Marc Klok: Tidak Ada Alasan Bagi Saya Untuk Pergi dari Indonesia

FourFourTwo berbincang dengan Marc Klok mengenai kekurangan pemain Indonesia, kepindahan Stefano Lilipaly ke Liga 1, hingga kemungkinan dirinya menjadi pemain naturalisasi...

Setiap tahunnya, penggemar sepakbola Indonesia hampir dipastikan akan melihat seorang pemain muda berbakat yang muncul dan mencuri perhatian. Tahun lalu, misalnya, ada Febry Hariyadi dan Saddil Ramdani, yang sukses menjadi perhatian publik berkat performa luar biasa mereka di sisi lapangan meski usianya masih sangat muda.

Tahun ini, kita melihat kemunculan Satria Tama sebagai kandidat kuat kiper utama tim nasional senior Indonesia di masa depan. Ada juga Egy Maulana Vikri, Feby Eka Putra, dan Rifad Marasabessy yang mencuri perhatian dari dua pertandingan tim nasional U-19 di Piala AFF U-18 2017 yang sedang berlangsung di Myanmar mulai pekan ini.

Sudah sejak lama, memang, Indonesia dikenal sebagai salah satu negara di Asia Tenggara yang terus menghasilkan bakat-bakat muda yang menarik. Tapi, meski memiliki begitu banyak pemain berbakat, selalu ada halangan bagi tim nasional Indonesia untuk berprestasi – bahkan di tingkat Asia Tenggara sekalipun.

Lalu, apa masalahnya sehingga pemain-pemain berbakat ini tidak mampu menghasilkan prestasi yang besar bersama timnas?

Sebagai seorang Belanda yang pernah bermain di berbagai negara Eropa, baik Belanda, Inggris, Skotlandia, dan bahkan Bulgaria, Marc Klok, gelandang bertahan PSM Makassar, tentu tahu apa yang membedakan pemain-pemain berbakat Eropa dengan pemain-pemain penuh talenta di Indonesia.

Ia memang baru datang ke Indonesia pada tahun ini, tetapi ia telah memperhatikan pemain-pemain muda Indonesia bermain sepakbola, baik di level Liga 1 Indonesia maupun di level turnamen amatir seperti Tango League yang diselenggarakan Adidas pada awal Agustus 2017 lalu. Klok pun memberikan pendapatnya mengenai kualitas pemain-pemain muda Indonesia.

Klok ketika beraksi dengan bola di acara Tango League Adidas (Foto: M.Rezky Agustyananto/FourFourTwo)

“Ada banyak pemain-pemain muda yang berbakat di Indonesia, kita bisa lihat mereka punya skill yang bagus,” kata Klok kepada FourFourTwo.

“Tapi mereka masih memiliki masalah dalam hal pemahaman dan disiplin taktik.”

Bagi Klok, pemahaman taktik inilah yang masih menjadi kekurangan besar para pemain Indonesia. Ini adalah salah satu aspek yang mesti diperbaiki ke depannya, terutama mengingat kita telah memasuki era sepakbola modern yang sangat kaya akan inovasi taktik – bahkan taktik sepakbola kini sudah begitu mendetail.