Analisa

Liga 1 Indonesia: Lebih Baik Sistem Dua Wilayah atau Sistem Satu Wilayah?

Saat Persipura Jayapura meraih gelar Indonesia Super League (ISL) tahun 2013 lalu, mereka harus rela menempuh jarak puluhan ribu kilometer. Bahkan, hanya untuk pulang-pergi ke Pekanbaru, markas PSPS Pekanbaru, perjalanan yang mereka lakukan sudah mampu mengimbangi perjalanan yang dilakukan oleh Manchester United di Premier League musim 2012-13 lalu. Dalam 38 pertandingan mereka di Premier League musim itu, United hanya menempuh jarak 8.918 kilometer. Sementara itu, jarak pulang-pergi dari Jayapura ke Pekanbaru mencapai 8.756 kilometer.

We are part of The Trust Project What is it?

Dalam gelaran ISL tahun 2013 tersebut, tidak hanya Persipura, hampir semua kontestan ISL sebenarnya menempuh perjalanan yang lebih jauh daripada perjalanan Manchester United di Premier League musim 2012-13 tersebut.  Jika dikalkulasikan, jarak yang mereka tempuh mungkin juga sudah lebih dari cukup untuk berkeliling dunia barang dua-tiga kali. Dan bagi kebanyakan tim sepakbola yang berkompetisi di Indonesia, hal itu sebenarnya menjadi sebuah masalah yang cukup besar.

Persipura di 2013 harus melakukan perjalanan berkali-kali lipat lebih jauh dari Man United

Dalam 22 musim Liga Indonesia, 2 musim kompetisi berhenti di tengah jalan, 8 musim berlangsung dengan sistem satu wilayah, dan sisanya berlangsung dalam sistem dua wilayah

Sejak digelar dari tahun 1994 lalu, Liga Indonesia (yang dalam hal ini melingkupi Liga Indonesia, Indonesia Super League, dan Liga 1) sudah berlangsung selama 22 musim. Dalam 22 musim tersebut, 2 musim kompetisi berhenti di tengah jalan, 8 musim berlangsung dengan sistem satu wilayah, dan sisanya berlangsung dalam sistem dua wilayah. Menariknya, hampir setiap kali liga berlangsung dalam sistem satu wilayah, liga ternyata tidak berlangsung secara kompetitif.

Selain di Liga 1 lalu, Liga Indonesia musim 2004 menjadi musim kompetisi dengan sistem satu wilayah yang berlangsung sengit hingga kompetisi benar-benar bubar. Saat itu, memperoleh poin yang sama dengan PSM Makassar, 61 angka, Persebaya Surabaya berhasil menjadi juara liga berkat selisih gol yang jauh lebih baik. Sayangnya, hal tersebut tak selalu terjadi setiap kali Liga Indonesia berlangsung dengan format satu wilayah.

Pada musim 2008-09, Persipura berhasil menjadi juara liga setelah unggul 14 angka dari Persiwa Wamena yang berada di peringkat kedua. Sekitar tiga tahun berselang, tepatnya dalam gelaran ISL 2011-12, Sriwijaya unggul 11 angka dari Persipura yang berada di peringkat kedua. Dan pada tahun 2013 lalu, Persipura, yang lagi-lagi menjadi juara liga, unggul 16 angka dari Arema yang berada di peringkat kedua.

Sebenarnya, ada banya aspek yang menjadi penyebab mengapa liga Indonesia berakhir seperti itu saat dijalankan dengan format satu wilayah. Namun, bila ditarik garis merah, alasan finansial bisa dibilang menjadi penyebab utamanya.