Louis van Gaal vs Ronald Koeman: Lebih Dari Masalah Sepakbola

Ahli sepakbola Belanda Elko Born menjelaskan perasaingan panjang dari dua manajer Liga Primer Inggris...

Ketika Southampton menjamu Manchester United di Liga Primer Inggris pada Senin sore waktu Inggris nanti, pertandingan itu bukanlah pertandingan biasa. Terpisah dari apa yang akan terjadi di lapangan, dua manajer ini di percaya memiliki pemikiran tentang satu sama lain. Ini tidak akan menjadi yang pertama kalinya Louis van Gaal dan Ronald Koeman bertempur. Kedua pelatih ini pernah terlibat pertempuran sengit dan tenang saja, pertempuran ini tidak akan berakhir dengan pertumpahan darah.

Who’s the boss?

Setelah sebelumnya pernah bekerja bersama di Barcelona, dimana Van Gaal menjadi pelatih dan Koeman asistennya saat itu, kedua sosok ini bekerja bersama lagi di Ajax pada tahun 2004. Pada awalnya semuanya terlihat jelas, Koeman adalah manajernya dan Van Gaal adalah direktur sepakbola. Ini berarti Koeman mengatur semuanya yang berhubungan dengan tim utama, seperti manajer lainnya, sedangkan Van Gaal hanya berinteraksi dengan tim pemandu bakat dan mencari pemain baru. Dengan itu, Koeman bisa 100% fokus kepada pertandingan tanpa khawatir tentang masalah transfer. Simpel kan?

Tapi ternyata, hal simpel itu tidak berlaku bagi pelatih Manchester United ini, dirinya selalu ingin mengatur semuanya, posisinya sebagai direktur sepakbola tidak mempengaruhinya untuk ikut campur dengan urusan tim utama. Van Gal sering kali mencampuri urusan Koeman, dimana hal ini sudah mulai mengusik kenyamanan pelatih Ajax saat itu (Koeman).

Masa-masa Van Gaal dan Koeman di Barcelona, terlihat Mourinho juga ada disana.

Masa-masa Van Gaal dan Koeman di Barcelona, terlihat Mourinho juga ada disana.

Koeman menjelaskan di biografinya, bahwa setiap sesi latihan, Van Gaal akan selalu mengambil kursi dari ruangannya dan duduk di sebelah lapangan latihan. Disana, dirinya duduk dan menilai para pemain yang Koeman latih. Dalam beberapa kesempatan, direktur sepakbola (Van Gaal) akan bertepuk tangan kepada para pemain yang dia suka.

Koeman sangat risih dengan hal itu, karena sudah jelas, dirinya lah manajer Ajax, Van Gaal hanya direktur sepakbola, dimana tugasnya adalah membantu manajer bukan untuk ikut campur dalam menangani para pemainnya. Tugas Van Gaal adalah melakukan pergerakan di bursa transfer dan melakukan penawaran di ruang direksi. Dia tidak seharusnya mengurusi metode kepelatihan Koeman.

Akan tetapi,  semuanya menjadi lebih buruk dari itu ketika Van Gaal mulai menjadwalkan pertemuan dengan Koeman untuk berdiskusi tentang taktik. Lagi, Koeman merasa bahwa Van Gaal telah melewati batas otoritasnya. Kenapa pelatih Manchester United tersebut ingin mengatakan kepadanya, apa yang harus di lakukannya? Dia bukan manajernya dan dia bukan orang yang menentukan taktik apa yang akan di gunakanan.

Penjualan Zlatan

Lalu ada masalah kecil dengan Zlatan Ibrahimovic. Penyerang, yang di bawa oleh Van Gaal, berhasil menjadi bintang Ajax di Liga Belanda. Dia juga bermain sangat mengesankan di Liga Champions bersama Ajax, jadi pada bursa transfer musim panas 2004, banyak klub-klub besar yang ingin membelinya. Koeman, berusaha keras untuk menahan bintang Swedia itu pergi dari klubnya.

Koeman tidak mau kehilangan bintangnya, Zlatan Ibrahimovic.

Koeman tidak mau kehilangan bintangnya, Zlatan Ibrahimovic.

Mimpi buruk semua manajer pun terjadi, saat hari terakhir bursa transfer, Van Gaal berpikir lain dan menerima tawaran dari Juventus. Zlatan akhirnya pergi dan karena bursa transfer akan segera berakhir, Koeman sama sekali tidak memiliki waktu untuk membeli penggantinya.

Koeman sangat kecewa, memang adalah tugas Van Gaal untuk mengatur soal transfer. Tetapi untuk menjual bintang Ajax pada hari terakhir bursa transfer tanpa berdiskusi terlebih dahulu dengan manajer tim, apakah cara yang pantas? Siapa yang akan menggantikan Zlatan? Siapa yang akan mencetak gol yang biasa di lakukannya? Bagaimana Koeman bisa mengembangkan Ajax setelah saat itu dia kehilangan pemain terbaiknya?

Dia atau Saya!

Persaingan Koeman dan Van Gaal akhirnya mencapai pada titik akhir ketika banyak yang mengatakan bahwa Ajax tidak lagi berjalan dengan "in the Ajax way". Klub Amsterdam tersebut banyak mendapat tekanan dari beberapa pihak, seperti legenda mereka Johan Cruyff yang ingin Ajax, mempertahankan filosifi menyerang yang biasa mereka lakukan (total football), hal ini seperti melukai Koeman, dan dirinya langsung meminta dewan direksi untuk melakukan sesuatu.

Ayah Daley Blind, Danny Blind menggantikan Koeman.

Ayah Daley Blind, Danny Blind menggantikan Koeman.

Dan akhirnya mereka mendengarkan Koeman dan memeceat Van Gaal. Ternyata persaingan kedua sosok ini banyak memakan korban, Koeman sendiri, setelah kepergian Van Gaal, gagal meningkatkan penampilan Ajax. Pada Februari 2005, dewan direksi memaksa Koeman pergi. Degan cepat, Ajax berubah tanpa Van Gaal, Koeman ataupun Zlatan. Semua berakhir tanpa adanya pertumpahan darah.

Setelah persaingan mereka berdua di Ajax, Koeman dan Van Gaal tidak pernah bertemu, dan saat pertandingan Manchester United dan Southampton pada Senin besok terjadi, kedua manajer di pastikan akan memberikan segalanya demi gengsi dan harga diri. Dimana pertandingan ini sekaligus menentukan siapa yang terbaik di antara keduanya.

Ini bukan lagi soal sepakbola, ini sudah menjadi masalah pribadi. Apakah kedua pelatih ini akan berjabat tangan seusai pertandingan?