Kisah

Mengenang Gol Widodo C. Putro: Salto Ajaib yang Mengejutkan Dunia

Selamanya, Widodo C. Putro akan dikenang karena gol saltonya ini. Dan selamanya pula, kiprah perdana Indonesia di Piala Asia akan dikenang karena gol indah itu. Arief Hadi mengajak kita mengenang kembali momen ajaib itu...

We are part of The Trust Project What is it?

Menyaksikan gol yang diciptakan melalui tendangan salto bak orgasme tersendiri oleh penggila sepakbola Indonesia yang mungkin bertanya-tanya, “Bagaimana dia melakukannya?” Atau berpikir, “Gila, tak salah rasanya jika saya mencintai sepakbola.” Benar, itulah esensi sesungguhnya dari sepakbola: keindahan dan hiburan bagi penikmatnya.

Sudah ratusan kali (atau mungkin ribuan) gol tercipta indah dari tendangan salto oleh para pesepakbola dunia di Eropa atau Brasil, dan membuat banyak penggemar sepakbola begitu terhibur karena keindahannya. Apalagi jika gol itu dilesakkan oleh putra kebanggaan Indonesia, tentu efeknya lebih besar lagi seperti halnya booming “Om Telolet Om” yang pernah mendunia dan bahkan mampu mengganggu seorang Mario Balotelli.

Pelaku yang mencetak gol indah itu adalah putra kebanggaan Cilacap kelahiran 8 November 1970, Widodo Cahyono Putro, atau yang lebih akrab disapa Wiwid. Momennya terjadi dalam partisipasi pertama Indonesia di turnamen sepakbola antar negara Asia, Piala Asia 1996, yang berlangsung di Uni Emirat Arab (UEA). Timnas Indonesia besutan Danurwindo berada di grup A bersama tuan rumah, UEA, Kuwait, dan Korea Selatan (Korsel).

Sekilas terlihat Anda sudah bisa menduga bahwa itu grup ‘neraka’ dan keberadaan Indonesia di Piala Asia saja sudah jadi kebanggaan tersendiri. Indonesia memulai pertandingan melawan Kuwait dengan starting eleven yang tidak asing lagi bagi kita seperti Bima Sakti, Yeyen Tumena, Kurnia Sandy, Ronny Wabia, dan tentunya Widodo C. Putro yang berada di usia emas pesepakbola, 26 tahun.

20 menit pertama berlangsung sengit di Abu Dhabi sebelum akhirnya skor kacamata pecah melalui gol fantastis yang diciptakan Widodo. Pemain yang saat itu membela Petrokimia Putra Gresik berada di situasi dan posisi sulit karena bola hasil umpan silang Ronny Wabia dari sisi kanan lapangan jatuh di belakang Widodo. Dalam kondisi itu, striker dengan level permainan medioker tentu takkan mampu menggapainya hingga bola berlalu begitu saja, tetapi Widodo bukan sembarang penyerang.

Dengan insting mencetak golnya yang tinggi dan nalurinya yang sudah terasah, Widodo membalikkan badan membelakangi gawang dan menyambarnya dengan tendangan salto. Bola pun tak mampu dijangkau Khaled Al Fadhli, kiper UEA. Gol yang disambut lompatan kegembiraan Indonesia kala itu dan juga diapresiasi oleh fans Kuwait.

Langsung ke 0:22

Gol salto Widodo pun membangkitkan kepercayaan diri karena Indonesia sempat unggul 2-0 dari gol tambahan Ronny, sebelum akhirnya Kuwait membalasnya melalui dua gol Hani Al-Saqer dan penalti Yousif Al-Dakhi hingga skor berakhir 2-2. Pada akhirnya Indonesia gagal melaju ke fase selanjutnya karena kalah 2-4 dari Korsel dan 0-2 dari UEA, tapi, gol Widodo itu dikenang sebagai gol terbaik Piala Asia 1996 dan melambungkan namanya di kancah dunia.

Gol yang Mendunia

Indonesia boleh kalah dan urung melaju lebih jauh dari fase grup Piala Asia 1996, tetapi gol Widodo itu akan terus dikenang selamanya, tak lekang oleh waktu. Gol itulah juga yang melambungkan namanya di dunia dan menjadi pembicaraan di UEA, bahkan, Kuwait pun angkat topi dengan sajian gol kelas premium tersebut.

"Jika saya berhenti main bola, mungkin saya akan kembali melihat gol tersebut lewat video tape," ucap Al Fadhli. "Kungfu goal! Saya tiga kali memimpikan gol tersebut,"  kata Milan Macala, pelatih Kuwait, kepada BOLA.