Leonardo Bonucci: Bek Pengumpan yang Brilian yang Diidolakan Pep Guardiola dan Diinginkan Chelsea

Dengan kekuatan lini tengah yang berkurang drastis dan lini depan yang terlihat tak meyakinkan, Italia menghadapi Euro 2016 dengan ekspektasi rendah. Tetapi hasil-hasil di awal turnamen telah mengubah ekspektasi tersebut, dan Adam Digby membahas satu orang yang menyebabkannya

Efek sentuhan Antonio Conte di bangku cadangan Juventus tidak boleh disepelekan. Ketika ia kembali ke raksasa Italia tersebut pada musim panas 2011, sang eks kapten mengambil alih jabatan pelatih tujuh tahun setelah karier bermainnya berakhir di klub yang sama. Ia adalah gelandang petarung yang akan mengeluarkan segenap bakat dan kemampuannya di atas lapangan, dan melakukan hal yang sama pada para pemain yang mengenakan seragam putih-hitam yang terkenal itu.

“Ketika Conte berbicara, kata-katanya akan menyerang Anda,” tulis Andrea Pirlo di otobiografinya, I Think Therefore I Play. “Kata-katanya bisa mendobrak pintu-pintu pikiran Anda, seringkali dengan sangat paksa, dan tertanam di dalam diri Anda.”

Setelah dua kali finis di posisi ketujuh secara beruntun, Bianconeri langsung meraih tiga gelar juara liga secara berturut-turut, dan Conte kemudian menikmati efek yang mirip saat bersama tim nasional Italia.

Antonio Conte bicara kepada Andrea Pirlo

"Ketika Conte berbicara, kata-katanya akan menyerang Anda"

Azzurri belum mengalami kekalahan di laga kompetitif di sepanjang kariernya (hingga tadi malam (23/6), ketika mereka kalah dari Irlandia) dan dengan mudah mengalahkan favorit semua orang sebelum turnamen dimulai, Belgia, di laga pembuka Euro 2016 mereka. Chelsea akan berharap bos baru mereka itu bisa memberikan efek hebat yang mirip seperti yang dirasakan Juve dan Italia ketika ia tiba di Stamford Bridge di akhir musim panas nanti – apalagi jika ia bisa merayu Bonucci untuk ikut dengannya.

Namun meski Conte tidak diragukan lagi akan membawa pendekatan yang keras itu ke Premier League, ia tidak akan memiliki pertahanan dengan tiga pemain andal di depan Gigi Buffon, yang menjadi pondasi kesuksesannya selama ini.

Kerja sama yang sempurna

Umpannya yang tajam dan akurat lah yang menyita perhatian minggu lalu, ketika sebuah bola yang terukur sempurna dari tengah lapangan sampai di kaki Emanuele Giaccherini untuk memberikan Azzurri keunggulan

Pria asli Lecce inilah yang pertama kali menyandingkan Andrea Barzagli, Leonardo Bonucci, dan Giorgio Chiellini bersama-sama, melatih mereka hingga mereka bergerak dalam kesatuan yang sempurna, terus menutup area mereka dan bergerak dengan harmoni yang sempurna. Barzagli – seorang juara Piala Dunia pada 2006 lalu – dan Chiellini sejak itu banyak dipuji sebagai pemain penjaga yang bagus; reputasi itu kian meningkat di Perancis ini, setelah keduanya bisa secara efektif menetralisir ancaman dari Romelu Lukaku dan Zlatan Ibrahimovic.

“Kami mengenal satu sama lain dengan sangat sempurna setelah bermain bersama begitu bagus di Juventus, dan ketika kami ke tim nasional, kami tidak perlu lagi berlatih terlalu banyak pergerakan pertahanan,” kata Bonucci dalam wawancara baru-baru ini. “Giorgio (Chiellini) dan Andrea (Barzagli) adalah dua juara yang hebat, mereka bisa sangat agresif ketika kami bermain dengan sistem pertahanan tiga pemain, sementara peran saya adalah melapisi mereka ketika para penyerang lawan menekan kami.”

“Mereka berdua (seperti anjing) bulldog,” lanjutnya. “Mereka jelas salah dua bek terbaik dunia.” 

Namun tidak ada keraguan bahwa Bonucci pun berada di kelas yang sama. Muncul selama dua musim terakhir sebagai pemain yang lengkap, ia telah membuktikan diri bisa menghentikan serangan lawan dan memulai serangan tim mereka sendiri.

Memang umpannya yang tajam dan akurat lah yang menyita perhatian minggu lalu, ketika sebuah bola yang terukur sempurna dari tengah lapangan sampai di kaki Emanuele Giaccherini yang berlari di antara dua bek Belgia, Toby Alderweireld dan Laurent Ciman. Giaccherini, seorang gelandang serang, kemudian melepaskan tendangan melewati Thibaut Courtois untuk memberikan Azzurri keunggulan dan mereka tidak pernah melihat ke belakang lagi sejak itu – tidak seperti idola Juventus, Alessandro Del Piero. 

“Kamu tidak pernah memberikan umpan-umpan seperti itu kepada saya,” katanya kepada Bonucci tak lama setelah pertandingan berakhir – eks kapten Juventus tersebut mewawancarai mantan rekan setimnya untuk Sky Italia. “Itu karena kamu tidak pernah berlari seperti itu,” jawabnya dengan jenaka. Namun ada lebih banyak hal lagi dari performa Bonucci selain assistnya yang super akurat itu.