Menanti PSS Sleman dan BCS Beraksi di Liga 1 Indonesia

Melihat performa mereka di sepanjang fase grup, peluang PSS Sleman untuk bermain di Liga 1 musim depan sepertinya akan cukup besar.

Pertengahan April lalu, di sebuah warung makan di sekitar sekretariat Brigata Curva Sud, Sleman, Zulfikar pernah mengatakan bahwa harapan terbesarnya di musim ini adalah melihat PSS Sleman menjadi juara Liga 2 dan bermain di Liga 1 di musim berikutnya. Ia mengatakannya dengan amat jelas. Sorot mata di balik kacamatanya terlihat tajam penuh keyakinan.

“Saya nggak peduli. Tujuan BCS bukan mau dapat penghargaan atau pujian apapun. Yang terpenting bagi kami adalah mendukung PSS seratus persen dengan harapan mereka bisa juara dan berlaga di Liga 1 musim depan,” ujar anggota BCS itu ketika saya singgung soal didaulatnya mereka sebagai ultras terbaik di Asia oleh Copa90 beberapa waktu lalu.

Saya dan dua orang kawan yang menemani ketika itu tertegun mendengar ucapannya. Kami tak menimpali kecuali berusaha meng-amin-kan.

Tujuan BCS bukan mau dapat penghargaan atau pujian apapun. Yang terpenting bagi kami adalah mendukung PSS seratus persen dengan harapan mereka bisa juara dan berlaga di Liga 1 musim depan

- Zulfikar, salah satu anggota penting di Brigata Curva Sud

Suasana sempat hening beberapa saat sebelum Fikar kembali mengatakan sesuatu. “Diminum dulu kopinya,” ujarnya memecah keheningan. Saya kemudian menyeruput kopi hitam yang sudah tak terlalu panas lagi itu.

Di BCS, Fikar bukanlah anggota biasa. Ia tergolong orang penting dan menjadi salah satu penggerak kelompok suporter yang secara resmi lahir pada 2011 itu. Arif Juliwibowo, manajer PSS Sleman, bahkan mengenal Fikar sebagai salah satu sosok sentral. “Dia seperti pelaksana harian BCS,” katanya.

Namun, ketika saya temui pada siang yang terik itu, Fikar justru mengenalkan diri sebagai relawan. “Saya volunteer, Mas, relawan,” katanya diiringi tawa.

Pages