Mengenang Gol David Beckham: Tendangan yang Membawa Seorang Pemuda London ke Puncak Dunia

"Itu adalah momen yang menjadi awal segalanya: perhatian orang-orang, pemberitaan di media, dan ketenaran," tulis Beckham dalam otobiografinya, 'My Side'. "Ketika kaki saya menendang bola, ia juga membuka pintu yang akan menjadi jalan saya di sepanjang hidup saya."

Ratusan atau bahkan ribuan gol cantik telah diciptakan banyak pesepakbola dunia hingga saat ini. Tiap gol memiliki makna tersendiri, seperti gol debut, menentukan hasil akhir pertandingan, atau bahkan lebih spesial lagi, menjadi pijakan karier untuk menjadi pesepakbola profesional top dunia.

Contoh nyata gol spesial itu diciptakan oleh legenda Manchester United, ikon sepakbola dunia, dan tentunya sang superstar, David Beckham, saat ia mencetak gol ke gawang Wimbledon di pembuka tabir Premier League pada tahun 1996. Satu gol yang tidak menentukan hasil akhir laga – karena Man United sudah unggul 2-0 sebelumnya – namun mengandung banyak arti dalam tinta emas sejarah sepakbola dan karier Beckham.

Proses Gol Ikonik Beckham

Menjelang musim 1995/96, Mark Hughes hengkang ke Chelsea dan jersey nomor 10 diberikan Man United kepada Beckham setahun kemudian. Di musim itu juga, Beckham mulai mendapatkan tempat utama di United, dan secara reguler mengisi posisi gelandang kanan, di mana ia ikut menyumbangkan 8 gol di semua kompetisi, termasuk satu gol di semifinal Piala FA ke gawang Chelsea. Meski bermain baik di sepanjang musim, sayangnya Beckham tak dipanggil ke timnas Inggris untuk Euro 1996.

Nama Beckham baru benar-benar menjadi sorotan besar di Premier league ketika ia tampil di laga pembuka musim 1996/97, dan mencetak sebuah gol yang akan mengubah kariernya. Pada laga tersebut, Man United bertemu dengan Wimbledon di Selhurst Park – stadion yang digunakan Wimbledon, setelah sebelumnya menggunakan Plough Lane.

Man United sudah menunjukkan superioritas mereka dengan keunggulan 2-0 dari gol Eric Cantona dan Denis Irwin. Hingga memasuki menit 87, sebuah momen yang mengubah segalanya untuk Beckham tercipta.

Brian McClair melihat pergerakan Beckham, mengopernya di sektor garis tengah lapangan dan Beckham untuk sesaat membiarkan bola lewat di depannya, melihat gawang Wimbledon yang dikawal Neil Sullivan dan melihatnya berdiri jauh di depan gawangnya. Beckham mungkin saat itu berpikir, “Kenapa tidak mencoba melakukan tendangan dari sini?”

Gol itu tercipta pada jarak 60 meter, dengan kecepatan tendangan 45,4 mil per jam, dan jangka waktu dari bola ditendang oleh kakinya hingga ke gawang adalah 2,7 detik

Dan ia pun melakukannya. Pemain yang saat itu berusia 21 tahun kelahiran London itu menendang bola dengan teknik menendangnya yang kemudian membuat terkenal di seluruh dunia. Dengan tangan kiri mengambil ancang-ancang, kemudian di sudut yang tepat, kaki kanan menendang bola seperti halnya penebang pohon mengayunkan kapaknya untuk menebang pohon.

Bola melambung tinggi pada awalnya, lalu tiba-tiba menukik turun dan menghujam gawang Sullivan, yang berdiri terlalu jauh untuk bisa menjangkau bola. Gol itu tercipta pada jarak 60 meter, dengan kecepatan tendangan 45,4 mil per jam, dan jangka waktu dari bola ditendang oleh kakinya hingga ke gawang adalah 2,7 detik.

Beckham pun tahu gol itu akan mengubah karier dan kehidupannya. Ia tak banyak berpikir ketika menendang bola tersebut, karena ia banyak melakukannya di sesi latihan dan disaksikan rekan setimnya.

“Gol itu mengubah hidup saya. Bola sepertinya berada di udara selama sejam dan tiba-tiba diam. Lalu, bola masuk ke dalam gawang dan semuanya tiba-tiba meledak. Saya berada di langit kesembilan. Saya hanya ingin menyalami tangan semuanya dan keluar lapangan pertandingan selama sejam,” tutur Beckham.

Manajer Man United kala itu, Sir Alex Ferguson, hingga Sullivan, yang gawangnya dibobol dengan cara yang spektakuler, pun tak kuasa menutupi kekaguman mereka atas gol jenius Beckham.

“Bagaimana bisa Anda melupakan gol berjarak 60 meter itu? Dia (Beckham) mencobanya sekitar 10 menit sebelum mencetak gol dan saya berkata kepada asisten pelatih, Brian Kidd, ‘Jika dia mencobanya lagi, dia akan diganti’. Pada saat itu, David sedikit terlena dan Anda selalu mencoba merendah,” tutur Ferguson.

Beckham mencobanya sekitar 10 menit sebelum mencetak gol dan saya berkata kepada asisten pelatih, Brian Kidd, ‘Jika dia mencobanya lagi, dia akan diganti’.

- Sir Alex Ferguson

“Lalu, ketika gol terjadi, Kiddo berbalik kepada saya dan berkata, ‘Kita harus menggantinya!’ lanjutnya.

Sullivan juga menjelaskan bagaimana gol tercipta dan melihat fans Man United yang berada di belakang gawangnya tertawa. Malu? Sudah tentu, namun, Sullivan tak bisa menyembunyikan kekagumannya kepada gol Beckham.

“Momen itu terjadi jelang akhir laga, kami tertinggal 0-2 dan dia (Beckham) mengontrol bola di garis tengah, menendangnya melewati kepala saya, benar itu. Selagi bola meluncur, Anda akan berpikir, ‘sepertinya ini akan nyaris gol’, dan kemudian bola turun di bawah mistar gawang dan masuk ke dalam jala,” cerita Sullivan.

“Lalu saya melihat seluruh fans Man United di belakang gawang yang tertawa! Tapi gol itu memang hebat,” pujinya.

Pasca gol tersebut, banyak yang coba menirukannya hingga di era sepakbola modern saat ini. Banyak yang bisa melakukannya, tapi, ketika berbicara makna gol itu, tak ada yang spesial seperti halnya Beckham.