Lazar Markovic: Pemuda Serbia Perlahan Nikmati Waktunya di Merseyside

Semakin kesini, Lazar Markovic semakin di puja oleh para pendukung Liverpool dan juga Brendan Rodgers, sebenarnya apa yang membuat pemain Serbia tersebut tampil begitu meyakinkan dalam beberapa pertandingan terakhir? Erie Wicaksono, memiliki jawabannya disini.

Musim panas 2014/15 menjadi saat dimana Markovic meniti karir di tempat berbeda. Pindah dari selatan Eropa tujuan berikutnya adalah tanah kelahiran sepak bola. Hanya satu kesamaan dari tempat dahulu dan sekarang, yakni merah masih setia menghiasi tubuh selama bertarung di atas lapangan hijau.

Kehilangan pendulang gol di waktu yang sama, Brendan Rodgers segera mengumpulkan talenta-talenta untuk mengganti catatan Suarez sebelum pindah ke Barcelona. Salah satu harapannya adalah Markovic.

Portugal dan Inggris jelas berbeda tensi kompetisinya sehingga pemilik nomor 50 terpaksa membutuhkan waktu untuk beradaptasi belum kala cedera menerpa pada awal-awal masa kepindahannya.

Label pemain muda dengan karir cemerlang membuat pendukung The Reds dan penggila bola Inggris menetapkan ekspektasi tinggi. Akan tetapi hal tersebut baru bisa terlihat setelah kompetisi berjalan setengah jalan.

Dapat kesempatan turun pada derby Merseyside, Markovic seperti tidak tahu bagaimana seharusnya bermain bola. Ia dipercaya berdiri di sisi kanan oleh Rodgers yang ia tampilkan tak berbeda dengan anak kecil kala pertama mengenal kulit bundar.

Minim kontribusi bertahan begitu juga kala membantu serangan, belum ditambah harus menghadapi salah satu bek kiri terbaik saat ini Leighton Baines rapor merah menjadi hasil di partai tersebut. 

Penampilan tersebut langsung menuai tudingan terlebih dari fans klub lain. Hanya sebagian dari suporter The Reds masih ingin memberikan waktunya untuk melihat perkembangan di sisa Premier League. Perlahan dan pasti harapan mereka mulai dijawab oleh Markovic.

Semenjak ditangani oleh pelatih asal Irlandia Utara, Liverpool tak bisa menang di Boxing Day. Tahun kemarin catatan tersebut menghantui skuat Anfield kendati lawan yang dihadapi merupakan tim promosi Burnley. Markovic semenjak peluit dibunyikan tanda pertandingan dimulai sudah ada di atas rumput.

Dirinya beberapa kali melakukan recovery ball ketika lawan melakukan serangan. Kepercayaan diri yang tidak muncul ketika derby mulai muncul dimana beberapa kali final third menjadi area eksploitasi. Hasil akhir 0-1 sukses membuat anak asuh Rodgers pulang dengan poin penuh sekaligus memutus catatan buruk sebelumnya.

Akhir pekan lalu menghadapi Sunderland, ia berhasil menjadi pahlawan dengan gol tunggalnya. Kembali turun di sisi kanan, masa-masa indah kala di Benfica perlahan muncul. Dari enam kali take ons hanya gagal dua kali, pergerakannya juga memaksa pemain harus melanggar hanya untuk memberhentikan. Sebuah tendangan ala martial art masih membentur tiang gawang, jika masuk bukan tak mungkin bisa menjadi salah satu kandidat gol terbaik Premier League.

Setengah musim sudah dilewati oleh Markovic, perlahan namun pasti ia mulai menancapkan namanya di kancah liga khususnya di mata sang pelatih.