Analisa

Melihat Kembali Rekor Persib Bandung Bersama Pelatih Asing: Selalu Gagal Total?

Salah satu klub terbesar di Indonesia ini begitu lekat dengan pelatih berdarah asing. Namun, sejarah Maung Bandung membuktikan bahwa pelatih asing tidak selalu berhasil membawa kesuksesan...

We are part of The Trust Project What is it?

Jika berbicara korelasi antara pelatih asing dan Persib Bandung, selalu saja muncul anggapan buruk yang menyertai. Padahal, jika berbicara sejarah dan efek yang ditimbulkan secara jangka panjang, pelatih asing pertama Persib, yaitu Marek Janota di zaman Perserikatan, bisa dibilang cukup berpengaruh bagi kejayaan Persib di tahun 80an dan awal 90an lalu.

Dalam bukunya yang berjudul Persib Undercover, Aqwam Fiazmi dan Novan Herfiyana malah menulis seperti ini, “Ia (Marek Janota) berkelililing kampung untuk mencari bibit-bibit potensial calon pemain Persib. Sejarah pun mencatat para pemain hasil binaan Janota inilah menjadi generasi emas Persib pada 1980an.”

Namun jika acuannya harus prestasi berupa trofi, memang agak sulit mengingat Marek Janota tak mempersembahkan apapun bagi Maung Bandung saat menjadi pelatih. Namun Janota sendiri merupakan penasihat tim saat Persib juara tahun 1990 lalu di bawah kepelatihan Ade Dana. Meski begitu, kesialan Janota yang gagal menghadirkan piala berlanjut pada pelatih-pelatih asing Persib selanjutnya sampai kepada era (yang katanya) profesional yaitu era Liga Indonesia saat ini.

Marek Andrejz Sledzianowski pada 2003 lalu menjadi pelatih asing pertama Persib di era Ligina (atau yang kedua sepanjang masa setelah Janota).  Tak tanggung-tanggung, selain pelatih yang berasal dari Polandia, Persib pun mengontrak tiga pemain bawaan Marek yang juga asal Polandia saat itu, yaitu Mariusz Mucharsky, Pavel Bocjian, dan Maciej Dolega. Jika ditanya bagus atau tidak, maka panjangnya durasi kepelatihan Marek yang hanya 12 laga bisa menjadi gambaran buat Anda.

Sebagai info tambahan saja, perekrutan Marek yang berasal dari Polandia ini sendiri ternyata berkaitan dengan romantisme Persib di masa lalu bersama Janota yang juga berasal dari Polandia. Berpikiran bahwa sesama orang Polandia akan mengangkat prestasi Persib mungkin merupakan pemikiran yang naif bagi Persib saat itu. Setelah Marek dipecat, muncullah nama Juan Paez yang berasal dari Cile yang masuk di tengah musim.

Gerbong Polandia bawaan Marek terpaksa terdepak, dan tentu saja gerbong asal Cile masuk mengisi slot pemain asing Persib. Posisi Maung Bandung yang hampir terdegradasi akhirnya diselamatkan oleh Paez. Bahkan durasi melatih Paez pun diperpanjang satu musim (2004) untuk membawa Maung Bandung berprestasi. Namun apa daya, posisi enam di klasemen akhir musim 2004 tersebut tak cukup mampu meyakinkan para manajemen Persib untuk mempertahankan Paez di posisi kursi panas tersebut untuk musim berikutnya.