Analisa

Mengapa Liverpool vs Real Madrid Layak Disebut Pertarungan Besar dalam Sepakbola

Zinedine Zidane Champions League final

Meski memiliki sejumlah persamaan yang tidak terlalu berarti, Real dan The Reds sangat berbeda di dalam dan di luar lapangan. Dengan final Liga Champions sudah di depan mata, Alex Hess menjelaskan mengapa perbedaan mereka terlihat lebih menonjol... 

We are part of The Trust Project What is it?

Tidak satu pun dari kedua klub ini bersedia mengakuinya, tetapi dengan mereka tengah mempersiapkan pertandingan hari Sabtu, Liverpool dan Real Madrid mungkin memiliki lebih banyak kesamaan daripada yang Anda kira. Keduanya menutup musim di kancah domestik dengan tertinggal jauh dari sang juara, Liverpool 25 poin di belakang pemuncak klasemen, sementara Madrid 17 poin.

Kedua tim dipimpin oleh seorang pencetak gol yang sangat produktif, permainan mereka bergantung pada pemain nomor 9 yang sama-sama pekerja keras. Kedua tim juga memiliki seorang manajer karismatik yang telah berhasil menyatukan semua orang di dalam klub. Tapi yang paling penting, kedua klub juga memiliki kepentingan khusus dalam perjalanan mereka di Liga Champions mereka musim ini...

Seperti yang dikatakan Toni Kroos awal musim ini: "Liga Champions melepaskan kekuatan yang spesial dalam diri Real Madrid." Jika itu terdengar sedikit melodramatis, Anda bisa mengamati daftar tim juara akhir-akhir ini. Dengan tiga kali menjadi juara dalam empat musim terakhir, Real Madrid jelas merupakan penguasa dari kompetisi ini.

Liverpool juga yakin bahmwa mereka memiliki faktor x jika bicara soal kompetisi Eropa, dan perjalanan mereka ke final menunjukkan mungkin mereka ada benarnya. Di Merseyside,  gema dari sebuah tim yang diisi dengan sekumpulan anak muda yang pemberani, dipimpin seorang manajer yang dianggap bak pahlawan oleh suporter, kesuksesan mereka menaklukkan tim Inggris yang jauh lebih kaya daripada mereka, dan perjalanan panjang mereka ke final (karena harus terlebih dahulu melalui kualifikasi), sulit untuk diabaikan. Kedua kubu suporter melihat kebenaran dari sebuah gagasan bahwa, untuk alasan yang tepat, tim mereka memang ditakdirkan untuk menjadi juara di hari Minggu (waktu Indonesia).

Perbedaan Indentitas

Namun, di sanalah persamaan di antara kedua tim berakhir. Karena meskipun kedua finalis tahun ini memiliki kesamaan tertentu, sulit untuk mengabaikan perbedaan signifikan di antara kedua klub.

Liverpool adalah klub yang berasal dari kota yang mendefinisikan diri mereka sebagai kubu yang melawan pembangunan di seluruh penjuru Inggris, tidak terkecuali ibukota. Ini adalah wilayah di mana penduduknya bicara dengan aksen yang sangat kental, di mana pemilih Partai Buruh melebihi jumlah Konservatif dengan perbandingan 10 banding 1, dan di mana ketidakpercayaan terhadap pemerintahan pusat selalu bergelora. Ketika Pangeran Harry dan Meghan Markle menikah akhir pekan lalu, satu bar di pusat kota di Merseyside sedang sibuk mengadakan pesta bertema 'F ** k the Royals' (Persetan dengan pernikahan kerajaan).

'The People's Republic of Liverpool', adalah kata-kata yang tertulis di banner the Kop. "Kami bukan rakyat Unggris, kami adalah Scouse," bunyi tulisan di banner lainnya. Liverpool juga selalu tampil dengan luar biasa ketika mengusung semangat 'kami melawan mereka' saat beraksi di atas lapangan. Tim ini sekarang dilatih oleh pria Jerman, yang dipimpin oleh seorang pria Mesir dan dikapteni oleh orang Wearside. Namun ada sesuatu yang luar biasa dalam gaya permainan mereka yang agresif, 'sekalian atau tidak sama sekali', dan kegembiraan yang mereka tunjukkan saat berhasil menaklukkan tim-tim terbaik.

Jurgen Klopp adalah figur yang sempurna untuk melatih sebuah klub yang kemenangan terbaiknya menjungkirbalikkan prediksi, dan memang, seluruh proyek yang dilakukannya di Anfield sejauh ini telah menyempurnakan gagasan Liverpool sebagai tim yang melawan dominasi. Itu cukup berhasil: keberhasilan terbesarnya adalah menciptakan kondisi di mana tim dengan pelatih yang dihormati secara global, memiliki bek tengah dengan harga mencapai £75 juta, dan penyerang baru terbaik Eropa masih dianggap sebagai tim yang tidak diunggulkan dalam partai final nanti.