Analisa

Mengapa Arsenal Musim Ini Jauh Lebih Baik Daripada Tahun-Tahun Sebelumnya

Bobby Gardiner berada di Stadium of Light bersenjatakan aplikasi analisis Stats Zone saat The Gunners tampil mempesona…

We are part of The Trust Project What is it?

Sesaat, semuanya tampak sangat ‘Arsenal’. Setelah mendominasi sepanjang babak pertama menghadapi Sunderland dan terlihat tidak mendapatkan ancaman apapun di awal babak kedua, pertahanan yang layak dipertanyakan dari Gooners berakhir dengan Petr Cech menjatuhkan Duncan Watmore di kotak penalti, yang diselesaikan dengan sempurna oleh Jermain Defoe.

Dengan berbagai kejadian di masa lalu, Anda bisa dimaafkan jika berpikir bahwa pertandingan sudah berakhir, dan sisa 35 menit sepertinya akan mengulang berbagai usaha penuh frustasi Arsenal untuk mengamankan poin penuh yang layak mereka dapatkan dengan cara yang sudah kita biasa lihat. Ditambah dengan anggapan bahwa tim ini tidak memiliki rencana cadangan, semuanya terlihat seperti sudah ditakdirkan.

Pendapat ini terbawa tidak hanya ke penampilan Arsenal di pertandingan, tapi juga pada dalam pembelian pemain. Anggapan yang telah lama muncul adalah klub ini, dalam beberapa waktu terakhir, membutuhkan seorang striker baru untuk memberikan ‘opsi yang berbeda’ atau alternatif secara taktis dari Olivier Giroud dalam kemampuannya sebagai pencetak gol. Kedatangan Lucas Perez terlihat seperti pengakuan Arsene Wenger akan anggapan ini, setelah penyerang Spanyol ini datang dari Deportivo yang memiliki sistem taktik yang sangat berbeda, di mana mereka merupakan tim yang memainkan bola panjang (long ball) terbanyak di La Liga musim lalu.

Namun, secepat kondisinya memburuk untuk Arsenal, mereka kembali membalikkan keadaan lagi. Terlebih lagi, mereka melakukannya dengan para pemain yang, kecuali Shkodran Mustafi, mereka gunakan musim lalu, dan penyelamat mereka tidak lain dan tidak bukan adalah Olivier Giroud yang terus diserang semua orang. 

Bellerin sang pseudo-winger

Salah satu hal paling menarik dalam taktik Arsenal ini adalah peran ganda Hector Bellerin sebagai full-back dan pseudo-winger (‘pemain sayap palsu’). Diberkahi dengan kecepatan seorang pelari cepat, pemain 21 tahun kelahiran Katalan ini bisa berada di posisi yang jauh di depan saat Arsenal menguasai bola, dan sekaligus bisa berlari kembali dengan cepat untuk memastikan areanya tidak menjadi kelemahan untuk tim saat mereka tidak menguasai bola.

Ini adalah peran yang sangat mirip dengan Dani Alves di Barcelona dalam beberapa tahun terakhir, dan karenanya tidak mengherankan jika Bellerin berulang kali dihubungkan dengan rencana ‘pulang ke rumah’ ala Cesc Fabregas. Untungnya bagi para fans Arsenal, Wenger baru-baru ini berusaha untuk mengikat Bellerin lebih dari tiga tahun di kontraknya sekarang, dan juga menambahkan bahwa “Saya rasa dalam hidup Anda, tidak perlu bermain di mana Anda lahir. Kehidupan modern tidak seperti itu.”

