Mengapa Christian Eriksen adalah Bintang Spurs yang Paling Kurang Dihargai

Jurnalis FFT, Chris Flanagan, berada di tribun pers White Hart Lane pada hari Minggu lalu untuk menganalisis kemenangan 2-0 Tottenham atas Manchester City menggunakan Stats Zone - GRATIS di iOS dan Android

Di tengah pemberitaan tentang negosiasi kontrak Christian Eriksen baru-baru ini, ada klaim yang mengejutkan. Bukan tentang laporan bahwa pria Denmark itu meminta gaji £150.000 per pekan sebelum menandatangani kontrak baru berdurasi empat tahun pada awal September. Bukan, yang mungkin lebih mengejutkan adalah bahwa sampai saat itu, setidaknya menurut Evening Standard, Eriksen hanya digaji £30.000 setiap pekan.

Benar, £30.000 adalah gaji yang besar bagi sebagian orang, tapi di dunia sepakbola nilai itu sudah basi. Dalam sebuah industri di mana besaran gaji telah berubah, gaji Eriksen tampaknya tidak sesuai dengan apa yang sekarang mewakili nilai pasar di Premier League. Jika hal tersebut benar, Spurs telah membuat kesepakatan yang bagus saat mereka merekrut sang gelandang dari Ajax tiga tahun lalu. 

Eriksen mungkin tidak menjadi pemberitaan utama sesering rekan-rekannya – Harry Kane, Dele Alli dan Eric Dier telah menjadi pusat perhatian musim lalu, sementara performa Moussa Dembele menuai banyak pujian. Bahkan Erik Lamela yang kembali bersinar lebih sering dibicarakan. Baik Dembele dan Lamela kabarnya mendapatkan gaji lebih dari dua kali lipat dari gaji Eriksen musim lalu, menurut artikel yang ditulis Evening Standard.

Christian Eriksen

Eriksen mengalahkan Fernando dalam pertarungan di lini tengah melawan Man City

Musim ini perhatian telah beralih ke Son Heung-min, namun Eriksen selalu ada dan selalu berpengaruh, tetapi jarang diberi pujian atas kualitas berkelas yang ia tunjukkan setiap kali ia menyentuh bola. 

Memainkan peran penting melawan City 

Eriksen telah menunjukkan fleksibilitas dengan sering bermain di area sayap untuk Spurs dalam beberapa kesempatan, meskipun posisi gelandang tengah tampaknya merupakan posisi yang paling cocok untuk beberapa atribut yang dimilikinya. Melawan Manchester City, ia dimainkan di tengah dan menjalankan skema permainan. 

Eriksen adalah pengumpan terbanyak Tottenham, dia menyelesaikan 39 umpan, dan memberikan kontribusi terbesar dalam 40 menit pertama saat Spurs menguasai permainan dan memimpin 2-0.

Meskipun beroperasi di tengah, ia sering berlari ke sayap, seperti yang terlihat dari 38 umpan yang diterimanya. Sebagian besar di antaranya adalah umpan-umpan pendek dari pemain sayap – Eriksen seperti selalu hadir dan siap mengambil bola dan melanjutkan serangan.