Kisah

Lestaluhu Bersaudara: Berkembang Bersama Lewat Persija

Setidaknya ada empat pemain dengan nama belakang Lestaluhu yang mewarnai sepakbola Indonesia saat ini. Menariknya, nama mereka tak bisa dilepaskan dari klub ibukota, Persija Jakarta. Gerry Putra membahas keempatnya...

We are part of The Trust Project What is it?

Nama Lestaluhu tidak bisa dilepaskan dari sepak bola Indonesia saat ini. Bahkan nama Lestaluhu sekarang lebih dikenal sebagai pemain-pemain sepak bola berbakat dari tanah Tulehu, Maluku.

Ada empat Lestaluhu bersaudara yang saat ini menghiasi sepak bola Indonesia: Ramdani Lestaluhu, Abduh Lestaluhu, Rafid Lestaluhu dan Pandi Ahmad Lestaluhu. Nama pertama adalah yang paling senior, dan sudah terkenal sebagai salah satu bintang sepak bola Indonesia. Bahkan pada usia 17 tahun, Ramdani sudah membela tim senior Persija Jakarta.

Jalan memang tak selalu mulus untuk menuju puncak. Lestaluhu bersaudara juga harus berjuang dari bawah untuk mencapai ke tempatnya saat ini. Keempatnya memulai karir mereka di dunia sepak bola profesional Indonesia melalui persaingan ketat.

Ramdani harus bersaing dengan Mulky Alifa Hakim yang datang dari junior Persija. Abduh bahkan memulai perjalanan kariernya dari tim U-21 Persija. Pandi dan Rafid juga sempat diragukan publik ketika keduanya datang ke Persija.

Pandi dan Rafid saat masih berseragam Persija Jakarta

Akan tetapi dengan gaya bermain khas Tulehu yang mengandalkan kecepatan tinggi membuat Lestaluhu bersaudara perlahan-lahan mendapatkan tempat di tim inti. Meski kini Rafid bermain di kasta kedua, ISC B, bersama Persita Tangerang, pada dasarnya, Lestaluhu bersaudara tetap menjadi andalan timnya masing-masing.

Perjalanan karier empat Lestaluhu

Lestaluhu seakan identik dengan sepak bola. Bakat besar sepak bola mereka dapatkan dari alam desa Tulehu di Maluku. Seperti Papua yang dipenuhi pemain dengan bakat alam, Tulehu juga seperti Brasil yang hidup untuk sepak bola.

Sejak kecil, anak-anak Tulehu memang enggan melepas si kulit bundar dari kakinya. Beberapa dari mereka mencoba peruntungan dengan merantau ke Pulau Jawa. Ramdani contohnya, pemain yang punya permainan eksplosif itu menimba ilmu di SMA Atlet Ragunan, Jakarta. Bakatnya dilihat Sergei Dubrovin, pelatih Persija saat itu, ketika Persija beruji coba dengan tim PPLP Ragunan.

Gaya bermain yang lugas di Persija, membuatnya kerap mendapat kepercayaan sebagai pemain inti. Pada tahun 2008, Ramdani sebetulnya ditempatkan ke tim Persija U-21. Tapi karena kebutuhan tim, namanya lebih banyak bermain untuk Persija senior.

Meski masa depannya sempat tak jelas, Ramdani sampai saat ini masih diandalkan Persija Jakarta

Lalu bagaimana dengan Abduh Lestaluhu? Saudara kembar Rafid ini sempat tergabung dalam tim SAD Indonesia yang berguru sepak bola ke Uruguay. Lepas dari SAD tahun 2011, Abduh sempat bermain di Persis Solo selama setahun sebelum akhirnya bergabung dengan Persija.

Di Persija, Abduh ‘disekolahkan’ terlebih dahulu di tim Persija U-21. Penampilannya yang bagus membuatnya menjadi pemain ‘yo-yo’ yang sering naik turun ke tim junior-senior Persija.

Cemerlang bersama Persija U-21 membuat Abduh naik pangkat ke tim senior pada tahun 2014. Akan tetapi, Abduh memilih untuk keluar dari Persija setahun kemudian. Ia memilih untuk menjadi seorang prajurit TNI dan bermain di PS TNI. Kini, Abduh kerap menjadi andalan The Army dengan 9 penampilan sejauh ini di ISC A. Sesuatu yang tak mungkin ia dapatkan di Macan Kemayoran yang diisi pemain-pemain bintang.

Begitu pula dengan Pandi Ahmad Lestaluhu yang juga dikenal publik melalui Persija Jakarta. Pemain sayap kanan itu sebetulnya masih dimiliki Persija. Akan tetapi sebuah klausul peminjaman dari PS TNI tidak bisa ditolak oleh manajemen Persija.

Pandi Lestaluhu beraksi bersama PS TNI di ISC A 2016 (Foto: GTS)

Kiprah Pandi di PS TNI juga terbilang bagus. Dirinya sudah tampil sebanyak 8 laga. Meski belum menciptakan gol, Pandi kerap jadi senjata rahasia PS TNI lewat serangan dari sayap dan sejauh ini telah mencatatkan dua assist.

Lestaluhu selanjutnya adalah Rafid. Pemain ini merupakan saudara kembar Abduh Lestaluhu. Karirnya memang belum terlalu mentereng dari ketiga Lestaluhu lainnya, namun Rafid mewarisi bakat Tulehu di sepak bola Indonesia. Saat ini Rafid membela Persita Tangerang yang berkompetisi di Indonesia Soccer Championship B.

Dengan kelebihan masing-masing Lestaluhu, publik sepak bola tentu semakin mengenal dan akrab dengan nama belakang mereka. Hal tersebut bukan saja menjadi kegembiraan bagi keempat Lestaluhu, tapi juga menjadi kebanggan desa Tulehu.

Gaya bermain

Lestaluhu merupakan keluarga gila bola. Mereka akan bermain dengan hati dan kesenangan yang besar ketika bertemu bola. Tak jarang penampilan mereka sangat all-out ketika berada di lapangan hijau.

Dengan gaya permainan yang mengandalkan kecepatan dan dribel bola yang bagus, Lestaluhu kerap menjadi idola para pendukung klub yang dibelanya. Ramdani, Abduh, dan Pandi Ahmad telah menjadi idola The Jakmania, pendukung Persija, sementara Rafid juga mulai mendapat tempat di hati pendukung Persita Tangerang.

Abduh Lestaluhu ketika memperkuat timnas Indonesia di kualifikasi Piala Asia U-23

Tahukah kamu?

Nama Lestaluhu mempunyai hubungan yang erat dengan Persija. Baik Ramdani, Abduh, Pandi Ahmad, dan Rafid pernah merasakan bermain untuk Macan Kemayoran. Bahkan di Jakarta, ada klub amatir bernama Tulehu FC. Di klub itulah, beberapa Lestaluhu lainnya mulai menempa kemampuan sepak bolanya.

Langkah selanjutnya

Saat ini Lestaluhu mencoba menancapkan namanya di timnas Indonesia. Jika Abduh saat ini sedang berjuang untuk mendapatkan tempat di timnas senior, maka Pandi Ahmad merupakan pemain yang diandalkan pelatih Eduard Tjong di timnas U-19.

“Senang bisa membela timnas. Saya siap memberikan yang terbaik bagi negara,” ucap Pandi Ahmad kepada FFT.

Temukan feature baru setiap harinya di FourFourTwo.com/ID