Mengapa Chelsea Perlu Khawatir Mimpi Buruk 2015/16 Akan Terulang Kembali

Dari juara bertahan menjadi tim penuh masalah yang hanya mampu mengakhiri musim di papan tengah. Musim 2015/16 adalah musim penuh mimpi buruk bagi Chelsea, dan ada alasan kenapa semua fans The Blues wajib khawatir mimpi buruk itu datang lagi...

Mengenang Musim 2015/16

Suporter Chelsea sibuk berkicau di dunia maya dalam dua bulan terakhir. Ada kekhawatiran jika tim kesayangan mereka akan mengulang periode buruk di musim 2015/16 karena lambatnya pergerakan petinggi klub membeli pemain baru untuk musim yang bakal jauh lebih berat di 2017/18.

Pelajaran berharga yang didapatkan setelah berhasil menjuarai Premier League 2014/15 dengan catatan 38 pekan menduduki puncak klasemen, namun terpuruk di musim berikutnya karena ketidakjelian dalam melaksanakan strategi transfer, adalah bahwa dengan status juara mereka saat ini tak ada yang bisa memberikan jaminan tentang apa yang akan terjadi di musim yang akan datang jika tak ada pembenahan skuat secara signifikan. Kualitas Chelsea dipertanyakan sekali pun mereka menorehkan rekor 30 kemenangan sepanjang musim 2016/17. Catatan prestisius Antonio Conte di musim perdananya di Inggris diwarnai dengan keraguan sejumlah pihak yang menilai Chelsea 'diuntungkan' karena absen di kompetisi Eropa.

Conte menjalani musim yang luar biasa di 2016/17, tapi itu tak menjamin optimisme fans

Ingatan pendukung Chelsea masih sangat jelas mengenai apa yang terjadi pada dua tahun silam. Pada musim panas 2015, Jose Mourinho yang masih menduduki kursi manajer saat itu sudah menyerahkan nama-nama-nama pemain yang diincarnya ke pihak manajemen jauh-jauh hari sebelum kompetisi berakhir. Namun yang didapatkannya di akhir Agustus, saat bursa transfer ditutup, adalah kenyataan bahwa dia diberi pemain yang bahkan diakuinya tak pernah ia dengar namanya.

Mourinho sendiri ketika itu dikabarkan sangat ingin mendatangkan Paul Pogba, John Stones, dan Antoine Griezmann, namun tak satu pun yang mendarat di Stamford Bridge. Jika kita lebih detail mengamati periode sebelum musim Premier League 2015/16 dimulai, masa pra-musim The Blues sudah menggambarkan kekacauan seperti apa yang akan menimpa pasukan Mourinho saat itu tanpa penambahan pemain baru. Mereka takluk dari klub MLS, Red Bull, dengan skor 4-2, dan hanya bisa memenangi laga lewat adu penalti melawan PSG dan Barcelona yang tidak memasang komposisi tim terbaik mereka, setidaknya dalam satu babak, sementara Mourinho tampak begitu serius menurunkan susunan terbaik timnya saat itu.

The Blues lantas kalah dari Arsenal di ajang Community Shield dan menutup laga pra musim dengan kalah 0-1 dari Fiorentina.

Kegagalan The Pensioners mendaratkan pemain-pemain incarannnya membuat Mourinho sudah tidak mampu lagi menyembunyikan kecemasan dan rasa frustrasi yang ditanggungnya. Terkenal memiliki intuisi yang tajam, Mou sepertinya sudah menyadari di awal musim bahwa timnya tak akan mampu berbicara banyak untuk mempertahankan gelar tanpa tambahan pemain baru.

Yang amat disayangkan, dia lantas melampiaskan emosinya dengan cara yang teramat memalukan, mencaci dua anggota tim medis Chelsea yang sedang memberikan perawatan kepada Eden Hazard dalam laga kontra Swansea yang berakhir dengan skor 2-2. Situasi internal tim terganggu karena insiden yang dibicarakan berbulan-bulan oleh media.

Hazard dan tim medis sempat menjadi korban rasa frustrasi Mourinho di 2015/16

Laga menghadapi The Swans tersebut digelar pada Agustus 2015, tiga pekan sebelum bursa transfer ditutup. Kala itu, Mourinho memang masih punya tiga pekan untuk berharap pada kemampuan petinggi klub agar mereka bisa mendatangkan pemain yang diharapkannya. Tapi, tiga pekan sebelum bursa transfer ditutup adalah keterlambatan bagi seorang Mourinho, sosok perfeksionis yang di musim panas sebelumnya mendesak petinggi klub merampungkan kesepakatan beberapa pemain incarannya sebelum ia dan timnya menjalani tur musim panas.

Saat timnya terbang ke Austria pada Juli 2014, dia sudah memiliki Cesc Fabregas, Diego Costa, Mark Schwarzer, dan Filipe Luis, dan klub sudah melepas Ashley Cole, Frank Lampard, Demba Ba, Samuel Eto'o, dan Henrique Hilario. Sebagian besar urusan transfer penting beres sebelum masa persiapan mereka sesungguhnya dimulai dan akhirnya semua rencana matang Mou tereksekusi dengan mulus untuk membawa The Pensioners menjuarai liga di akhir musim.

Sangat kontras dengan yang terjadi pada musim panas 2015, yang kemudian berujung performa buruk tim, pemecatan The Special One, tim finis di peringkat 10, tanpa gelar, dan absen di kompetisi Eropa setelah belasan tahun berkompetisi di sana.  

Pages