Mengenang Gol Giovanni van Bronckhorst: Tendangan 'Roket' yang Membawa Belanda ke Final Piala Dunia 2010

Inilah gol yang membangkitkan semangat timnas Belanda untuk bisa lolos ke final Piala Dunia 2010. Arief BM mengenang momen ini kembali, dan bagaimana efek gol ini bisa terasa hingga ke Indonesia Timur...

Indonesia dengan Belanda memiliki ikatan kuat yang terbentuk dari sejarah masa lalu, berpuluh tahun dari masa kita hidup saat ini. Belanda dikenang buruk oleh kebanyakan orang Indonesia karena kolonialisme yang mereka lakukan selama kurang lebih 350 tahun atau sekitar tiga setengah abad, sebelum kedatangan Jepang mengusik mereka pada 1942 dan tiga tahun setelahnya Indonesia melakukan perlawanan untuk merdeka.

Indonesia terus berperang selama empat tahun pasca menyatakan kemerdekaan di bawah komando Sukarno (Bung Karno – Presiden Pertama Indonesia). Masa ini dikenang sebagai masa Perang Dekolonisasi oleh Belanda, sementara oleh Indonesia diingat sebagai perang revolusi fisik kemerdekaan RI. Perlawanan sporadis tanpa henti Indonesia akhirnya sukses berakhir dengan pengakuan kedaulatan dari Belanda pada 1949.

Itulah sejarah singkat Indonesia-Belanda yang peninggalannya masih dirasakan generasi saat ini (dari generasi X, Y, dan Z). Sisa warisan dari Belanda bukan hanya sekedar arsitektur gedung yang bisa ditemui di beberapa kota di Indonesia, atau asal muasal klub-klub tradisional Indonesia seperti Persib Bandung dan Persija Jakarta, melainkan individu manusia yang memiliki garis keturunan Indonesia-Belanda. Dahulu, bagi orang Belanda yang lahir di Hindia Belanda (nama sebelum Indonesia), mereka disebut sebagai Indo-Belanda, kini tak ada lagi istilah semacam itu.

Sebagai gantinya, keturunan mereka tersebar di Indonesia dan juga di negeri Belanda sendiri. Contoh sederhana eksistensi itu bisa dilihat dari nama-nama Indo-Belanda yang menghiasi skuat timnas Indonesia seperti Irfan Haarys Bachdim, Stefano Lilipaly, Diego Michiels, Tonnie Cusell, hingga baru-baru ini muncul: Ezra Walian. Beberapa nama ini baru sebagian kecil manusia dengan garis keturunan Indonesia-Belanda.

Pages