Kisah

Mariano Diaz: Balada Penerus Nomor Punggung Keramat Cristiano Ronaldo

Nomor punggung 7 ia dapatkan. Beban berat pun harus ia pikul. Bukan hanya sebagai pengguna nomor keramat, tetapi juga sebagai penerus Cristiano Ronaldo.

We are part of The Trust Project What is it?

Omar Momani, salah satu kartunis yang karyanya kerap dipublikasikan oleh laman Goal, pada awal September 2018 lalu merilis salah satu karya yang menggambarkan bagaimana seorang pemain berbaju putih ala Real Madrid, menanggung nomor 7 di punggungnya yang juga dipadati oleh bermacam-macam trofi seperti Balon d’Or, Liga Champions Eropa, La Liga, Sepatu Emas hingga trofi yang lainnya.

Sosok pemuda berbaju putih khas Madrid tersebut adalah Mariano Diaz. Pemain kelahiran Katalunya, mempunyai darah Republik Dominika, besar di tim Castilla Real Madrid dan bersinar di Olympique Lyon sepanjang musim lalu. Ia kembali ke Real Madrid dan dengan penuh percaya diri, ia mengambil nomor tujuh peninggalan sang mega bintang sekaligus sang raja Santiago Bernabeu; Cristiano Ronaldo.

“Nomor punggung 7 tersebut sedang kosong, tak ada pemakainya dan itu nomor punggung yang saya suka. Ini adalah tantangan tersendiri,” ungkapnya beberapa waktu lalu. “Saya senang bisa memakai nomor punggung yang sama dengan Amancio, Juanito, Butragueno, Raul dan Cristiano, tentu saja. Banyak orang yang menyarankan saya untuk tidak memaki nomor tersebut, namun saya tidak berpikir tentang itu. Saya hanya inginbekerja keras dan menikmati setiap menit disini.”

Baru-baru ini, ia berhasil mencetak golnya di laga pertama sekembali dirinya dari Lyon. Lewat sepakan melengkungnya dekat kotak penalti, ia berhasil membuat Madrid unggul 3-0 di penghujung pertandingan melawan AS Roma di Liga Champions Eropa. Pada ajang La Liga 2018/19 sendiri, Mariano sejauh ini belum mendapatkan kesempatannya dan masih berharap ia bisa berkontribusi terhadap klub lamanya tersebut.

Sebagai info tambahan saja, Mariano sudah melakukan debut di tim senior Madrid pada 2016/17 lalu saat naik kelas dari tim Castilla (Madrid reserve) ke tim utama. Bahkan ia pernah mencetak satu gol di La Liga dari 8 kali penampilannya saat itu dan mencetak 4 gol dari 3 kali kesempatannya di Copa del Rey 2015/16 silam. Setahun setelahnya, barulah ia bersinar di Lyon dengan mencetak 18 gol di 37 kali penampilannya di kompetisi Ligue 1 Prancis 2017/18.

“Saya memiliki (nomor punggung) 7, namun itu hanya nomor belaka. Saya tak begitu menganggapnya penting,”ujar Mariano setelah laga melawan Roma. “Saya tentu saja menghormati Cristiano Ronaldo dan semua pemain yang telah mengenakan nomor punggung 7 ini.” Pasca laga tersebut juga, ia didatangi oleh Raul Gonzalez, sanga pangeran nomor punggung 7 Madrid selama 16 tahun lamanya, untuk diberikan ungkapan selamat atas gol perdananya di Liga Champions Eropa bersama Real Madrid.

Namun masalahnya, perdebatan mengenai pantas atau tidaknya seorang Mariano Diaz mengenakan nomor punggung 7 yang keramat itu akan membutuhkan waktu yang cukup panjang. Sejak jaman Amancio, Juanito, Butragueno, Raul hingga Cristiano, nomor punggung 7 selalu mempunyai daya magis tersendiri bagi Santiago Bernabeu. Tak seperti nomor punggung 10 yang biasa saja (bahkan Lassana Diara, penah memkai nomor 10 di Real Madrid), nomor punggung 7 diyakini mesti diisi oleh pemain yang luar biasa. 

Kasus Real Madrid dengan nomor punggung 7 ini mirip dengan kasus Manchester United dengan nomor punggung 7 milik mereka. Dari era George Best hingga Cristiano, di United pun selalu diisi orang-orang yang hebat dan sukses bagi klubnya. Setelah era Cristiano di MU, nomor 7 seakan tak magis lagi meski diisi oleh pemain-pemain bertalenta layaknya Angel Di Maria ataupun kini Alexis Sanchez. Tentu saja, kami tak perlu juga menceritakan bagaimana Antonio Valencia harus bergonta-ganti nomor punggungnya dari 25 ke 7 lalu kembali ke 25 karena memang beban itu selalu ada meski tak kasat mata.