Lord Bendtner, Wolves-nya, dan Bundesliga Yang Terus Berkembang

Jika Piala Super DFL yang menjadi pembuka musim Bundesliga memiliki indikasi tertentu, itu adalah bahwa kita akan memasuki musim Bundesliga yang seru. Editor FFT.com Singapura,  Zee Ko, kembali dari Jerman dan mendiskusikan soal Arturo Vidal, Nicklas Bendtner, dan kebangkitan Wolfsburg...

Juara Bundesliga

  • 2014-15 Bayern Munich
  • 2013-14 Bayern Munich
  • 2012-13 Bayern Munich
  • 2011-12 Borussia Dortmund
  • 2010-11 Borussia Dortmund

Nicklas Bendtner mengambil beberapa langkah pertamanya dalam perjalananya untuk merebut FIFA Ballon d’Or pertamanya satu setengah minggu yang lalu, di Sabtu sore yang indah di Volkswagen Arena. Gol penyeimbang yang tidak diperkirakan dari VfL Wolfsburg terjadi berawal dari ummpan Josuhan Guilavogui ke ruang kosong, diikuti dengan lari cepat Kevin De Bruyne dan penyelesaian akhir yang bertenaga dari Bendtner membuat bola masuk ke dalam gawang dan mengalahkan kiper terbaik dunia saat ini. Pemain pengganti yang masuk di menit ke-70 itu mungkin tidak pernah begitu dicintai di sepanjang kariernya di Jerman sebelum momen itu. Manuel Neuer tidak memiliki kesempatan untuk menghentikannya dan fans tuan rumah pun melonjak gembira.

Sebelumnya, gambaran pertandingan tersebut begitu berbeda. Meski bermain di kandang, fans Wolfsburg kalah nyaring dari nyanyian suporter Bayern Munich, mayoritasnya berkumpul di sudut tenggara stadion. Mereka jelas kalah jumlah tiga banding satu dengan warna hijau tuan rumah, tetapi niatan mereka sejak awal pertandingan sudah jelas. Mereka datang untuk membawa pulang trofi.

Sebelum pertandingan, fokus tertuju pada Arturo Vidal, dengan pemenang Piala Emas Cili ini baru saja bergabung dengan sang juara Bundesliga lewat transfer bernilai tinggi dari tim Italia, Juventus.

“Saya berpikir beberapa minggu yang lalu bahwa Vidal bermain seperti saya 20 atau 30 tahun yang lalu. Ia merupakan pemain box-to-box yang sangat agresif, seorang pemain No. 8,” ujar legenda Bayern, Lothar Matthaus, di pagi sebelum pertandingan. “Munich tidak memiliki pemain seperti Vidal dalam dua atau tiga tahun belakangan karena ia sangat agresif, ia memiliki teknik yang bagus, ia kuat, ia mendorong tim, dan ia seorang pemimpin yang brilian.”

Arturo Vidal akan memberikan talenta kelas dunianya ke hadapan Allianz Arena musim ini

Namun debut kompetitifnya harus menunggu, dengan sang gelandang duduk di bangku cadangan bersama Mario Gotze. Ada kualitas di seluruh lini skuat Bayern, yang memenangi gelar Bundesliga dengan selisih 10 poin dan selisih gol +28 dari pesaing terdekat mereka, Wolfsburg. Ini artinya, pertandingan tersebut akan menjadi pertarungan dua tim terbaik di Bundesliga musim lalu, dengan Die Wolfe memenangi DFB Pokal 3-1 dan merusak pesta perpisahan Jurgen Klopp dengan Borussia Dortmund.

Dongeng Dari Sebuah Tim

Juara Piala DFB-Pokal

  • 2015 VfL Wolfsburg
  • 2014 Bayern Munich
  • 2013 Bayern Munich
  • 2012 Borussia Dortmund
  • 2011 Schalke 04

Sudah enam tahun sejak Wolfsburg memenangi Bundesliga untuk pertama kalinya dalam sejarah, yang dimenangkan bersama Felix Magath. Pelatih asal Jerman itu pergi setelah karier keduanya di klub pada 2012, dengan tim ini memiliki berbagai pelatih selama itu, termasuk Steve McClaren, Armin Veh, dan Pierre Littbarski selaku pelatih sementara. Sejak itu, striker-striker seperti Grafite dan Edin Dzeko, yang mencetak lebih dari 20 gol di musim ketika mereka memenangi gelar juara, sudah pindah dan digantikan oleh sekelompok penyerang baru, yaitu Bas Dost, Max Kruse, dan, tentu saja, Bendtner (yang menggunakan jersey No. 3).

Dieter Hecking dipilih secara mengejutkan untuk menggantikan Magath pada Desember 2012, pilihan yang mengejutkan mengingat klub telah dikaitkan dengan Bernd Schuster sampai sebelum pengumuman. Ternyata, itu adalah pilihan yang tepat dengan mereka mengangkat gelar Piala Jerman – trofi besar pertama Hecking dalam kariernya – dan finis sebagai runner-up Bundesliga pada musim lalu. Namun Bayern tetap menjadi favorit utama di pertandingan Supercup ini – empat kali juara melawan debutan.

