Analisa

Mengapa Indonesia Dianggap Wakil Terbaik Asia di Turnamen Toulon 2017

We are part of The Trust Project What is it?

Kekalahan dari Republik Ceska sendiri memberi bukti kepada siapa pun yang menyaksikan pertandingan tersebut, bahwa sejatinya Indonesia tidak pantas kemasukan dua gol. Kesalahan dari pemain-pemain belakang Indonesia sendiri mengakibatkan terjadinya blunder yang bisa dimanfaatkan oleh striker-striker Republik Ceska. Andai anak-anak muda ini bermain lebih tenang, mungkin satu poin bisa mereka dapat dari laga kedua.

Pada laga pamungkas menghadapi Skotlandia, Indonesia akhirnya bisa memecahkan telur yang bertahan selama dua laga. Gol tersebut dibuat oleh Hanis Saghara Putra yang sukses menemukan celah saat terjadi kemelut di depan gawang Skotlandia.

Sebelum terjadinya gol perdana Garuda Muda ini, Indonesia menunjukkan skema permainan yang rapi. Total ada 8 umpan pendek sebelum gawang Skotlandia bobol lewat kaki kanan Hanis di menit 24.

Keunggulan ini sayangnya tidak bisa dipertahankan oleh anak-anak muda Indonesia. Dua gol dari Ryan Hardie (salah satunya penalti) kembali membuat Indonesia harus tertunduk lesu. Skor 1-2 menjadi penutup dari laga pamungkas grup C Toulon Tournament 2017. 

Indonesia Menarik Perhatian Dunia

Selepas laga menghadapi Skotlandia, Indonesia tetap diberikan kredit atas performa menawan yang telah ditunjukkan. Indra Sjafri bahkan mendapat pujian dari pihak panitia. Mereka menilai jika permainan tim muda Indonesia lebih baik ketimbang Bahrain dan Jepang yang juga berpartisipasi di ajang yang sama.

Panitia turnamen menilai jika permainan tim muda Indonesia lebih baik ketimbang Bahrain dan Jepang yang juga berpartisipasi di ajang yang sama

"Di turnamen ini kita lawan pemain yang umurnya di atas kita. Kata panitia di turnamen ini, dibandingkan dengan Jepang dan Bahrain, (sebagai) wakil dari Asia, kita lebih baik," kata Indra.

Sementara itu, meski tidak mampu lolos ke babak selanjutnya, Indonesia patut berbangga karena salah satu pemain, Egy Maulana Vikri, mendapatkan penghargaan Jouer Revelation Trophee. Gelar itu membuat Egy menyamai prestasi Cristiano Ronaldo dan Zinedine Zidane yang juga pernah meraihnya saat berusia muda.

Foto: http://www.festival-foot-espoirs.com/

"Setiap tahun hanya satu pemain yang menerima piala ini. Cristiano Ronaldo, Zinedine Zidane pun pernah menerima piala ini," kata Bandung Saputra, media officer timnas Indonesia U-19.

"Meskipun turnamen ini belum selesai, tapi Egy dinilai dari statistiknya layak mendapatkan piala ini. Biasanya piala ini dikasih di akhir turnamen. Tapi karena timnas U-19 pulang besok ya langsung dikasih habis laga melawan Skotlandia oleh panitia turnamen Toulon," tambahnya.

Di sisi lain, Egy mengungkapkan jika ia dan rekan-rekannya sudah bermain bagus secara tim. “Kami sudah melakukan yang terbaik. Dengan turnamen ini kami bisa menyiapkan diri untuk menghadapi kejuaraan Asia. Sejauh ini kami tidak buruk!” ungkap Egy.

“Kami punya banyak kesulitan, kami kalah tinggi karena kami cukup kecil (posturnya). Kami harus memainkan umpan-umpan pendek. Kami juga sangat kurang dalam hal penyelesaian akhir.”

Terkait gelar pribadi yang ia dapatkan, pemuda yang juga mendapatkan gelar pemain terbaik di gelaran Gothia Cup 2016 itu mengaku terkejut atas terpilihnya ia sebagai pemain terbaik di Toulon Tournament. “Secara pribadi saya tak pernah terpikirkan soal penghargaan pemain terbaik ini. Kami bermain sebagai tim, dan saya memenangkan gelar ini berkat semua peran teman-teman saya,” ujar Egy.