Mengapa Vietnam Bisa Memberi Kejutan Besar di AFF Suzuki Cup 2016

Dalam hal tim favorit di Piala AFF 2016, Thailand jelas secara tepat mendapat paling banyak perhatian. Tapi, seperti dijelaskan John Duerden, ada satu negara lagi yang harus diwaspadai semua peserta lainnya saat turnamen ini dimulai bulan depan...

Sangat pantas jika Thailand secara rutin menjadi yang terbaik di sepakbola Asia Tenggara, setidaknya di arena internasional.

The War Elephants sudah melakukan berbagai pekerjaan berat dalam mencoba membersihkan hutan lebat yang selama ini memisahkan sepakbola Asia Tenggara dengan dunia internasional.

Ada ekspektasi jelas bahwa Thailand akan memenangi Piala AFF untuk kedua kalinya secara berurutan. Tapi mungkin, mungkin saja, ada satu penantang lain yang layak ditakuti yang lain juga

Menjadi tim ASEAN pertama yang lolos ke babak akhir kualifikasi Piala Dunia semenjak tahun 2002 adalah sesuatu yang mengagumkan dan layak dirayakan. Thailand sudah berkembang dan menunjukkan bahwa mereka bisa bersaing dengan tim-tim lain di benua ini.

Hasil yang muncul di babak akhir memang tidak terlalu bagus, tapi penampilan di sebagian besar pertandingan cukup menjanjikan. Yah, setidaknya sampai kekalahan 4-0 atas Irak baru-baru ini yang membuat mereka terpuruk di grup yang berisi enam tim tersebut.

Namun perkembangan mereka secara keseluruhan telah memberikan harapan jelas bahwa Thailand akan memenangi Piala AFF untuk kedua kalinya secara berurutan. Mereka adalah tim yang ingin dihindari oleh yang lainnya di fase grup.

Tapi mungkin, mungkin saja, ada satu penantang lain yang layak ditakuti yang lain juga. Dan tim itu adalah Vietnam. The Golden Stars tampak bagus sejauh ini.

Kemenangan 5-2 dalam pertandingan persahabatan menghadapi Korea Utara di awal bulan ini adalah salah satu penampilan paling bagus yang bisa Anda saksikan dari sebuah tim ASEAN di sepanjang tahun ini. Lebih bagus lagi, pasukan merah ini membalikkan keadaan untuk mengalahkan tim yang sudah pernah bermain di dua Piala Dunia dan lolos dalam dua Piala Asia terakhir secara berurutan.

Vietnam saat beraksi melawan Korea Utara. Foto: Vietnam Football Federation

The Chollima membawa skuat yang tampaknya adalah yang terkuat milik mereka ke Vietnam dan, meski mereka bisa tidak bisa ditebak saat menjalani pertandingan persahabatan, DPRK diharapkan bisa menang. Harapan ini bahkan langsung meningkat saat mereka unggul di awal laga melalui striker Pak Kwang Ryong, yang bermain di Eropa selama lima tahun.

Apa yang terjadi selanjutnya membuat banyak pengamat terkejut.

Tim Vietnam ini terlihat perkasa dan mengambil alih kembali keunggulan beberapa saat setelah menit ke 60 – dan melakukannya dengan penuh gaya.

Vietnam mulai mengambil alih kontrol dari salah satu tim bagus di Asia tersebut. Pemain tengah Nguyen Tuan Anh menjukkan kontrol yang sangat bagus di tengah keramaian untuk melepaskan tendangan ke pojok bawah gawang dan menyamakan kedudukan saat waktu menunjukkan setengah jam.

Rasa lapar tuan rumah terlihat jelas di menit ketujuh babak kedua saat Nguyen Van Toan merebut bola dari tim tamu dan melepaskan umpan ke Le Cong Vinh yang menyelesaikannya dengan baik. Selang beberapa detik, Pak menyamakan kedudukan, namun tim Vietnam ini terlihat perkasa dan mengambil alih kembali keunggulan beberapa saat setelah menit ke 60 – dan melakukannya dengan penuh gaya.

Luong Xuan Trong mencongkel bola melewati bek DPRK ke Vun Van Thanh yang sedang berlari untuk mengontrolnya dengan dada dan melepaskan voli sempurna. Trong kemudian melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti untuk menciptakan gol keempat. Itu adalah tendangan yang cantik dan jika masih belum terasa cukup, masih ada waktu untuk Pham Thanh Luong untuk melesakkan gol kelima ke pojok atas gawang.

Permainan umpan dan lari tim Vietnam ini sulit dihadapi oleh lawan yang lebih berpengalaman, di mana Trong sangat berpengaruh di lini tengah, mengontrol semuanya di belakang lini depan. 

Selanjutnya di halaman berikutnya, termasuk highlight penampilan mengesankan Vietnam melawan Korea Utara