Analisa

Mengapa Roberto Firmino Tak Terlalu Dianggap Penting di Brasil

Roberto Firmino

Bakatnya secara bertahap mulai dihargai di Inggris, namun 'Bobby' sebelumnya diberi label "Afonso Alves baru" di negara asalnya. Marcus Alves menjelaskan alasan di balik hal tersebut...

We are part of The Trust Project What is it?

Eduardo Uram selalu mengenakan kaus sutera dalam pertemuan dengan klub sepak bola. Dia merasa harus tampil mengesankan: mantan penjual perhiasan dan jam tangan itu telah menjadi salah satu agen sepak bola paling kuat di Brasil sejak akhir 1990an, dan menjadi penanggung jawab atas transfer Dani Alves dan Maxwell ke Sevilla dan Ajax saat nama mereka belum terlalu terkenal.

Dia juga mewujudkan kesepakatan untuk membawa Roberto Firmino yang masih berusia 19 tahun ke Hoffenheim, setelah gelandang serang itu bersinar bersama Figueirense dan memenangi penghargaan pesepakbola Serie B yang paling menjanjikan di tahun 2010. 

Tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa kebanyakan orang Brasil masih tidak menyadari bakat dari bintang Liverpool itu

Uram adalah mitra kerja Figueirense dan, dengan perusahaan sepak bolanya yang bernama Brasil Soccer, bekerja dengan Figueira di bursa transfer.

Pada tahun 2009, Uram membuat daftar 10 pemain yang ingin dia beli persentase hak ekonominya, dan mendiskusikannya dengan anggota dewan saat naik lift ke pusat latihan mereka. Firmino tidak ada di situ. Jika bukan karena saran perwakilan Figueirense, Uram tidak akan pernah mempertimbangkan nama Firmino.

Dia tak butuh waktu lama untuk mensyukuri keputusannya tersebut: berbulan-bulan kemudian, Uram menghasilkan keuntungan yang lumayan ketika Firmino dijual ke klub Jerman Hoffenheim dengan harga €4 juta.

Uram mengetahui tentang bakat Firmino dengan cara terbaik, yaitu langsung dari seseorang di klub yang telah mengamatinya dari dekat dan jauh lebih awal daripada yang orang-orang lain di tanah airnya. Tetapi hal itu terjadi hampir sembilan tahun yang lalu, dan tidaklah berlebihan rasanya untuk mengatakan bahwa kebanyakan orang Brasil masih tidak menyadari kualitas dari bintang Liverpool itu hingga saat ini.

Roberto Firmino Inggris

Firmino menjadi pemain pengganti di Wembley dalam hasil imbang 0-0

Bobby vs Jesus

Dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan UOL Esporte, pelatih tim nasional Brasil, Tite, memastikan bahwa penyerang Liverpool itu akan berada dalam daftar 23 pemain untuk Piala Dunia. Namun masih ada banyak orang di negara asal Firmino yang tidak menghargai kualitasnya dan lebih memilih pemain lain untuk menggantikannya.

Meski sukses di Premier League dengan 13 gol dan tujuh assist musim ini, pemain asal Brasil ini dinilai masih belum bisa diandalkan negaranya.

Ketika sampai pada perdebatan mengenai siapa yang harus menjadi duet Neymar di lini depan untuk pertandingan pertama Piala Dunia Brasil melawan Swiss pada 17 Juni, Gabriel Jesus dari Manchester City adalah satu-satunya nama yang dijagokan publik dan pengamat sepakbola Brasil. Firmino tidak memiliki kesempatan melawan Jesus untuk merebut hati mereka.

Gabriel Jesus Brasil

Jesus dicintai publik Brasil

Lebih buruk lagi bagi pemain Liverpool ini adalah bahwa perdebatan itu bahkan belum lama muncul. Firmino hanya dianggap sebagai salah satu pemain yang akan berebut posisi pemain cadangan Brasil di Rusia, sebagai pengganti andai Jesus absen.

Etos kerja yang tak kenal lelah dan kecerdasannya mungkin menunjukkan bahwa posisi itu akan menjadi miliknya, tapi dia menghadapi persaingan dari pemain lain yang akan mengejutkan bagi publik Eropa. Dia adalah Diego Souza yang berusia 32 tahun dan hanya menjalani karier singkat di Eropa dan bermain sebagai gelandang sepanjang kariernya, Jo, yang gagal bersinar di Manchester City dan Everton, dan Diego Tardelli, mantan pemain Real Betis dan PSV Eindhoven yang menikmati musim 2017 yang produktif di Tiongkok.