Mengapa Alvaro Morata adalah Striker yang Sempurna untuk Manchester United

Seandainya Manchester United bisa membuat Real Madrid menjual salah satu lulusan terbaik akademi mereka ini, Ryan Baldi berpendapat Alvaro Morata bisa memberikan solusi yang ideal untuk masalah Jose Mourinho di lini depan.

Sebelumnya, sudah ada tanda-tanda bahwa kita akan melihat saga transfer paling menarik di musim panas ini, namun kisah ini sudah berakhir sebelum benar-benar dimulai. Setelah Pengadilan Olahraga Spanyol memutuskan untuk tetap menjalankan hukuman larangan transfer Atletico Madrid, Antoine Griezmann memilih untuk bertahan dengan klubnya untuk setidaknya setahun lagi alih-alih pergi ke Manchester United. Ia merasa bukan hal yang adil meninggalkan tim asuhan Diego Simeone ini di saat mereka tidak mampu mendatangkan pengganti dirinya. 

Morata diberikan kesempatan menjalani debut profesional pada tahun 2010 oleh Jose Mourinho saat keduanya bekerja bersama di Bernabeu

Akibatnya, United mengubah fokus mereka dan kini berusaha meningkatkan kekuatan di lini depan mereka dengan mencari pemain no. 9 yang lebih tradisional. Romelu Lukaku dan Andrea Belotti sudah disebut-sebut sebagai target mereka, namun tampaknya The Red Devils lebih dekat untuk mendatangkan Alvaro Morata dari Real Madrid.

Fakta bahwa Zlatan Ibrahimovic tidak diberikan kesempatan untuk memperpanjang kariernya di Old Trafford hingga musim kedua pun menambah alasan bagi Red Devils untuk mencari striker baru.

Morata, yang diberikan kesempatan menjalani debut profesional pada tahun 2010 lalu oleh Jose Mourinho saat keduanya bekerja bersama di Bernabeu, membuat munculnya perbedaan pendapat di kalangan fans United. Beberapa melihat pemain 24 tahun ini sebagai striker kelas atas yang mampu mempertajam lini depan mereka yang musim lalu begitu lemah, sementara sebagian yang lain berpikir bahwa juara Inggris 20 kali ini tidak seharusnya menghabiskan uang £64 juta untuk pemain yang kesulitan menembus line-up utama Madrid di sepanjang musim 2016/17.

Solusi yang sempurna

Sebenarnya, meski ia bukanlah pilihan utama di tim juara Eropa milik Zinedine Zidane, Morata adalah pilihan sempurna untuk United dan Mourinho.

Sepanjang karirnya sebagai manajer, Mourinho selalu lebih menyukai tipe penyerang bertubuh tinggi besar di lini depan untuk memimpi serangan timnya – misalnya Benni McCarthy di Porto, Diego Milito di Inter, dan juga Didier Drogba, lalu Diego Costa di Chelsea. Striker yang tinggi, punya fisik bagus, atletis, kuat di udara, dan tidak takut menghadapi tantangan apapun.

Walaupun bukan merupakan sosok ‘brutal’ seperti penyerang-penyerang Mourinho sebelumnya, Morata yang memiliki tinggi 188 cm ini merupakan pemain yang keberadaannya sangat dirasakan di kotak penalti lawan, ia juga memiliki tubuh yang atletis dan pergerakan yang bagus untuk membuatnya punya kelebihan dibandingkan pemain yang memimpin serangan United sepanjang musim lalu.

Alvaro Morata

Real Madrid mengaktifkan opsi pembelian kembali untuk memulangkan Morata

Di luar semua kelebihannya, Ibrahimovic, di usia 35 tahun, sudah tidak lagi mampu berlari sekeliling lapangan seperti yang dulu ia lakukan. Pemain Swedia bertubuh jangkung ini memang membawa kepemimpinan, mentalitas pemenang, dan gol – total 28  gol – ke Old Trafford musim lalu. Kontribusi yang ia berikan untuk kesuksesan klub ini di Piala Liga dan Europa League sama sekali tidak bisa diremehkan.

Namun Ibrahimovic juga bisa menjadi sosok yang membuat frusteasi. Dengan minimnya pergerakan dan mobilitas yang dibutuhkan timnya di lini depan, mantan bintang Milan dan PSG ini seringkali memperlambat serangan dan, karena ia selalu terikat dengan posisinya di tengah-depan, menjadi titik di mana serangan United berjalan (dan juga menjadi sosok yang biasanya memang selalu mereka andalkan).

Selalu mau dan bisa berlari di sisi kosong manapun di lapangan dan tidak egois di dalam kotak penalti, Morata akan menjamin penyebaran gol yang lebih demokratis di dalam tim ini

Ini artinya, jika Zlatan tidak menciptakan gol, United secara keseluruhan akan kesulitan menciptakan gol. Datang ke sisi merah Manchester dengan begitu banyak orang yang meragukan dirinya, total 17 gol dari 28 pertandingan rasanya cukup untuk membungkam para kritikusnya. Namun fakta bahwa pencetak gol terbanyak kedua skuat Mourinho ini adalah Juan Mata dengan hanya enam gol menunjukkan bahwa Ibrahimovic merupakan sosok yang menyedot begitu banyak kesempatan mencetak gol.

Dengan Morata, ini tidak akan terjadi. Selalu mau dan bisa berlari ke sisi kosong manapun di lapangan dan tidak egois di dalam kotak penalti, ia akan menjamin penyebaran gol yang lebih demokratis dan merata di dalam tim ini.