Analisa

Mengapa Jose Mourinho dan Paul Pogba Tidak Akan Pernah Cocok di Man United

We are part of The Trust Project What is it?

Mourinho sepertinya tidak pernah berpikir para gelandangnya lebih daripada sekadar pemain-pemain fungsional. Baginya, mereka adalah bagian dari sebuah struktur, yang harus memastikan segalanya berada di tempat yang seharusnya. Sepanjang mereka melakukan apa yang ia perintahkan, ia tidak akan punya masalah dengan mereka. Semangat kebebasan bukanlah hal yang ia sukai. Seperti yang ditulis Miguel Delaney di The Independent pekan ini, jika Mourinho bisa memainkan tiga Nemanja Matic di lini tengah, ia akan melakukannya. Dan setidaknya hal itu membuat kekagumannya akan Scott McTominay bisa dimengerti.

Paul Pogba

Pogba and Mourinho have a pleasant chat during Man United's loss to Tottenham

Hal ini tentu membuat kita bertanya-tanya, mengapa United merekrut Pogba tak lama setelah mereka menunjuk Mourinho. Apakah ini hanya semacam usaha untuk menunjukkan niat akan adanya perubahan; apakah pembelian itu untuk menambahkan aspek tidak bisa diprediksi dari Setan Merah? Apakah ini adalah upaya yang didorong rasa panik setelah melihat situasi skuat United – suatu upaya untuk memasukkan seorang pemain kelas atas ke lingkungan penuh pemain berstatus semenjana?

Jika Mourinho bisa memainkan tiga Nemanja Matic di lini tengah, ia akan melakukannya. Dan setidaknya hal itu membuat kekagumannya akan Scott McTominay bisa dimengerti

Apakah ini adalah usaha yang salah perhitungan dari klub untuk menunjukkan bahwa mereka masih mampu menarik minat pemain yang paling diinginkan di Eropa sekalipun? Apakah ini adalah bagian dari rencana bisnis untuk memiliki sebuah merek baru? Apakah ini karena urusan yang belum selesai melihat bagaimana ia pergi dari klub ini di masa lalu?

Mungkin, alasan sebenarnya adalah kombinasi dari dugaan-dugaan di atas. Yang pasti adalah United telah membeli seorang pemain yang membuat manajer baru mereka – seseorang yang harus berkomitmen dengan mereka untuk setidaknya tiga tahun – tidak tahu harus berbuat apa.

Kegembiraan dan frustrasi

Bagi fans Manchester United, hal ini mungkin cukup menjengkelkan, tetapi dari sudut pandang netral pun ini membuat frustrasi. Bahkan ketika ia tidak dalam performa terbaiknya, ada kesenangan tersendiri melihat Pogba bermain. Adalah sebuah pengalaman estetika dan penuh pembelajaran ketika kita bisa mengacuhkan segalanya dan hanya menonton Pogba bermain Ia tidak perlu benar-benar melakukan banyak hal, tetapi melihat bagaimana ia bergerak ke berbagai penjuru lapangan adalah pengalaman yang membingungkan namun menyenangkan.

Paul Pogba

Pogba's game-changing display against Man City showed him at his best

Setelah beberapa waktu, Anda mungkin akan berpikir bahwa seseorang dengan tubuh sebesar itu seharusnya tidak memiliki gerakan yang begitu elegan, dan seharusnya tidak memiliki pergerakan yang begitu cair. Lelaki Prancis itu bisa melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat pemain lain: ketika ia dalam performa terbaiknya, ia bisa memberikan umpan-umpan yang pasti tepat sasaran, dan akan digunakan sesuai keinginannya. Tetapi ketika ia tidak dalam kondisi terbaik, umpan-umpan itu bisa dengan mudah dipatahkan atau malah keluar lapangan. Singkatnya, menyaksikan Pogba terkadang bisa mengingatkanmu mengapa kita menyaksikan sepakbola.