Lima Hal Yang Bisa Ambil Dari Pertandingan Chelsea 2-0 Arsenal

Analisis derbi London hari Sabtu (19/9) lalu dari Stamford Bridge dengan bantuan dari Stats Zone...

1) Zouma Pantas Menggantikan John Terry

Ketika John Terry tidak dimasukkan dalam starting XI Chelsea untukpertandingan Liga Champions melawan Maccabi Tel Aviv, banyak yang menyangka bahwa ia hanya sedang diistirahatkan dan akan kembali saat melawan The Gunners. Namun Jose Mourinhomalah memilih Kurt Zouma bersama Gary Cahill, dan itu adalah langkah yang tepat - dan bukan hanya karena dia mencetak gol pembuka.
 
Kecepatan pemain Prancis itu juga menjadi anugerah khusus bagi juara bertahan, dan kecepatannya membantu The Blues memadamkan serangan dari Theo Walcott. Terutama pada menit ke-38, ketika Walcott menguasai bola dan Zouma berhasil mengejar serta merebut bola darinya. Jika Terry berada dalam situasi yang sama, sulit untuk dibayangkan Walcott akan gagal melesakkan gol.
 
Sama pentingnya dengan gol pertama di laga ini yang dicetaknya, Zouma membuat 3 tekel, 2 clearance dan memenangkan semua 3 dari duel udara-nya.
 
Pertunjukan Zouma musim lalu mengisyaratkan bahwa ia bisa suatu hari nanti bisa menjadi penerus JT. Mungkin hari itu telah datang.
 
Entah itu Stones atau Terry, performa Zouma sudah cukup untuk memunculkan pertanyaan 'John siapa?'

2) Jangan Terjebak Dalam Permainan Costa

Sudah ada beberapa pemain dalam sejarah sepakbola Inggris yang sering terlibat perseteruan seperti pemain Chelsea, Diego Costa. Ada juga yang ahli memancing suporter dan pemain lawan. Kunci bagi semua tim yang tidak memiliki pemain seperti striker Chelsea itu adalah tidak terjebak dalam perangkapnya.
 
"Dia bisa melakukan apa yang dia inginkan, dan dia tetap berada di atas lapangan," kata Arsene Wenger setelah pertandingan. "Dia akan melakukan yang sama minggu depan, dan seminggu setelah itu, dan lolos dengan perilaku itu."
 
Dan itulah poin pentingnya. Costa memiliki bakat untuk menghindari kemarahan wasit Premier League - melibatkan ketrampilan untuk berlaku curang. Anda bisa hampir menghormatinya karena hal itu. Hampir.
 
Para pemain yang mencoba untuk menjebak Diego dalam permainan mereka seringkali tidak beruntung. Mereka tidak cukup ahli. Mereka tidak begitu pintar. Masukkan nama bek Arsenal Gabriel Paulista.
 
Costa mungkin telah menempatkan tiga tangan di wajah Laurent Koscielny (jelas tidak di saat yang bersamaan) dan mendorong dada bek Prancis itu, tapi jelas wasit Mike Dean tidak sedang melihatnya. Gabriel menendang Costa tepat di hadapan wasit, dan segera mendapatkan kartu merah. Ya, Costa seharusnya juga diusir wasit tapi Gabrial yang bodoh tidak dapat menyalahkan orang lain.
 
Sebuah statistik yang akan membuat suporter Arsenal marah tapi tidak dengan suporter Chelsea adalah Costa sama sekali tidak mendapat kartu selama 82 menit bermain di atas lapangan. Indah bukan?

"Serius...?"

"Serius...?"

3) Hazard Sudah Mulai Panas

Start buruk Chelsea bukan hanya salah satu pemain - sebagian besar bintang musim lalu gagal mendekati level permainan terbaik mereka di awal 2015/16, dan itu termasuk PFA Player of the Season musim lalu, Eden Hazard.
 
Tapi pemain Belgia itu mulai memperlihatkan bahwa dia sudah mulai kembali ke level permainannya. Pemain berusia 24 tahun itu kembali ke kreativitas terbaiknya melawan Arsenal - dia membuat umpan lebih banyak di sepertiga akhir lapangan daripada pemain manapun (45), menciptakan peluang lebih banyak dari pemain lainnya (5), dan melakukan dribel yang sukses melewati pemain lebih banyak dari pemain lainnya (8). Dia melesakkan gol di waktu tambahan yang juga gol pertamanya musim ini. Itu bukan ciri khas Hazard, tapi amat mirip.

4) Chelsea Ungguli Statistik Arsenal

The Blues sekarang tak terkalahkan dalam delapan laga Premier League melawan tim sekota mereka, kekalahan terakhir tercipta pada Oktober 2011, saat tim besutan Andre Villas-Boas dikalahkan 5-3. Chelsea tak kebobolan enam kali dalam delapan pertemuan mereka melawan The Gunners, termasuk lima laga terakhir. Arsenal kini gagal mencetak gol selama 482 menit ke gawang juara bertahan. Eden Hazard mencetak gol dalam tiga laga kandang terakhir melawan Arsenal, sementara Fabregas membukukan satu assist dalam dua pertemuannya dengan mantan klubnya di Stamford Bridge.

Dan semua itu membawa kita kepada..... 

5) Arsene Harus Melakukan Yang Lebih Baik Lagi

Keributan soal jabat tangan di antara dua manajer menjadi pertanda bahwa Arsene Wenger tidak menikmati pertemuannya dengan Jose Mourinho, tapi ini suda keterlaluan.
 
Dalam 15 pertemuannya dengan Chelsea di bawah kepelatihan Mourinho, Wenger kalah 8 kali, imbang enam kali dan hanya sekali menang - saat juara Community Shield di Wembley.
 
Tottenham, Newcastle, Everton, Crystal Palace, Sunderland dan Middlesbrough lebih sering menang atas Mourinho daripada Arsenal. Bahkan Bradford juga berhasil mengalahkan Mourinho dan Chelsea dalam jumlah yang sama dengan Arsenal.

"Ciao!"

"Ciao!"

Analisis pertandingan ini dengan Stats Zone