Memangnya Boleh Menerapkan Aturan Lima Pergantian Pemain di Kompetisi Resmi?

Apakah rencana penerapan aturan lima pergantian pemain di Liga 1 nanti sesuai dengan Laws of the Game dari FIFA dan IFAB?

PT Liga Indonesia Baru (LIB), selaku operator Liga 1 Indonesia yang akan bergulir mulai 15 April mendatang, membuat kejutan besar dengan mengumumkan bahwa Liga 1 akan menerapkan aturan lima pergantian pemain. Tentu saja ini sangat mengejutkan karena selama ini, kompetisi resmi di belahan dunia manapun hanya menerapkan tiga pergantian pemain saja.

“"Perubahan yang ada mungkin perubahan susunan daftar pemain yang biasanya 18 menjadi 20, karena ada peraturan U-23 ada yang diwajibkan main di 45 menit pertama dengan mempertimbangkan segala kemungkinan," kata Risha Adi Widjaya, CEO PT LIB, setelah melakukan pertemuan dengan pihak klub peserta liga di Makostrad, Jakarta, Rabu (29/3).

"Supaya kualitas berjalan sesuai dengan yang kita mau, karena kami pernah coba di Piala Presiden untung ruginya kami pertimbangkan. Makanya diputuskan pemain penggantinya jadi lima.”

SELENGKAPNYA: Klub Bisa Lima Kali Ganti Pemain Di Liga 1

Bisa disimpulkan bahwa ada dua perubahan yang terjadi dalam aturan pergantian pemain di Liga 1 nanti: pertama, bahwa jumlah pemain yang bisa terdaftar di susunan pemain sebuah tim dalam sebuah pertandingan Liga 1 nanti akan meningkat dari biasanya 18 pemain menjadi 20 pemain. Kedua, bahwa sebuah tim bisa melakukan maksimal lima pergantian pemain dalam sebuah pertandingan di Liga 1.

Pertanyaannya kemudian adalah: apakah aturan ini sesuai dengan Laws of the Game dari FIFA dan IFAB (International Football Association Board) selaku badan dunia yang menentukan aturan resmi di sepakbola kompetisi resmi?

Mari bedah dari perubahan aturan yang pertama, bahwa jumlah pemain yang bisa didaftarkan sebuah tim untuk sebuah pertandingan adalah 20 pemain, yang artinya 11 pemain utama (starter) ditambah sembilan pemain pengganti.

Aturan ini tercantum dalam Laws of the Game untuk musim 2016/17 yang bisa diakses secara bebas di situs FIFA dan IFAB, yang efektif berlaku sejak 1 Juni 2016, tepatnya di Law 03 ayat 2, tentang jumlah pemain pengganti. Pada bagian kompetisi resmi, disebutkan bahwa sebuah kompetisi bisa bebas menentukan, dalam aturannya, jumlah pemain pengganti yang diizinkan untuk didaftarkan, dari sekurang-kurangnya tiga dan sebanyak-banyaknya 12 pemain.

Berikut bunyi aturan tersebut:

The competition rules must state how many substitutes may be named, from three to a maximum of twelve.

Terjemahannya:

“Peraturan kompetisi harus menyebutkan berapa jumlah pemain pengganti yang bisa didaftarkan, dari tiga hingga maksimal 12 pemain.”

Artinya, sebuah kompetisi resmi yang di bawahi FIFA, konfederasi (tingkat benua seperti AFC), atau asosiasi sepakbola sebuah negara (PSSI), boleh mengatur jumlah pemain pengganti yang didaftarkan hingga maksimal 12 pemain. Artinya, jumlah sembilan pemain pengganti yang diatur oleh PT LIB untuk Liga 1 mendatang sesuai dengan Laws of the Game FIFA dan IFAB.

Yang lebih menarik tentu perubahan kedua, tentang jumlah pergantian pemain. Pada bagian yang sama di ayat yang sama di Law 03, tersebutlah:

A maximum of three substitutes may be used in any match played in an official competition organised under the auspices of FIFA, confederations or national football associations.

Terjemahannya:

“Maksimal tiga pergantian pemain bisa digunakan di pertandingan apapun di sebuah kompetisi resmi yang diselenggarakan di bawah naungan FIFA, konfederasi, atau asosiasi sepakbola nasional.”

