Liverpool 2-2 Arsenal: Liverpool akan membuat sejarah jika berhasil masuk dalam empat besar.

Hasil imbang dramatis di Anfield melalui kacamata Opta dan Stats Zone...

Super Sunday kemarin berhasil memberikan tontonan yang membuat selain pendukung dua kesebelasan merasa tegang hingga akhir pertandingan.
 
Peluit kick-off menjadi tanda dominasi Liverpool atas Arsenal dalam pertandingan Minggu kemarin. Dalam 15 menit pertama anak asuh Brendan Rodgers sukses mengurung lawan dengan torehan passing mencapai 124, kontras melihat apa yang bisa dilakukan oleh The Gooners hanya 16. Walaupun begitu mereka kesulitan menciptakan peluang, beruntung Phillipe Coutinho berhasil membuat Anfield bersorak usai tendangan menyusur tanah masuk ke gawang Wojciech Szczesny. Harapan untuk menutup babak pertama dengan keunggulan langsung muncul.

Penghujung babak pertama harapan tersebut langsung sirna setelah Mathieu Debuchy sukses melewati Martin Skrtel untuk menyamakan kedudukan.  
 
Kejadian tersebut langsung membuat kepercayaan diri The Reds goyang, dan langsung dimanfaatkan oleh Arsenal di babak kedua. Usai mencederai kepala Skrtel, Olivier Giroud berhasil bawa klubnya unggul setelah menerima umpan dari Santi Cazorla. 

Ketinggalan membuat Liverpool menaikan tempo permainan, kendati mereka kehilangan pemain pengganti Fabio Borini, mereka berhasil menyamakan kedudukan kala sundulan Skrtel masuk di menit ke-tujuh tambahan waktu.
  • Liverpool hanya menang dua dari 15 pertemuan di Premier League ketika menghadapi Arsenal (menang 2, imbang 8, kalah 5)
  • Arsenal kini berhasil mencetak gol di Anfield dalam sembilan kali kunjungan. Terakhir kali gagal di Februari 2006.
  • Penguasan bola Arsenal hanya 36,5%, terendah di Premier League semenjak Agustus 2003 (Sejak Opta merekam data)

  •  Santi Cazorla kontribusi langsung di lima pertandingan terakhir Premier League, tiga gol dan dua assists.
  • Arsenal cetak dua gol dari dua shot on target.
  • Gawang Arsenal diancam 27 kali, tertinggi di Premier League semenjak Agustus 2003.

  • Belum pernah ada klub yang mengumpulkan 22 poin dari 17 pertandingan seperti yang diperoleh Liverpool musim ini, bisa finish lebih baik dari urutan enam Premier League.
  • Phillipe Coutinho cetak gol pertama di Anfield setelah April (melawan Manchester City).

  • Ini kali pertama dalam Premier League semenjak April dimana dua gol terjadi di menit 45.
  • Liverpool hanya lakukan enam pelanggaran, paling sedikit di Premier League musim ini.

  •  Ada lima gol tercipta di menit 90 ke atas dalam tujuh pertandingan Premier League terakhir ketika dua kesebelasan bertemu.
  • Tidak ada klub yang mencetak gol lebih banyak dari indirect free kick musim ini selain Liverpool (3, sama dengan Leicester).

Analisa pertandingan ini dengan Stats Zone