Mengenang Gol Ronaldinho: Tarian Samba yang Membius Stamford Bridge

Dalam artikel terbaru di seri 'Great Goals Retold' ini, Zakky BM menceritakan bagaimana tarian Ronaldinho berhasil membius seluruh Stamford Bridge (bahkan Pierluigi Collina sekalipun) di Liga Champions 2004/05...

Jika anda termasuk orang yang gemar menonton La Liga Spanyol (atau Barcelona) serta tim nasional Brasil karena pria yang bernama Ronaldinho Gaucho, selamat, maka anda berada dalam satu gerbong dengan saya. Bahkan, anda pun sebenarnya tak perlu menjadi penggemar La Liga Spanyol (atau Barcelona) serta tim nasional Brasil untuk memuja kehebatan magis dari seorang Ronaldinho.

Kedatangan Ronaldinho di Barcelona memang benar-benar membawa klub yang berjuluk Blaugrana tersebut seperti bangkit dari kubur. Setelah menelan masa-masa kesuraman di awal tahun 2000an, Ronaldinho dan Frank Rijkaard mengembalikan kesuksesan klub meski tak secara instan.

Musim pertama (2003/04) Ronaldinho (dan Frank Rijkaard) tak berjalan mulus. Barulah musim kedua, yaitu pada 2004/05, Barcelona berbenah dengan merekrut sejumlah pemain seperti Deco Souza, Samuel Eto’o, hingga Henrik Larsson. Hasilnya tak sia-sia, trofi La Liga mampu dipulangkan ke kota Barcelona.

Pada musim tersebut, Barcelona juga berpartisipasi di Liga Champions Eropa karena pada musim sebelumnya Barca bercokol di posisi kedua klasemen akhir La Liga di bawah Valencia. Mereka pun melenggang dari fase grup meski finis di bawah AC Milan. Sebgai catatan, musim 2003/04, Barcelona hanya berlaga di Piala UEFA saja.

2004/05 adalah musim ketika kejaiban Ronaldinho di Barcelona di mulai. Ia pun diganjar Ballon d'Or 2005

Cerita keajaiban pun Ronaldinho dimulai. Memasuki babak 16 besar, sebagai runner-up, Barcelona harus menghadapi Chelsea yang dibesut oleh Jose Mourinho. Leg pertama di Camp Nou bisa dibilang berjalan lancar. Barca unggul dengan skor 2-1 meski sempat ketinggalan 0-1 dari gol bunuh diri Juliano Belletti.

Secara matematis, Chelsea seharusnya bisa lolos asal menang dengan skor 1-0 saja saat itu. Benar saja, Eidur Gudjohsen membobol gawang Barca di menit kedelapan. Chelsea yang bermain super agresif, malah mampu menambah golnya lewat Frank Lampard di menit 17 serta Damien Duff di menit ke-19. Peluang Barcelona untuk lolos semakin suram.

Ronaldiho menghidupkan asa. Lewat titik penalti di menit 27, Barca memperkecil kedudukan menjadi 3-1. Berselang sepuluh menit kemudian, Ronaldinho yang tampil mengesankan, berhasil menciptakan gol super ajaib yang lahir dari kaki kanannya.

Menerima sodoran Andres Iniesta muda saat itu, Ronaldinho yang langsung dijaga lima pemain terlihat mengecoh pemain-pemain tersebut dengan goyangan samba-nya tanpa menggerakkan bola sedikitpun

Prosesnya luar biasa. Jika menyaksikannya langsung dari layar televisi, sekilas gol kedua Ronaldinho tersebut terlihat tak masuk akal. Menerima sodoran Andres Iniesta muda saat itu, Ronaldinho yang langsung dijaga lima pemain terlihat mengecoh pemain-pemain tersebut dengan goyangan samba-nya tanpa menggerakkan bola sedikitpun.

Ronaldinho sekilas seperti menghipnotis dan menghentikan pertandingan sekejap pasca kemelut di depan kotak penalti Chelsea yang bisa dicuri oleh Iniesta. Upaya 'pausa' dari Ronaldinho ini memberikannya waktu untuk berpikir meski sekejap dan membuat keputusan.

Jarak dan ruang tembak memang ideal bagi Ronaldinho, namun pandangan ke arah gawang tentu agak tertutup baginya karena hampir semua area tertutup oleh pemain bertahan Chelsea. Ronaldinho tak kehabisan akal. Kaki kanannya mencongkel bola sembari membelokkan arah kiri (bagian kanan Petr Cech) - yang sejatinya diarahkan oleh kaki kiri (biasanya) untuk menjangkau area gawang tersebut.

Namun, seperti yang kita pahami, Ronaldinho bukanlah pemain biasa. Melakukan hal tersebut adalah hasil kejeniusan khas dari kebanyakan pesepakbola Amerika Latin terutama Brasil.

Dalam wawancaranya bersama majalah FourFourTwo yang terbit bulan Januari 2017 lalu, Ronaldinho menyatakan bahwa gol ajaib tersebut merupakan murni tanpa perencanaan alias insidental.