Artinya, aturan lima pergantian pemain yang di Liga 1 nanti bertentangan dengan Laws of the Game 2016/17 yang berlaku sejak 1 Juni 2016 sampai Laws of the Game 2017/18 berlaku.

Nah, IFAB, selaku badan yang berwenang melakukan perubahan pada Laws of the Game, setiap tahunnya melakukan Annual General Meeting (AGM) atau Rapat Umum Tahunan, di mana perubahan Laws of the Game selalu dibahas. Untuk perubahan pada Laws of the Game 2017/18 sendiri sudah dibahas pada AGM tahun 2017 ini yang diselenggarakan pada 3 Maret 2017 lalu di Stadion Wembley, Inggris, dan menghasilkan beberapa perubahan yang cukup menarik, termasuk pada aturan jumlah pergantian pemain.

Tidak ada perubahan pada jumlah pemain pengganti yang didaftarkan, namun ada perubahan menarik pada bagian jumlah pergantian pemain yang bisa dilakukan. Menurut dokumen Laws of the Game 2017/18: Law Changes, Practical Guideline changes, yang dikeluarkan IFAB pada Maret 2017 ini, tercantum detail perubahan tersebut.

Pada Laws of the Game 2017/18 yang akan mulai berlaku pada 1 Juni 2017 nanti (atau bisa diberlakukan juga pada kompetisi yang dimulai sebelum 1 Juni – Liga 1 adalah salah satunya), tertulis teks baru yang mengubah aturan lama yang tercantum di atas:

The number of substitutes, up to a maximum of five, which may be used in any match played in an official competition will be determined by FIFA, the confederation or the national football association except for Men and Women competitions involving the 1st teams of clubs in the top division or senior ‘A’ international teams, where the maximum is three substitutes.

Terjemahan:

“Jumlah pergantian pemain, maksimal hingga lima pergantian, bisa digunakan di pertandingan apapun dalam sebuah kompetisi resmi yang akan ditentukan oleh FIFA, konfederasi, atau asosiasi sepakbola nasional, kecuali kompetisi pria dan wanita yang melibatkan tim utama klub-klub di divisi teratas atau tim nasional senior ‘A’, di mana maksimal pergantian pemain adalah tiga.”

Pada bagian Explanation atau penjelasan, tertulis pula:

FIFA, confederations and national football associations can allow up to a maximum of five substitutes in all competitions except at the highest level.

Terjemahan:

“FIFA, konfederasi, dan asosiasi sepakbola nasional bisa mengizinkan maksimal lima pergantian pemain di semua kompetisi kecuali di level tertinggi.”

Dari penjelasan tersebut, jelaslah sudah: lima pergantian pemain memang diizinkan mulai Laws of the Game 2017/18 mendatang, tapi tidak di kompetisi level tertinggi. Artinya, aturan lima pergantian pemain ini bisa digunakan di Liga 2 atau Liga U-19 yang katanya akan digelar, tapi aturan ini tidak bisa diterapkan di Liga 1 selaku kompetisi sepakbola tertinggi yang resmi di bawah naungan PSSI.

Kesimpulan

Jika aturan lima pergantian pemain yang dikatakan oleh CEO PT LIB tersebut benar-benar diberlakukan, ini artinya aturan Liga 1 akan menabrak Laws of the Game yang diatur oleh IFAB dan berlaku bagi sepakbola di bawah naungan FIFA. Aturan baku yang memang wajib diikuti PSSI sebagai anggota FIFA.

Nah, kalau aturan ini benar-benar akan tetap diberlakukan, hanya ada dua kesimpulan yang bisa diambil: Liga 1 bukan kompetisi resmi (seperti Indonesia Soccer Championship lalu), yang artinya boleh menentukan aturan sendiri sesuai yang disukai operatornya, atau Liga 1 bukan kompetisi tertinggi di Indonesia yang resmi di bawah naungan PSSI.

Atau mungkin, secara luar biasa, PSSI telah melobi FIFA agar bisa menerapkan aturan sendiri tanpa harus mengikuti Laws of the Game.

Temukan feature baru setiap harinya di FourFourTwo.com/ID