Lineker: “ 13 Foto yang Mengisahkan Piala Dunia 1986-ku

Gary Lineker meraih Sepatu Emas di Meksiko 1986 dengan enam gol yang ia lesakkan untuk Inggris. FourFourTwo menelusuri album foto bersama dirinya....

Inggris mungkin tidak pulang dengan trofi Piala Dunia 1986, namun bagi penyerangnya yang subur gol, turnamen itu tetap membuahkan makna penting.

“Belum ada satu pun uban di kepala saya! Saya melihat ini lantas berpikir bahwa saya mampu menjadi pemain yang lebih andal bila tubuh saya berotot. Saya ingin jadi lebih kuat. Itulah yang mereka lakukan pada penyerang muda kini-“mengirim mereka ke gym.”

“Robson tampak seperti tengah meniru apa yang Paula Radcliffe lakukan di sini! Dia juga punya rambut keriting yang keren. Mungkin itu semacam latihan kebugaran juga, saya rasa.” 

“Ini adalah foto Ray yang sedang keluar dari lapangan setelah melempar bola pada wasit. Dia sangat kecewa setelah laga itu. Cuaca sangat panas dan itu membuatnya tambah frustrasi.”

“Ini adalah foto Robson yang lagi-lagi dilanda cedera punggung. Dia benar-benar tak mujur kalau soal cedera. Seandainya ia tidak diganggu cedera, mungkin hasil laga yang dituai Inggris bisa berbeda.”

“Bobby bertemu dengan beberapa bocah setempat. “Mereka semua mengidolakannya”. Dia selalu baik pada siapa saja ke mana pun ia pergi, dan semuanya tambah oke dengan hangatnya atmosfer Piala Dunia.”

“Saya suka yang itu. Saya rasa saya sudah menaklukkan kiper tersebut. Saya menjinakkan bola dengan dada, lalu menembakkan tendangan setengah voli dengan kaki kiri. Bola langsung meluncur terbang. Sayangnya atmosfernya buruk: Cuma bagian pelataran stadion saja yang disesaki penonton. Monterey adalah kota yang sepi dan agak aneh. Cuacanya super panas, dan kami berkeringat habis-habisan setelah laga usai.”

“Saya tiba-tiba dikerubungi press, harus melayani wawancara setelah semua laga itu. Saya ada di tepi lapangan bersama Jim Rosenthal dari ITV di sini. Anda tidak begitu menangkap kesan bahwa di tanah air ada kegilaan yang tengah terjadi, tapi dengan situasi seperti ini, di mana saya dikepung press, setidaknya memberi firasat soal apa yang tengah terjadi di sana.”

“Saya rasa dia ditahan karena menyamar menjadi polisi di sini! Peter adalah pria yang sangat baik dan dia bisa berteman dengan siapa saja. Semuanya jadi asyik kalau dia ada- dan kami partner yang luar biasa, yang terbaik yang pernah saya miliki.”

“Saya dibawa keluar lapangan untuk diobati waktu itu. Saya kena sikut di tenggorokan. Peter mengambil alih posisi saya, dan ia pun sukses mencetak gol. Saya senang tapi kesal, seharusnya sayalah yang  mencetak gol! Saya mungkin bisa mencetak hattrik dalam laga Piala Dunia berturut-turut.”

“Ini adalah gol ketiga yang dicetak kala melawan Uruguay, yang merupakan gol kedua saya. Gol itu membuat saya menjadi pencetak gol terbanyak di turnamen tersebut. Atmosfer di sini agak lebih bagus karena kami berlaga di fase gugur. Sampai sekarang saya masih kecewa karena saya gagal mencetak hattrik di sana!”

“Saya adalah pemuja tetap matahari, dan saya akan selalu berjemur di bawah sinar matahari kapan pun saya bisa, tapi di Meksiko semua orang bertingkah konyol kala berjemur. Coba lihat apa yang dipakai si sinting Barnso itu! Dia tidak mungkin mengenakan itu saat ini- “enggak dengan perut buncit seperti itu....”

“Foto ini diambil di stadion Azteca sebelum melawan tim Argentina. Azteca adalah stadion yang keren dan merupakan satu stadion di mana kami bisa mendapat atmosfer yang super hebat. Mood pemain di kemp bagus, beda dengan beberapa model potongan rambut mereka.”

“Gol terbaik yang pernah saya lihat, yang tercipta di lapangan super hebat juga. Itu satu-satunya momen sebagai seorang pemain di mana saya merasa harus bertepuk tangan untuk gol itu. Saya merasa’Wow’. Jika ada seorang pemain yang mampu menyeret sebuah tim untuk menjuarai Piala Dunia, maka dialah orangnya di PD 1986 itu.”