaraan Eropa ini terlihat lebih berkelas.

Menggunakan tiga bahasa resmi UEFA; Inggris, Jerman, dan Perancis, lagu berjudul resmi "Champions League" ini telah membuat para fans merinding selama 23 tahun, menciptakan atmosfer yang unik sebelum pertandingan.

"Saya memang menyukai momen itu," kata Britten kepada FFT. "Tetapi saya khawatir jadwal saya membuat saya tidak bisa hadir lebih sering. Pasti sudah empat tahun berlalu sejak saya pergi ke pertandingan, meski saya menyaksikannya di TV.”

Daya tarik yang kuat

asti sudah empat tahun berlalu sejak saya pergi ke pertandingan, meski saya menyaksikannya di TV

- Theme composer Tony Britten

Agen Britten awalnya mengirimkan beberapa contoh musik ke UEFA untuk memberikan ide yang lebih jelas - sementara Britten melakukan pekerjaan yang lain.

"Itu dulu, tetapi saya ingat saya waktu itu mengerjakan banyak iklan TV, terutama untuk komputer Amstrad," katanya. "Saya juga sibuk membuat musik untuk berbagai seri drama, jadi musik Liga Champions ini pasti pas dengan beberapa hasil karya saya yang lain."

UEFA membalasnya dengan meminta sebuah lagu yang mirip Zadok the Priest gubahan Handel, yang awalnya digunakan untuk upacara penobatan Raja George II pada 1727. Sejak itu, para pemain berbaris sambil mendengarkan musik anthem tersebut layaknya keluarga kerajaan.

Hasilnya, lagu ini terbukti menjadi daya tarik yang ikonik bagi banyak pemain - bintang Real Madrid, Bale, pernah mengatakan bahwa mendengarkannya adalah salah satu alasan mengapa ia ingin bermain di Liga Champions."

"Rasanya begitu puas," kata Britten. "Baru-baru ini, gelandang legendaris Bayern Munich, Stefan Effenberg, yang hadir di sebuah acara TV Liga Champions bersama saya tahun lalu. Ia mengatakan bahwa lagu itu selalu membuatnya merinding dan menurutnya itu adalah lagu olahraga terbaik yang pernah dibuat. Saya sangat berterima kasih atas itu.”