Kisah

Meksiko 1986: Turnamen Kontroversial di Dalam dan Luar Lapangan

Piala Dunia tidak seharusnya dihelat di sini. Namun, Meksiko 1986 memiliki segalanya. Yang paling dikenang adalah kejeniusan Diego Maradona. Chris Hunt memberikan cuplikannya...  

We are part of The Trust Project What is it?

Terlahir dari prahara besar sebelum turnamen digelar, Piala Dunia yang dihelat di Meksiko 86 merupakan turnamen yang menuai sukses besar, disinari oleh kejeniusan Diego Maradona yang membuat penonton terpukau dengan keluwesannya menggocek bola, namun juga mengundang cercaan berkat aksi Tangan Tuhan-nya.  .

Tetapi bahwa turnamen tersebut dihelat di Meksiko saja sudah mengundang begitu banyak intrik dan rasa curiga yang bahkan membuat hubungan diplomatik tuan rumah dengan negara tetangga mereka, Amerika Serikat, memanas.

Meksiko sendiri sebetulnya hanya berperan sebagai tuan rumah pengganti untuk Piala Dunia 1986. Awalnya Kolombia, negara yang saat itu penuh dengan ketidakpastian ekonomi dan korupsi yang merajalela dalam sepak bola, lah yang terpilih untuk menyelenggarakan turnamen tersebut. Namun di pengujung tahun 1982, otoritas Kolombia menyatakan bahwa mereka tidak sanggup lagi mendanai turnamen tersebut.

Brasil, Kanada, dan AS sudah bersiap-siap untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah pengganti, namun ketika FIFA menggelar rapat di Stockholm pada Mei 1983, Meksiko langsung dipilih tanpa sedikit pun membicarakan tawaran dari AS, meski ada sosok Henry Kissinger yang mengesankan di antara delegasi Amerika yang hadir dalam rapat tersebut.

Saat diketahui bahwa turnamen tersebut akan dipentaskan oleh perusahaan penyiaran Meksiko, Televisa, yang presiden perusahaannya merupakan teman dekat petinggi FIFA, Joao Havelange, publik Amerika pun murka.

Meksiko terlihat seperti pilihan eksentrik. Terlepas dari masalah hawa panas dan ketinggian, negara ini juga tengah dilanda krisis ekonomi mereka sendiri, di mana tingkat pengangguran melambung hingga mencatatkan rekor baru.