Mengapa Euro 2016 Hanya Menghasilkan Sedikit Gol?

So it’s official: this summer’s edition in France is the lowest-scoring yet in comparison to the 16-team format. Alex Keble looks at what’s to blame, and what’s ahead

Suara-suara ketidakpuasan pelan-pelan semakin besar dan memang sulit untuk membantah bahwa ada sesuatu yang familiar saat Inggris yang kesulitan hanya bermain imbang 0-0 melawan Slowakia pada Selasa dini hari lalu. Itu adalah skor yang sama dengan Perancis di malam sebelumnya.

Euro 2016 bukannya tak memberikan sesuatu yang menyenangkan, tetapi pada akhirnya malam yang membosankan ketika sebuah tim kesulitan membuka tembok pertahanan yang kokoh tim lainnya menjadi sesuatu yang biasa terjadi di turnamen ini sejauh ini. Bahkan sebelum empat pertandingan terakhir Grup A dan Grup B (yang hanya menghasilkan empat gol), 24 pertandingan pertama Euro 2016 mencatatkan jumlah gol terendah di sepanjang sejarah turnamen ini.

Pada edisi sebelum-sebelumnya, sejak format turnamen ini ditingkatkan dari 8 tim ke 16 tim sejak Euro 96, pertandingan ke-24 menandai akhir babak grup. Dan meski putaran terakhir babak grup di Perancis masih akan dilaksanakan, sepertinya itu adalah titik terbaik untuk mulai menganalisis statistik yang tersedia.

24 pertandingan pertama Euro 2016 menghasilkan 47 gol – 13 gol lebih sedikit daripada empat tahun yang lalu, delapan lebih sedikit dari turnamen dengan jumlah gol terendah kedua (Euro 96), dan 18 gol lebih sedikit daripada turnamen dengan jumlah gol tertinggi (Euro 2000). Empat pertandingan sejak itu adalah: Swiss 0-0 Perancis, Rumania 0-1 Albania, Slowakia 0-0 Inggris, dan Rusia 0-3 Wales. 

Lebih banyak tim tapi kurang berdampak bagus

Bahkan jika putaran terakhir di babak grup ini mencatatkan 27 gol, menyamai rekor gol tertinggi di putaran terakhir babak grup Euro, rataan gol yang tercipta tetap hanya 2,06 gol per pertandingan

Apakah momen terbaik di babak grup belum terjadi? Seperti yang diindikasikan tabel di bawah, tiga dari lima edisi Euro menghasilkan jumlah gol terbanyak di putaran terakhir babak grup, tetapi pola yang muncul tak begitu terlihat dan inkonsisten.

Namun, bahkan jika putaran terakhir di babak grup turnamen 2016 menyamai rekor gol tertinggi di putaran terakhir babak grup Euro (yang terjadi pada tahun 2000 dan 2004), rataan gol yang tercipta tetap hanya 2,06 gol per pertandingan, lebih kecil daripada 2,29 gol yang terjadi di babak grup turnamen dengan jumlah gol terendah kedua (1996).

Jika laga-laga penentu di Grup A dan Grup B bisa menjadi gambaran, hal ini sepertinya tidak akan terjadi.

Ketika melihat diagram di bawah, perlu diingat bahwa ada empat pertandingan tambahan per putaran di Euro 2016 dibandingkan turnamen sebelum-sebelumnya

Format dengan jumlah peserta yang bertambah ini mungkin tidak menjelaskan kondisi minimnya jumlah gol di turnamen saat ini. Tetapi, mungkin juga format ini adalah penyebabnya – berkat bertambahnya tim-tim yang lebih kecil dan menggunakan taktik defensif dan juga sistem peringkat ketiga terbaik.