Mengenang Gol Dennis Bergkamp: Momen Sempurna dari Seorang Pesepakbola Luar Biasa

Dennis Bergkamp adalah penyerang yang biasa mencetak gol-gol yang luar biasa, kadang di luar akal sehat. Tapi di antara banyak gol fantastisnya itu, tak ada yang lebih hebat dan penting daripada gol ke gawang Argentina di Piala Dunia 1998 ini...

Tahun 2005 lalu, pada suatu malam di Amsterdam, Belanda,  beberapa legenda sepakbola Belanda berkumpul untuk menikmati makan malam di sebuah restoran. Setelah puas membicarakan berbagai hal mengenai kehidupan, topik pembicaraan kemudian mengarah ke ranah yang benar-benar mereka pahami: sepakbola. Saat itu, kemudian muncul sebuah pertanyaan: siapakah pemain sepakbola Belanda terbaik sepanjang masa?

Tentu saja, mengingat Belanda adalah salah satu negara yang pemainnya paling sering dinobatkan sebagai pemain terbaik Eropa – saat itu sudah ada tujuh pemain Belanda yang menggenggam gelar pemain terbaik Eropa, pertanyaan seperti itu biasanya membutuhkan banyak pertimbangan atau bahkan perdebatan terlebih dahulu sebelum benar-benar dijawab.

Namun, Jan Mulder, mantan penyerang Belanda, ternyata tak memerlukan waktu lama untuk menjawabnya. Selain cepat, jawabannya pun ternyata mengejutkan. Dia memilih Dennis Bergkamp, seorang pemain yang tidak pernah mendapatkan gelar individu bergengsi dan tidak pernah mengangkat Piala Champions Eropa, sebagai pemain terbaik Belanda sepanjang masa. Alasan Mulder sederhana: Bergkamp mempunyai kualitas teknik yang nyaris mustahil untuk disaingi oleh pemain-pemain lainnya. Guus Hiddink, salah satu pelatih asal Belanda yang paling sukses di Eropa, kemudian mengangguk setuju. Pun demikian dengan legenda-legenda Belanda lainnya. Pertanyaan itu akhirnya mendapatkan jawaban yang sangat memuaskan tanpa memerlukan perdebatan panjang.

Lahir dari keluarga mapan, yang menurut Johan Cruyff selalu peduli dengan pendidikan dan selalu berperilaku sopan, Bergkamp adalah pesepakbola yang berbeda dari pesepakbola kebanyakan. Dia adalah seorang pemain yang masih sempat mengerjakan pekerjaan rumahnya meski timnya sedang bermain di final Piala Winner Eropa. Dia adalah seorang pemain yang pernah luar biasa gugup karena sama sekali tak mengenal rekan-rekannya ketika melakukan debut profesional bersama Ajax Amsterdam pada tahun 1986 lalu. Dan dia adalah seorang pemain yang masih tinggal bersama orang tuanya meski sudah menjadi bagian penting dari timnas Belanda.

Dia adalah seorang pemain yang masih sempat mengerjakan pekerjaan rumahnya meski timnya sedang bermain di final Piala Winner Eropa. Dia adalah seorang pemain yang masih tinggal bersama orang tuanya meski sudah menjadi bagian penting dari timnas Belanda

Lalu apalagi yang membuat Dennis Bergkamp berbeda? Tentu saja – seperti apa yang dikatakan oleh Jan Mulder – kualitasnya.

Dalam sepakbola, sebagian besar pemain yang berposisi sebagai penyerang akan mendapatkan apresiasi lebih ketika berhasil mencetak sebuah gol indah. Entah itu dengan tendangan salto, tendangan first-time, hingga tendangan terukur dari luar kotak penalti. Meski begitu, ada satu kategori gol indah yang sepertinya tak mungkin mampu diciptakan oleh penyerang-penyerang mana pun. Sebuah katergori gol indah yang hanya bisa diciptakan oleh Dennis Bergkamp. Alasannya, selain dia mempunyai kualitas yang luar biasa, tentu saja karena hanya ada satu Dennis Bergkamp di dunia ini.

"Dennis Bergkamp! Dennis Bergkamp! Dennis Bergkamp!"

Di bawah sinar matahari yang terik di Stadion Velodrome, Marseille, Prancis, 4 Juli 1998 lalu, pemain-pemain Argentina dan Belanda terus berjibaku untuk memperebutkan satu tiket ke babak semifinal Piala Dunia 1998. Hingga menit ke-88, dua menit menjelang pertandingan berakhir, kedua tim masih berbagi angka 1-1. Dan saat penggemar kedua kesebelasan meyakini bahwa pertandingan akan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu, sebuah momen ajaib tiba-tiba datang dan membuat keyakinan itu buyar.

Dari daerah pertahanannya sendiri, Frank de Boer, kapten Belanda, melakukan kontak mata dengan Dennis Bergkamp yang berada jauh di lini depan. Sadar bahwa rekannya itu akan mengirimkan umpan lambung ke arahnya, Bergkamp kemudian berusaha menjauh dari kawalan Roberto Ayala, bek tengah Argentina. Frank de Boer kemudian benar-benar mengirimkan umpan jauh ke arah Bergkamp yang sudah berada di dalam kotak penalti Argentina. Bola itu melambung indah, melewati jarak sekitar 54 meter.

Bergkamp yang sudah berdiri jauh dari kawalan Roberto Ayala menerima bola itu dengan kaki kanannya. Kontrol bolanya begitu sempurna, layaknya seorang pria dalam memperlakukan gadis pujaannya pada kencan pertamanya. Ayala yang sedikit ketinggalan langkah kemudian mencoba untuk menghentikannya

Bergkamp yang sudah berdiri jauh dari kawalan Roberto Ayala menerima bola itu dengan kaki kanannya. Kontrol bolanya begitu sempurna, layaknya seorang pria dalam memperlakukan gadis pujaannya pada kencan pertamanya. Ayala yang sedikit ketinggalan langkah kemudian mencoba untuk menghentikannya. Bergkamp sepertinya menyadari itu. Sebelum Ayala menghentikannya, sekali lagi dengan kaki kanannya, Bergkamp mengubah arah bola. Ayala kemudian berhasil diperdaya untuk kedua kalinya.

Bergkamp kemudian mendapatkan ruang tembak, tetapi dalam posisi yang sedikit sulit. Tahu  bahwa dia tidak mempunyai banyak waktu dan kaki kirinya, yang sebetulnya lebih dekat dengan bola, sudah menjadi tumpuan, Bergkamp akhirnya memutuskan menendang bola dengan kaki kanan bagian luar. Bola sepakannya kemudian meluncur deras masuk ke dalam gawang, mengoyak jala gawang yang Argentina dijaga oleh Carlos Roa.

Dalam waktu hanya 2,11 detik, dengan hanya melakukan tiga sentuhan, Dennis Bergkamp berhasil mencetak gol dengan cara yang sempurna pada menit ke-89, mengubah kedudukan menjadi 2-1 untuk timnas Belanda.