Lima Kiper Terburuk Musim 2014/15

Inilah parade nama-nama dari kiper terburuk musim ini yang berhasil kami rangkum...

Apa yang paling menyenangkan dari sebuah kisah dua kali 45 menit di lapangan hijau adalah saat seorang pemain berhasil menjaringkan bola ke gawang lawan. Momen yang sering kita sebut dengan gol itu pasti akan menciptakan sebuah atmosfer yang riuh di tribun, selebrasi tim pencetak gol dan teriakan komentator yang bersemangat seolah ikut merayakan momen yang mungkin sama sekali tak terkait apapun dengan dirinya.
 
Tapi di ujung lain tribun, di sisi lain lapangan, beberapa muka tertunduk lesu. Tergurat kekecewaan yang sangat kontras dengan mereka-mereka yang melakukan perayaan. Mereka adalah sekumpulan pemain dan suporter yang timnya baru saja dibobol. Jika masih ada waktu tersisa, sedikit atau banyak, tak ada kata lain selain untuk terus berjuang, melanjutkan kisah yang akan diakhiri dengan tiupan panjang peluit wasit.
 
Di antara mereka yang paling bersedih atas apa yang menjadi segmen paling menggembirakan dalam sepakbola adalah penjaga gawang yang yang terkoyak gawangnya. Posisi unik dalam sepakbola ini seolah terpisah dalam ruang permainan. Bayangkan saja, ketika timnya mencetak gol, kiper tidak mungkin melakukan selebrasi bersama rekan-rekannya yang tengah melompat dengan wajah riang di ujung lapangan lain. Sementara ketika gawangnya dibobol lawan, dia mungkin berdiri paling dekat dengan pemain lawan yang melakukan selebrasi, sementara rekan-rekannya membalikkan badan bersiap untuk segera melanjutkan permainan, ia diacuhkan seperti pesakitan. Seorang kiper seolah menanggung bahagia dan deritanya sendirian.
 
Dan beberapa kiper berikut semakin tidak menolong dirinya sendiri dengan performa penuh kecerobohan, lemah dan tidak sigap. Mereka tidak tangguh untuk menahan dan menepis tembakan, menyergap lawan, menangkap bola yang datang dengan sejuta ancaman. Barisan kiper terburuk di lima liga top Eropa musim ini adalah...
 

Pages