Gol pertama Arsenal menunjukkan keuntungan posisi Bellerin sebagai pemain sayap tambahan. Dalam pergerakan cantik yang menghasilkan 22 umpan, rekor tertinggi untuk serangan yang berujung pada gol di Premier League musim ini, orang Spanyol ini memainkan empat di antaranya. Posisi tinggi dan melebar miliknya di awal laga membuat Alex Oxlade-Chamberlain bisa menerobos ke area tengah untuk membuka jalan. Setelah mengulang penguasaan bola dengan sabar, pasangan ini bertukar posisi, memberikan Chamberlain kesempatan untuk melewati lawan dan melepaskan umpan silang berbahaya ke Alexis Sanchez, yang secara atletis melompat dan mengalahkan Lamina Kone.

Normalnya di musim ini, Theo Walcott menjadi pihak yang diuntungkan dari kemampuan Bellerin untuk mendukung serangan dan juga tampil kompeten di lini belakang. Ketika Chamberlain bermain sebagai sayap tradisional menghadap Sunderland sebelum ia digantikan di babak kedua, Walcott cenderung tidak terlibat dalam permainan, terutama saat memulai pergerakan, sebelum akhirnya terlibat di akhir pertandingan. Iwobi, pasangan Walcott di sisi kiri dalam sebagian besar musim ini, menciptakan lebih dari dua kali lipat umpan dalam 90 menit dibandingkan orang Inggris ini. 

Taktik ini sangat sesuai untuk Walcott dan bisa menjelaskan penampilan fantastisnya hingga sekarang di musim ini, di mana ia telah menciptakan 5 gol dan 3 gol di Liga Champions. Chamberlain tampil bagus saat menghadapi Sunderland, tapi sepertinya akan dikembalikan ke bangku cadangan saat Walcott kembali dari cedera hamstring ringan yang ia derita. 

Giroud + Perubahan bentuk

Wenger merasakan perubahan dibutuhkan segera setelah gol Sunderland, dan dengan cepat memasukkan Giroud untuk menggantikan Alex Iwobi. Orang Nigeria ini cenderung tak banyak berkontribusi di laga ini jika dibandingkan penampilan lainnya di musim ini, tapi ini bukan karena ia kurang terlibat – meski digantikan di menit ke 68, Iwobi menyelesaikan umpan di sepertiga akhir paling banyak di antara pemainnya, 19 kali sukses dari 21 kali usaha. Banyak umpan Iwobi yang dimainkan ke arah belakang sehingga Arsenal bisa mengubah permainan untuk menargetkan sisi kiri Sunderland yang lemah.

Perubahan bentuk lainnya, dengan Aaron Ramsey masuk menggantikan Chamberlain sehingga Arsenal terlihat menumpuk banyak pemain di lini tengah dengan kedua full-back mereka berada di posisi tinggi untuk menguasai lebar lapangan, terbukti terlalu sulit untuk diredam Sunderland, dan merekapun akhirnya luluh lantak.

Optimisme yang terus tumbuh

Kemenangan ini membuat Arsenal melompat ke puncak klasemen, meski kemudian disusul lagi oleh Manchester City dan Liverpool yang sama-sama menang, dan berada satu langkah di depan dalam cerita tahunan tentang optimisme yang tumbuh dari para fans dan pihak netral tentang peluang mereka musim ini. Yang akan membuat kagum siapapun yang menyaksikan pertandingan ini adalah ketajaman yang ditunjukkan Gooners setelah Sunderland menciptakan gol, dan taktik yang dipilih Wenger untuk bisa membuat ini terwujud.

Faktor lainnya adalah, dan hal ini cukup mengerikan, Arsenal masih belum memainkan 11 pemain terbaik mereka. Santi Cazorla, Nacho Monreal, dan Theo Walcott, semuanya dipastikan merupakan starter, tidak masuk dalam skuat karena cedera ringan, sedangkan Lucas Perez dikabarkan harus absen sekitar 6 pekan.

Apakah musim ini akan berakhir dengan ‘sangat Arsenal’ atau tidak masih harus dinantikan, tapi kesempatan mereka untuk menaklukkan pesimisme yang kerap hadir terus meningkat.

Feature Stats Zone lainnya