Analisa

Mengapa Gelandang Bertahan Bisa Jadi Kunci Kesuksesan Tim-Tim Peserta Piala Dunia 2018

Gelandang bertahan menjadi sosok penting dalam Piala Dunia 2018. Mengapa mereka sangat penting agar bisa memberikan gelar juara untuk negaranya?

We are part of The Trust Project What is it?

Semua orang tentu menunggu penyerang terbaik berulang kali membobol gawang lawannya dalam Piala Dunia 2018 di Rusia kali ini. Namun tidak hanya perlu memperhatikan unit penyerangan paling mematikan, kita juga tidak boleh melupakan peran unit pertahanan dalam sebuah raihan kemenangan.

Berkembangnya dunia sepak bola dalam taktik dan formasi merupakan salah satu hal paling menarik dari olahraga ini. Dari formasi tiga bek, beralih ke empat bek lalu sejak Antonio Conte melatih Juventus, komposisi tiga bek kembali digemari lagi.

Hebatnya, sepak bola modern tidak bisa melupakan posisi gelandang bertahan. Posisi yang jika dibedah, sangatlah krusial untuk kemenangan bagi sebuah tim. Sejak dekade 60an, selalu muncul nama gelandang bertahan yang menjadi jagoan di timnya masing-masing.

Sebut saja Zito dari Brasil, Frank Rijkaard dari Belanda, Lothar Matthaus dari Jerman, Andrea Pirlo dari Italia dan masih banyak lagi. Uniknya, gelandang bertahan juga punya gaya bermain yang berbeda-beda. Ada yang bermain adu fisik seperti Roy Keane, siap bermain kotor sepanjang 90 menit seperti Diego Simeone atau memiliki kemampuan menyerang serta bertahan yang sama baiknya seperti Edgar Davids. Semua ada perannya masing-masing.

Untuk Piala Dunia kali ini, negara unggulan juga memboyong gelandang bertahan terbaik mereka ke Rusia. Ada N’Golo Kante di Prancis, Nemanja Matic di Serbia, Sergio Busquets di Spanyol, Casemiro di Brasil serta Sami Khedira di Jerman. Dan mereka adalah kunci permainan bagi skuadnya. Tapi pertanyaannya sekarang adalah kenapa mereka sangat penting?

DINDING PERTAHANAN PERTAMA

Ketika sebuah tim sedang menyerang maka garis pertahanan akan perlahan naik ke wilayah lawan. Semua fokus untuk mencetak gol. Tapi bagaimana jika bola tiba-tiba direbut dan lawan melancarkan serangan balik? Itulah tugas pertama gelandang bertahan.

Sebagai dinding pertahanan pertama, mereka harus secepat kilat memotong alur serangan lawan. Tanpa kompromi. Karena jika bola tidak berhasil mereka rebut kembali, ini akan menjadi situasi berbahaya untuk timnya.

Dalam Piala Dunia 2018, peran ini sangat fasih diperankan Kante. Dalam pertandingan melawan Australia, ia mencatatkan tiga tackle, dua intercept dan empat clearance. Secara lugas, ia berhasil mematahkan usaha Australia untuk menyerang. Begitu juga saat menang melawan Peru. Kante adalah dinding pertahanan di sektor gelandang yang sulit untuk ditembus.