Mengenang Gol Ahn Jung-hwan: Gol yang Mengubah Sejarah Sepakbola Korea Selatan

Ini adalah gol yang tak hanya membuat kariernya di Italia terhenti karena kemarahan pemilik klubnya, Perugia, tapi juga luar biasa berpengaruh bagi negaranya. Ini adalah gol yang tak akan pernah terlupakan karena begitu bersejarah bagi sepakbola Korea Selatan...

Sekitar tiga menit sebelum pertandingan antara Korea Selatan dan Italia mendekati drama adu penalti, salah seorang pemain Korea Selatan mengirimkan umpan silang ke arah kotak penalti Italia. Bola tersebut tepat mengarah ke Ahn Jung-hwan, penyerang Korea Selatan, yang saat itu berada dalam kawalan Paolo Maldini, salah satu bek Italia. Ahn, begitu dia biasa disapa, kemudain melompat untuk menyambut bola, pun demikian dengan Maldini. Namun, karena posisi Ahn lebih dekat dengan bola daripada Maldini, Ia berhasil menanduk bola terlebih dahulu daripada mantan bek AC Milan tersebut.

Langsung ke 4:00 untuk melihat golnya

Bola hasil tandukkan Ahn menukik tajam, mengarah ke gawang, ke sisi sebelah kiri Gianluigi Buffon, penjaga gawang Italia. Berusaha sekuat tenaga melakukan penyelamatan, Buffon ternyata gagal menjangkau bola. Gawang Italia bergetar, begitu pula dengan Stadion Piala Dunia Daejon, Korea Selatan, tempat berlangsungnya pertandingan perempat-final Piala Dunia 2002 itu. Stadion Piala Dunia Daejon bahkan bergetar sangat hebat. Hal ini terjadi karena para pendukung Korea Selatan, yang menjadi penghuni mayoritas tribun stadion itu, melompat dalam waktu yang hampir bersamaan.

Mungkin, getaran hebat tidak hanya terjadi di Stadion Piala Dunia Daejon pada waktu itu, tetapi juga hampir di seluruh dataran Korea Selatan. Bagaimanapun, stadion itu tak mampu menampung seluruh rakyat Korea Selatan. Mereka pastinya tersebar di berbagai tempat, melompat bersama-sama, dan membuat getaran kolektif yang menyebar ke setiap sudut Korea Selatan pada waktu gol itu terjadi.

Stadion Piala Dunia Daejon bahkan bergetar sangat hebat karena para pendukung Korea Selatan, yang menjadi penghuni mayoritas tribun stadion itu, melompat dalam waktu yang hampir bersamaan

The Guardian, salah satu media ternama asal Inggris, sesegera mungkin memperbarui laporan langsungnya mengenai pertandingan itu. Sean Ingle, penulis laporan tersebut, menuliskan, "Luar biasa!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Korea Selatan 2-1 Italia. Dengan tiga menit tersisa di babak perpanjangan waktu, bola jatuh ke arah Ahn Jung-hwan, superstar Korea Selatan, dan tiba-tiba berada di di dalam jaring gawang. Korea Selatan lolos! Italia gagal! Dan Ahn, sang superstar,  baru saja dipeluk oleh seseorang yang mirip dengan Limahl (penyanyi asal Inggris)!"

Dalam laporan Ingle itu, ada dua puluh lima tanda seru setelah kata "luar biasa". Dan apa yang berhasil dilakukan Korea Selatan tersebut memang benar-benar luar biasa. Kemenangan tersebut berhasil membuat Korea Selatan menjadi satu-satunya wakil Asia yang berhasil lolos ke babak semifinal Piala Dunia di dalam sejarah panjang Piala Dunia. Mereka berhasil melakukannya setelah mengalahkan Italia, salah satu tim yang memiliki sejarah besar dalam gelaran Piala Dunia. Tentu saja, itu menjadi sebuah kemenangan bersejarah.