Menanti Indonesia Soccer Championship: Sang Pelepas Dahaga Kompetisi Liga

Dahaga akan kompetisi liga di Indonesia mungkin akan segera berakhir. Tapi masih ada tanda tanya besar di balik rencana penyelenggaraannya...

Tepat pada pertengahan bulan April tahun lalu, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi dibekukan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Pembekuan tersebut dilakukan menyusul tidak adanya kejelasan dari pihak Arema Cronus dan Persebaya Surabaya terkait legalitas keduanya untuk mengarungi kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015. Ya, dua klub asal Jawa Timur tersebut tercatat tidak mampu memberikan sejumlah syarat administrasi yang diminta oleh pihak Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

Dengan begitu, otomatis BOPI enggan merestui ISL bergulir. Sebelumnya, BOPI memberikan restu kepada PSSI untuk memulai kompetisi namun hanya dengan 16 klub saja (tanpa Arema dan Persebaya). Namun, PSSI bergeming dan tetap menjalankan kompetisi dengan tetap 18 klub, ini juga dilakukan atas persetujuan FIFA yang memperbolehkan otoritas sepakbola nasional tersebut menggelar kompetisi.

Surat peringatan (SP) pun telah dilayangkan oleh Imam Nahrawi selaku Menpora, sayang PSSI tak menanggapinya. Alhasil, lewat Surat Keputusan Menpora yang dilayangkan sehari sebelum Kongres Luar Biasa PSSI digelar, Imam Nahrawi akhirnya menindak tegas dengan benar-benar memberhentikan segala aktivitas PSSI. Tak ayal jika konflik yang melibatkan PSSI dan pemerintah membuat FIFA selaku otoritas sepakbola dunia turun tangan dengan menjatuhkan sanksi kepada Indonesia.

BACA JUGA Nasib sepakbola Indonesia yang semakin tak menentu

Setahun berlalu, wacana tentang penyelenggaraan kompetisi pun kembali terdengar. Setelah menjamurnya turnamen yang digelar baik oleh swasta maupun pemerintah, akhirnya kompetisi kembali akan bisa dinikmati -semoga saja. Kabar ini pun disambut baik oleh seluruh pihak yang berkutat dalam persepakbolaan nasional.

Kompetisi yang dimaksud adalah Indonesia Soccer Championship (ISC) - sebelumnya bernama Indonesian Super Competition. Dan dahaga yang ditahan selama kurang lebih 12 bulan pun sepertinya akan benar-benar berakhir. Bagaimana tidak? Setelah setahun lamanya tak disuguhkan dengan aksi-aksi kompetitif dari klub dan pemain idola, akhirnya ada juga pihak yang berani menggelar liga kendati Indonesia masih berada dibawah sanksi FIFA.

Persipura, langganan final ISL dalam 6 musim terakhir

Kompetisi itu sendiri rencananya  bakal berjalan selama sembilan bulan dan akan dilaksanakan mulai pada tanggal 15 April 2015 sampai 18 Desember 2016 mendatang. "Kompetisi diprediksi selesai pada 18 Desember 2016. Artinya, kompetisi berlangsung selama sembilan bulan," ujar Joko dikutip Sepakbolamagz.

Pihak PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku penyelenggara menyebut jika kompetisi ini nantinya dibagi menjadi dua grup, ISC A dan ISC B. Dalam ISC A, 18 klub yang sebelumnya berpartisipasi di ISL akan ditempatkan dalam satu wilayah

Pihak PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku penyelenggara menyebut jika kompetisi ini nantinya dibagi menjadi dua grup, ISC A dan ISC B. Dalam ISC A, 18 klub yang sebelumnya berpartisipasi di ISL akan ditempatkan dalam satu wilayah. Sementara itu, ISC B menggunakan format yang berbeda; sebanyak 59 klub peserta di ISC B dibagi ke dalam delapan grup di babak penyisihan. Kemudian, dua klub teratas dari masing-masing grup akan berlaga di babak 16 besar. Selanjutnya, para pemenang berhak tampil di perempat final, semifinal, dan final.

Joko Driyono selaku Direktur PT GTS menyatakan bahwa mereka tidak memberlakukan adanya promosi dan degradasi. Hal tersebut lantaran SK Pembekuan Menpora terhadap PSSI tak kunjung dicabut. Akan tetapi tak menutup kemungkinan apabila perseteruan antara pemerintah dan PSSI selesai, maka pihaknya akan memberlakukan promosi dan degradasi layaknya kompetisi normal.

Persyaratan agar klub bisa lolos ke ISC A sendiri cukup ketat. Ya, Joko Driyono mengatakan jika dalam kompetisi ini ada sejumlah aturan penting. Yang pertama adalah masalah dana, dalam hal ini anggaran belanja (membeli pemain) tiap klub maksimal Rp 10 miliar dan minimal Rp 5 miliar.  Itu dilakukan sebagai upaya melindungi klub-klub dari pailit ke depannya. “Artinya, klub tidak bisa terlalu boros, tapi tidak boleh terlalu hemat dalam merekrut pemain, misalnya pemain amatir. Itu dilakukan untuk menjaga persaingan,”  ujarnya.

Selain itu akan ada pengurangan poin jika klub diketahui menunda gaji para pemain. Detailnya: Jika klub menunda pembayaran gaji satu pemain selama satu bulan, poin dikurangi satu. Jika ada satu pemain yang gajinya ditunda selama dua bulan, poin dikurangi tiga, sedangkan jika ada lima pemain yang gajinya ditunggak hingga lima bulan maka klub akan kehilangan hak komersil (subsidi).

Keseriusan PT GTS dalam menyelenggarakan ISC pun terlihat dari apa yang mereka lakukan mulai dari awal Maret kemarin. Salah satunya adalah melakukan verifikasi dengan mendatangi satu persatu klub yang akan berpartisipasi dalam kompetisi. Dalam kunjungannya itu, pihak GTS mempertanyakan sejumlah masalah yang berkaitan dengan persoalan manajemen, di antaranya laporan keuangan klub (termasuk pajak), dan sistem penyelesaian sengketa klub dengan pemain. Tak sampai disitu, sebagai penyelenggara, operator liga tersebut juga menyatakan bahwa pihak mereka akan menggelar sejumlah kompetisi usia muda dan turnamen yang akan digulirkan dalam waktu dekat. Di antaranya adalah ISC U-21 A (ISL U-21), ISC U-17, Piala Nusantara dan Piala Presiden.

Persija akan jadi salah satu pesert ISC A

BACA JUGA EKSKLUSIF: Kesedihan Van Dijk Atas Kondisi Menyedihkan Sepakbola Indonesia

Berikut ini 18 klub peserta Indonesia Soccer Championship A 2016:

1. Semen Padang
2. Sriwijya FC
3. Persija Jakarta
4. Persib Bandung
5. Madura United (dulu bernama PBR)
6. Persela Lamongan
7. Persegres Gresik United
8. Arema Cronos
9. Surabaya United
10. Barito Putera
11. Mitra Kukar
12. Bali United
13. Persiba Balikpapan
14. PSM Makasar
15. Persiram Raja Ampat
16. Perseru Serui
17. Persipura Jayapura
18. Pusamania Borneo 

Apakah penyelenggaraan ISC adalah legal di mata hukum dan pemerintah? Klik di sini!