Mengapa Alvaro Morata Lebih Baik Daripada Diego Costa Bagi Chelsea

Kehilangan Diego Costa memang sebuah kerugian bagi Chelsea, tapi kedatangan Alvaro Morata akan lebih dari sekadar menggantikan kekosongan itu - Morata bisa memberikan nilai lebih yang tak bisa diberikan Diego Costa. Seperti apa?

Inflasi bukan hanya terjadi pada perekonomian suatu negara, tapi juga terjadi saat ini di bursa transfer pemain dengan harga-harga pemain yang terus melambung tinggi. Jika harga Kyle Walker sebesar £50 juta ketika Manchester City membelinya dari Tottenham Hotspur, bagaimana dengan Paolo Maldini, Cafu, Roberto Carlos, atau Gianluca Zambrotta? Logikanya, lebih tinggi dibanding Walker – dengan memperhitungkan, prestasi, pengalaman, dan kualitas permainan.

Karenanya, jangan heran jika tiap tahunnya di bursa transfer musim panas selalu ada rekor transfer yang pecah: baik itu rekor transfer klub atau dunia. Tahun lalu Manchester United memecahkan rekor transfer dunia atas nama Paul Pogba di mahar £89 juta, dan tahun ini, mereka membeli Romelu Lukaku seharga £75 juta yang dapat meningkat hingga £90 juta.

Bersama Man City, Man United merupakan tim Inggris yang total dalam membelanjakan uang mereka. Pun demikian dengan juara bertahan Premier League, Chelsea, yang sudah mengeluarkan kurang lebih £120 juta untuk mendatangkan tiga pemain: Antonio Rudiger, Tiemoue Bakayoko, dan Alvaro Morata.

Namun manajer Chelsea, Antonio Conte, sebetulnya bukan pelatih yang mendatangkan pemain hanya karena nama besar atau kualitas bermain mereka, melainkan memperhatikan kebutuhan tim. Musim lalu contohnya: David Luiz dibeli untuk menjadi libero Chelsea, N’Golo Kante menjadi motor penggerak di lini kedua ketika bertahan dan juga transisi menyerang, sementara Marcos Alonso sukses menghidupkan serangan di sisi kiri permainan.

Jadi, tidak ada kamusnya pemain yang dibeli Conte datang untuk jadi pemain cadangan atau untuk sekedar menyenangkan fans. Terutamanya Morata yang datang dengan banderol £58 juta dan bisa meningkat hingga £70 juta. Ia bukan hanya memecahkan rekor transfer termahal klub, yang sebelumnya dibuat kala membeli Fernando Torres pada Januari 2011 (dengan harga sekitar £50 juta), ia juga diplot untuk menggantikan Diego Costa yang sudah tidak diinginkan Conte.

Morata vs Costa

Bukan tugas yang mudah menggantikan Costa, tapi, Morata dapat memberikan layanan premium bintang lima yang berbeda ketimbang Costa dengan kemampuannya sendiri. Morata dan Costa adalah dua striker top dunia, namun memiliki gaya bermain yang berbeda. Sederhananya, Morata adalah pemain serba bisa yang aktif bergerak mengisi ruang, sementara Costa adalah bomber oportunis yang begitu mengerikan di dalam kotak penalti lawan – secara harfiah maupun kiasan.

Morata dan Costa adalah dua striker top dunia, namun memiliki gaya bermain yang berbeda

Costa mencetak total 22 gol musim lalu dan 20 gol di antaranya tercipta di Premier League, yang berbuah titel Premier League bagi The Blues. Sementara Morata yang menyandang status penyerang kedua Real Madrid setelah Karim Benzema, mampu menciptakan total 20 gol di seluruh kompetisi (15 di La Liga), yang berujung pada gelar ganda La Liga dan Liga Champions bagi El Real.

Jumlah gol memang jadi penilaian standar untuk seorang penyerang yang tugasnya memang mencetak gol, tetapi perlu diingat bahwa penggunaan jumlah gol sebagai tolok ukur absolut seorang penyerang hanya terjadi di masa lalu. Kini, di era sepak bola modern, striker juga dituntut untuk bisa terlibat serangan yang dibangun tim, membantu tim bertahan, merebut bola, dan aktif membuka ruang bagi rekan setimnya. Nah, hal ini menjadi keunggulan Morata ketimbang Costa.