Mengapa Firmino Adalah Sosok Yang Sempurna Bagi Klopp

Setelah start karier yang lambat di Premier League, pemain Brasil ini mulai mengambil peran sentral di Liverpool. Edward Stratmann menganalisis mengapa pemain berusia 24 tahun ini adalah sosok yang ideal untuk memimpin lini depan The Reds yang berwajah baru ini...

Juergen Klopp memberikan informasi yang menarik mengenai peran Roberto Firmino ketika berbicara kepada televisi Amerika setelah kemenangan besar 4-1 Liverpool atas Manchester City. “Sebelum pertandingan, saya katakan kepadanya bahwa ia adalah seorang striker yang terkadang bisa menjadi seorang gelandang – bukan gelandang yang terkadang menjadi seorang striker,” katanya.

Manajer The Reds ini kemudian menjelaskan bagaimana ia menginstruksikan Firmino untuk bermain di tengah sesering mungkin untuk memastikan Liverpool punya ujung tombak di depan. Sementara peran bebas yang ia miliki membuatnya bisa bergerak ke sisi lapangan ketika diperlukan, Firmino memberikan outlet yang brilian untuk Liverpool untuk menyerang lewat interpretasinya yang brilian atas peran false nine.

Firmino kerap bergerak dan berubah posisi dari bertahan jauh di depan dan turun ke belakang untuk memastikan pergerakan umpan timnya terus berjalan lancar. Pergerakannya membuatnya bisa menemukan celah di lini belakang Manchester City, dan membuat para pemain lawan sakit kepala karenanya.

Bagaimana Ia Mencuri Ruang Dengan Timing Sempurna

Pergerakannya yang cerdas menciptakan ruang bagi rekan-rekan setimnya, dengan satu bek tengah City, Eliaquim Mangala atau Martin Demichelis, terpaksa harus mengikutinya ke manapun ia berlari. Ini secara konsisten membuka ruang besar di lini belakang City, yang kemudian bisa dieksploitasi oleh Philippe Coutinho dan Adam Lallana.

Entah itu dengan berlari ke depan atau mengejar bola, Firmino menjadi ancaman yang konstan bagi para pemain belakang City

Entah itu dengan berlari ke depan atau mengejar bola, Firmino menjadi ancaman yang konstan bagi para pemain belakang City, yang sangat membutuhkan bantuan dari para pemain tengah mereka untuk menghadapi ancaman yang diberikan oleh eks pemain Hoffenheim ini.

Ketika bermain jauh di depan dan berhadapan langsung dengan bek terakhir lawan, Firmino menunjukkan kemampuan yang sangat bagus dalam hal menentukan kapan ia akan berlari dalam waktu yang pas ke dalam kotak penalti, yang menjadi sarana menyerang yang sangat bagus bagi tim asuhan Klopp ini. Memang ia seharusnya bisa mencetak lebih dari satu gol, tetapi Firmino bisa selalu berada di posisi yang membahayakan lawan.

Karenanya, tidaklah mengejutkan ketika gol pembuka Liverpool, gol bunuh diri Mangala, terjadi setelah Firmino berlari maju ke dalam kotak penalti. Penentuan waktu pergerakannya membuat pemain lawan kesulitan, dan dengan umpan bagus Coutinho ke arahnya, setelah ia melakukan dribel ke arah tengah, membuat Mangala hanya bisa memotong bola ke dalam gawangnya sendiri.

Teknik Plus Fisik yang Mumpuni

Kemudian terjadi golnya sendiri setelah 32 menit, yang merupakan hasil dari pergerakannya yang tak terduga ke dalam kotak penalti. Coutinho memastikan upaya Firmino untuk berlari maju memberikan hasil, dengan memberikan bola kepada kompatriotnya tersebut yang bisa diteruskannya dengan mudah. Dari sudut pandang Klopp, kerja kerasnya ketika tak memiliki bola tentu merupakan hal yang menyenangkan, tetapi ia juga sama mengesankannya ketika ia menerima bola.

