Tren Taktik: Mengapa Ball-Playing Defender Telah Menjadi Fenomena Baru Sepakbola Modern Saat Ini?

Istilah ini telah muncul selama beberapa waktu terakhir: ball-playing defender. Apa maksudnya dan apa yang membuat seorang pemain belakang bisa masuk dalam kategori ball-playing defender? Renalto Setiawan memberikan penjelasan...

Selama tujuh tahun Jurgen Klopp tak pernah bosan berdiri di pinggir lapangan untuk memimpin Borussia Dortmund bertanding. Pun demikian dengan para pemain Dortmund. Seperti kuda liar, mereka terus berlari mengejar bola, melakukan tekanan di daerah lawan, untuk menuruti segala kemauan Klopp. Ya, kemauan Klopp yang dikenal dengan sebutan gegenpressing tersebut kemudian menjadi salah satu kunci kebangkitan Dortmund di Bundesliga.

Lima piala berhasil dibawa pulang ke Signal Iduna Park, markas Dortmund, dengan cara seperti itu. Dua di antaranya adalah gelar Bundesliga (musim 2010/11 dan musim 2011/12), di mana gelar yang mereka dapatkan pada musim 2011/12 berhasil menciptakan rekor baru di Bundesliga: Dortmund juara dengan perolehan 81 angka, jumlah angka tertinggi dalam sejarah panjang sepakbola Jerman -  walau rekor ini kemudian dipecahkan Bayern Muenchen satu musim berikutnya.

Meski begitu, pada musim terakhir Klopp bersama Dortmund (musim 2014/15), kapal Dortmund mulai tampak oleng. Pemain-pemain Dortmund mulai kelelahan untuk terus menuruti kemauan Klopp. Nafas dan kaki mereka menjadi berat. Konsentrasi mereka pun jauh menurun. Dortmund hanya mampu mencetak 47 gol dan kemasukkan 42 gol pada musim tersebut -- mereka hanya surplus 5 gol! Hasilnya, meski akhirnya mampu finis di urutan ketujuh Bundesliga saat Bayern Muenchen berpesta, Dortmund sempat akrab dengan zona degradasi hingga akhir putaran pertama liga.

Dengan pendekatan seperti itu, Bundesliga musim 2015/16 tampaknya akan menjadi musim yang berat bagi Dortmund. Penggemar Dormund mulai khawatir. Selain karena pemain-pemain kesayangannya mulai mengalami penurunan, mereka takut jika kepergian Klopp, salah satu pelatih terbaik yang pernah mereka milik,  akan semakin membenamkan tim kesayangannya ke dalam kegelapan. Namun, di saat seperti itulah Thomas Tuchel kemudian muncul dengan ide-ide gila yang selama ini hanya dia simpan di dalam kepalanya.

Di tengah-tengah bayangan masa suram yang menyelimuti nalar sehat penggemar-pengemar Dortmud, pelatih yang pernah menghabiskan waktu berjam-jam bersama Guardiola di sebuah restoran hanya untuk membahas taktik sepakbola tersebut mengubah cara main Dortmund. Di bawah Tuchel, kaki-kaki para pemain Dortmund terlihat lebih rancak saat memainkan bola, dan Dortmund menjadi sebuah tim yang terlihat lebih nyaman saat menguasai bola.

Di bawah Tuchel, Matthias Ginter berkembang sebagai ball-playing defender

Pada musim terakhir Klopp, rataan penguasaan bola Dortmund di Bundesliga hanya mencapai 53,3% di setiap pertandingan. Tuchel membuat rataan penguasaan bola Dormund meningkat sebesar 7% pada musim perdananya, yaitu menjadi 61% dalam setiap pertandingan. Dan sejauh musim ini berjalan, rataan penguasaan bola Dortmund meningkat menjadi 63,6% di setiap pertandingan, hanya kalah dari Bayern Munchen di jajaran top Liga Eropa.

Tuchel berhasil meyulap para bek tengah Dortmund yang sebelumnya terlihat seperti tukang jagal, menjadi para bek tengah yang pandai menjaga sirkulasi bola

Salah satu mantra yang dirapal Tuchel untuk mencapai keingannya tersebut adalah berhasil meyulap para bek tengah Dortmund yang sebelumnya terlihat seperti tukang jagal, menjadi para bek tengah yang pandai menjaga sirkulasi bola. Mereka lebih pintar mengumpan daripada sebelumnya, dan umpan-umpan tersebut mampu menjaga kohesi tim saat melakukan serangan. Dengan pendekatan seperti itu, Dortmund sering melakukan build-up serangan dari lini belakangnya. Dan cara itu adalah salah satu kunci kehebatan Dortmund di bawah asuhan Tuchel belakangan ini.

Sejauh ini, di liga-liga top Eropa, tak ada pemain yang lebih banyak melakukan percobaan umpan daripada Matthias Ginter, bek tengah Dormund. Delapan kali tampil di pusat pertahanan Dortmund, Ginter rata-rata melakukan 95,9 kali umpan dalam setiap pertandingan. Dengan jumlah percobaan umpan sebanyak itu,  tingkat akurasi umpan Ginter yang berhasil mencapai 88,8%  tentu saja tergolong hebat.