Mengapa Pesepakbola Dianjurkan Mandi Air Es Setelah Bertanding?

Baik itu di bathtub atau di dalam ember besar, percayalah: otot-otot Anda akan berterima kasih kepada Anda jika Anda mau berendam dalam air es. Brrr!

Cryotherapy mungkin terdengar seperti sebuah pengobatan dari masa depan yang melibatkan air es, tempat berendam untuk terapi, lalu terbangun pada tahun 2086. Tapi faktanya sederhana: ini adalah istilah untuk sesi mandi dengan air super dingin, dan hal tersebut bisa menjadi jawaban atas rasa nyeri atau sakit di tubuh Anda selepas bertanding sepakbola atau berolahraga.

Sebuah studi tentang bagaimana air dingin bisa membantu tubuh untuk mengurangi nyeri otot – yang biasa dirasakan satu atau dua hari setelah berolahraga berat – menemukan bahwa memang ada penurunan rasa nyeri yang signifikan selama satu hingga empat hari setelah pertandingan jika Anda berendam dalam air dingin.

“Untuk para pemain yang harus bermain dalam waktu berdekatan, ini bisa menjadi opsi pemulihan kondisi otot yang bagus dan cepat, karena ditemukan bahwa penurunan rasa sakit di otot [setelah cryotherapy] mencapai 20 persen,” tutur ilmuwan olahraga Ulster University, sekaligus orang di balik studi tersebut, kepada FFT.

Dalam studinya, Dr Bleakley memperhatikan lebih dari satu lusin percobaan, utamanya dengan atlet laki-laki muda, dan menemukan bahwa dibandingkan dengan hanya beristirahat setelah pertandingan, para pemain yang melakukan berendam selama setidaknya lima menit dalam air dengan suhu 10 hingga 15 derajat celcius, akan merasakan berkurangnya rasa sakit di otot selama empat hari setelahnya.

Namun, ia juga memberikan peringatan, “Anda harus melakukannya secara bertahap. Pertama, mandilah dengan air dingin biasa, sebelum temperatur air diturunkan,” kata Dr. Bleakley. “Mandi air dingin biasa akan memberikan efek kejut fisik pada sistem tubuh ketika Anda memulainya.”

Temukan feature baru setiap harinya di FourFourTwo.com

Topics