Bakat teknik Firmino membuatnya penyerang yang harus diakui di Etihad Stadium, seperti yang ia tunjukkan dengan kemampuan dribelnya yang hebat, sentuhan pertama yang bagus, dan kemampuannya untuk melakukan kerja sama dengan umpan-umpannya yang baik. Gabungkan kualitas-kualitas tersebut dengan kecepatan, kekuatan, dan agilitasnya, dan ia pun menjadi ancaman yang komplet yang pada akhirnya gagal untuk bisa dihadapi dengan benar oleh tim asuhan Manuel Pellegrini.

Menariknya, sebelum golnya di menit ke-32 tersebut, sentuhan pertama Firmino dan umpan yang sangat bagus ke James Milner menjadi katalis untuk terjadinya pergerakan yang ia akhiri sendiri dengan golnya. Assist sempurnanya kepada Coutinho selanjutnya menjadi gambaran sempurna bagaimana pemain Brasil ini merupakan seorang pengumpan yang hebat.

Berbicara tentang Coutinho, hubungan Firmino dengan rekan senegaranya tersebut juga menjadi sorotan utama bagi Liverpool pada Sabtu malam lalu. Keduanya saling memberikan assist, tetapi lebih dari itu, mereka memperlihatkan pengertian yang luar biasa atas momentum dan pergerakan satu sama lain, dan keduanya pun menghasilkan kombinasi yang sangat berbahaya bagi City di sepanjang pertandingan.

Liverpool Diuntungkan Keputusan Aneh Dunga

Dari sudut pandang Klopp, kerja kerasnya ketika tak memiliki bola tentu merupakan hal yang menyenangkan, tetapi ia juga sama mengesankannya ketika ia menerima bola.

Keputusan aneh Dunga untuk tak memasukkan keduanya ke skuat Brasil baru-baru ini untuk pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawan Argentina dan Peru menguntungkan Liverpool, yang menggunakan dua minggu ekstra mereka di lapangan latihan dengan baik.

Tidak harus melakukan perjalanan jauh ke Amerika Selatan juga membuat mereka bisa dalam keadaan bugar dan siap untuk pertandingan ini, sesuatu yang membantu Firmino dalam upayanya memberikan tekanan terus menerus ketika lawan menguasai bola. Sebagai bagian dari skema besar Klopp untuk menutup pergerakan lawan secara kohesif, Firmino dan rekan-rekan penyerangnya membuat para pemain belakang dan gelandang bertahan City tersiksa dengan upaya mereka yang tanpa lelah untuk terus mengejar bola, yang membuat The Citizens kesulitan untuk membuat pergerakan umpan yang terstruktur dari belakang.

Contoh sempurna upaya defensif Firmino terjadi sebelum assistnya untuk Coutinho di menit ke-23, ketika ia mengejar Demichelis dan Mangala untuk kemudian memenangkan bola di wilayah lawan. Klopp telah mengatakan berkali-kali bahwa ia yakin usaha menekan yang bagus adalah playmaker paling efektif yang ada, sesuatu yang terlihat betul dalam kemenangan tandang pertama mereka atas City dalam tujuh setengah tahun.

"Tidak Eliquim, tidak sedikitpun kamu bisa menjaganya"

Secara keseluruhan, ini adalah penampilan yang hebat dari Firmino, dengan kreativitas, pergerakannya yang tak bisa diprediksi, pemosisian diri yang cerdas, dan upaya defensif yang hebat yang menyatu untuk menghasilkan penampilan yang bagus.

Meski masalah cedera memberikan start yang sulit bagi kariernya di Liverpool, penunjukkan Klopp telah membantunya untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Tiba-tiba, Christian Benteke dan Daniel Sturridge punya tugas yang besar jika mereka ingin menggeser posisi Firmino yang begitu mobil di lini depan, dan membuat pemain Brasil ini terlihat sebagai kandidat yang ideal untuk memimpin lini depan Liverpool beroktan tinggi asuhan Klopp.

Baca artikel pilihan seperti ini lainnya hanya di FFT.com