“Jika Anda melihat hasil-hasil yang lalu, kami memainkan pertandingan pertama musim lalu di Munich dan kalah, tetapi di leg kedua kami bermain di sini dan menang 4-1,” kata Direktur Olahraga Wolfsburg, Kllaus Allof, sebelum pertandingan. “Semoga para pemain Bayern memikirkan soal hal itu dan para pemain kami juga! Itu bisa menjadi sebuah keuntungan.”

Dieter Hecking sukses membuat nasib Wolfsburg berubah 180 derajat

Babak pertama cukup banyak menghasilkan aksi di kedua sisi lapangan, namun tidak ada gol yang tercipta. De Bruyne terlihat tampil baik bagi tuan rumah, sementara pemain sayap Brasil, Douglas Costa, tampil impresif dalam debutnya untuk Bayern. Di lini depan, Thomas Mueller dan Robert Lewandowski bereaksi setiap kali membuang peluang dengan ringisan atau teriakan frustasi ke udara, dan nama yang pertama bahkan memukul tanah karena frustasi setelah gagal meneruskan sebuah peluang emas.

Dan kemudian, empat meniit setelah jeda, terjadi bencana bagi Wolfsburg, setelah kiper Koen Casteels salah mengantisipasi bola silang dari Douglas dan memantulkannya ke depan gawang. Arjen Robben tak perlu mendapatkan undangan kedua, dengan cepat menceploskan bola ke dalam gawang sebelum merayakannya. Gol yang kejam bagi Casteels, yang bermain bagus hingga momen tersebut, tetapi itulah sepak bola.

Menit terus berlalu, dengan fans Bayern melonjak-lonjak di tribun, menanti trofi pertama musim ini. Ini akan membuat mereka mengumpulkan lima Piala Super, menyamai catatan Dortmund, tetapi para dewa sepak bola punya ide yang berbeda, sebagaimana biasanya.

Pujian Bagi "Lord" Bendtner

Dengan 20 menit tersisa, Hecking memilih untuk melakukan pergantian dua pemain menyerang dengan memasukkan Bendtner dan Kruse untuk menggantikan Ivan Perisic dan Dost, yang tak efektif. Ini terlihat seperti sebuah langkah terakhir, mengingat Bendtner hanya mencetak satu gol di liga musim lalu dan diusir dari pemusatan latihan untuk berlatih sendirian oleh Hecking karena tidak senang dengan kondisi strikernya.

Lelucon pun muncul di Twitter. Apakah mantan penyerang Arsenal ini akan mencetak gol penyeimbang? Untuk memahami lelucon ini, Anda harus mengerti enigma bernama Nicklas Bendtner. Penyerang Denmark ini dipuji tinggi oleh para pelatih di Arsenal, tetapi terlihat frustasi karena tidak bisa benar-benar beradaptasi selama sembilan tahun di Emirates. Masalahnya adalah sang striker mempunya opini yang lebih tinggi mengenai kemampuannya daripada yang sebenarnya. Ini adalah seseorang yang, menurut salah satu anekdot, mencetak sepuluh dari sembilan pada sebuah seri tes psikometrik, tes yang menguji nilai ‘kepercayaan diri’ seseorang saat dirinya di The Gunners.

Wolfsburg mengangkat piala Super pertama mereka

Juara DFL Piala Super

  • 2015 VfL Wolfsburg
  • 2014 Bayern Munich
  • 2013 Bayern Munich
  • 2012 Borussia Dortmund
  • 2011 Schalke 04

Dan dengan Wolfsburg mencari gol penyeimbang, fans Bayern menyambut bintang baru di tim mereka. Masuklah Vidal dengan tepuk tangan yang meriah dari mereka, dan tak lama sebelum ia melakukan pelanggaran pertamanya. Hanya beberapa detik, dan ia pun hanya perlu delapan menit untuk langsung masuk buku wasit. Ia akan menjadi pemain yang bagus bagi Bayern musim ini, seorang pekerja keras di lini tengah jelas akan diapresiasi oleh rekan-rekan setimnya.

Tetapi hari itu adalah milik ‘Lord’ Bendtner, yang meluncur ke tiang dekat untuk menceploskan bola beberapa detik sebelum laga usai. Dengan fans tuan rumah begitu bergembira di tribun mereka, pahlawan mereka yang baru sekali lagi maju untuk mencetak gol penalti kemenangan dalam gelar Piala Super mereka yang pertama dalam sejarah. Dan Casteels? Kiper pilihan ketiga Wolfsburg ini menebus kesalahannya dengan melakukan blok akrobatik nan indah untuk menggagalkan Xabi Alonso dalam adu penalti. Karena itulah sepak bola.

Terkadang gol-gol datang dari tempat yang tidak terduga – dan terkadang bahkan Nicklas Bendtner bisa menemukannya dengan tepat. Sebagaimana The Great Dane akan sulit memenangi Ballon d”or, Bundesliga mungkin tidak bisa mengalahkan Premier League dalam hal hak siar televisi atau perhatian dunia, setidaknya saat ini. Tetapi ini jelas merupakan liga yang terus berkembang. Dari talenta kelas dunia hingga pertandingan-pertandingan yang seru, apa lagi yang kamu inginkan?