Melihat Potensi dan Masalah yang Dimiliki Skuat Timnas U-22 untuk SEA Games 2017

Tinggal hanya menghitung mundur, penyelenggaraan sepakmula cabang olahraga sepakbola di ajang terbesar multi-olahraga se Asia tenggara akan di langsungkan di Malaysia. Acara yang bertajuk SEA games tersebut menjadi salah satu incaran kontingen Indonesia, khususnya dalam cabang sepakbola untuk bisa mengamankan medali emas.

Target emas dari federasi sepakbola Indonesia, atau yang biasa disebut PSSI memang dibebankan sedari awal mereka menjabat. Seperti yang kita tahu, bahkan untuk mendukung tim nasional ini, regulasi liga pun diatur sedemikian rupa untuk mengakomodir para pemain muda. Tak lupa juga Luis Milla, pelatih top asal Spanyol ikut didatangkan untuk memuluskan cita-cita medali emas tersebut.

Total 21 nama pemain yang berangkat pun telah dirilis. Nama-nama seperti Bagas Adi, Gian Zola, Miftahul Hamdi dan Ravi Murdianto harus sementara tersingkir karena berbagai alasan.

"Ravi Murdianto bagus, tapi kita hanya boleh mendaftarkan dua kiper. Posisi Zola dan Hamdi sudah menumpuk banyak pemain. Untuk Bagas Adi dia terpaksa kami coret karena masih dalam pemulihan cedera, dan tidak memungkinkan kita bawa ke SEA Games," ungkap asisten pelatih Bima Sakti dikutip dari laman resmi PSSI.

Gian Zola gagal menembus skuat akhir timnas U-22 untuk SEA Games 2017

Lantas dengan 21 pemain tersebut, bagaimana Luis Milla selaku pelatih kepala Indonesia mengakali strategi serta taktiknya untuk menghadapi jadwal padat di SEA games kali ini? Karena, seperti yang kita tahu, Indonesia dikepung oleh Thailand serta Vietnam sebagai unggulan grup sekaligus kontestan grup yang paling banyak pesertanya dengan enam negara.

"Penting untuk mengetahui dengan baik kapan kita menggunakan tim utama, kapan kita merotasi pemain, dan kapan kita harus menyimpan pemain. Kalau semua bisa sesuai, saya yakin Timnas Indonesia bisa menjadi juara di SEA Games 2017," ungkap Rahmad Darmawan pada laman BolaCom.

"Tim dengan kemampuan efisiensi energi paling baik akan punya peluang terbaik untuk menjadi juara. Saya setuju Vietnam adalah yang paling sulit dihadapi saat ini. Namun, jika kita bisa lolos dari babak grup, saya pikir kita bisa juara," sambungnya.

Ini tentu bukan tugas mudah. Apalagi lawan pertama yang dihadapi Indoensia adalah Thailand. Pertemuan kedua tim berakhir dengan skor kacamata 0-0 saat kualifikasi Piala Asia beberapa waktu yang lalu. Saat itu, kedua tim harus bersusah payah bermain dalam kondisi hujan lebat dengan kondisi lapangan yang sangat buruk.

Komposisi tim sendiri hanya menambahkan nama Ezra Walian, penyerang naturalisasi keturunan Indonesia. Pengalamannya bermain di level kedua Liga Belanda diharapkan banyak membantu tim kali ini. Namun percaya atau tidak, ia hanya baru berlatih sekali sebelum berangkat ke Kuala Lumpur.

"Tidak ada masalah. Saya baru berlatih saat ini dan besok kami sudah terbang ke Malaysia. Sesampainya di sana, kami masih akan berlatih dan saya akan maksimal untuk cepat beradaptasi," ujar Ezra Walian.