Mengapa Para Penggemar Sepakbola Ingin Buffon Juara Liga Champions

Setelah dua kesempatan dan dua kegagalan, Gianluigi Buffon sekali lagi akan bermain di final Liga Champions. Mengapa kali ini banyak pecinta sepakbola menginginkannya untuk juara?

Sedih rasanya ketika beberapa hari yang lalu, saya melihat sebuat komentar bernada merendahkan untuk Gianluigi Buffon di halaman Facebook FourFourTwo Indonesia. Komentar tersebut, kurang lebih, mengatakan bahwa Buffon sebetulnya tak spesial-spesial amat, dan keberhasilannya mencatatkan begitu banyak cleansheet lebih dikarenakan ia memiliki bek-bek hebat di depannya.

Sang komentator kemudian juga mengatakan, coba Buffon bermain dengan bek-bek kelas dua. Mungkin, ia tidak akan terlihat sehebat sekarang.

Sekilas, apa yang dikatakan oleh sang komentator ada benarnya; Buffon mungkin akan lebih banyak terekspos lawan jika ia tidak memiliki Leonardo Bonucci, Giorgio Chiellini, dan Andrea Barzagli di depannya. Trio BBC versi Juventus ini memang jauh lebih bagus dan konsisten daripada trio BBC versi Real Madrid, dan Buffon tentu tertolong betul dengan kehadiran mereka. Tapi, menurut saya, ini seperti memandang sebuah fenomena dari satu sisi saja.

Semestinya, kita juga perlu berpikir dari sudut yang berbeda; trio BBC mungkin tidak akan bermain sebaik yang mereka lakukan selama beberapa tahun terakhir jika tidak ada Buffon. Dengar apa yang dikatakan oleh Gianluca Zambrotta tentang pengaruh kehadiran sang portiere.

“Ketika Anda beruntung untuk bisa bermain dengan seseorang seperti Buffon, selalu ada kemungkinan bahwa jika Anda melakukan kesalahan, ia akan menyelesaikan masalah itu untuk Anda,” kata eks pemain AC Milan, Juventus, dan Barcelona tersebut kepada ESPN FC. “(Kehadirannya) memberikan Anda kepercayaan diri. Memiliki seseorang sepertinya (di belakang Anda) membuat Anda bisa tidur lebih nyenyak.”

Seperti yang dikatakan Zambrotta, kehadiran dan kemampuan Buffon dalam menghentikan segala macam ancaman yang datang ke arah gawangnya memberikan dorongan psikologis kepada para pemain belakang di depannya, baik di Juventus maupun di timnas Italia, untuk bisa bermain lebih bebas, lebih leluasa, dan tak terkekang rasa takut.

Dorongan psikologis ini, pada akhirnya, akan membantu para pemain belakang untuk bermain lebih baik – dan bermain di depan Buffon selama bertahun-tahun, barangkali, juga ikut membantu trio BBC mencapai puncak performa mereka. Singkatnya, mungkin Barzagli, Bonucci, dan Chiellini tidak akan bermain sebagus saat ini jika tidak ada Buffon di belakang mereka selama bertahun-tahun.