Kisah

Mengenang Gol Widodo C. Putro: Salto Ajaib yang Mengejutkan Dunia

We are part of The Trust Project What is it?

Jika saya berhenti main bola, mungkin saya akan kembali melihat gol tersebut lewat video tape

- Khaled Al Fadhli, kiper UEA

Nama Widodo kian besar dengan golnya tersebut, ia juga laris manis diinginkan klub-klub papan atas Indonesia. Dua tahun berselang sejak gol Widodo di Piala Asia, ia hengkang dari Petrokimia dan bergabung dengan Persija Jakarta, di mana ia bermain selama empat tahun dan sukses meraih gelar Liga Indonesia. Pun demikian peruntungannya berubah ketika kembali ke Petrokimia pada 2002 dan bermain hingga 2004, striker bertinggi badan 170 cm itu mempersembahkan titel LI.

Widodo gantung sepatu pada 2004 dan banting setir ke dunia kepelatihan. Laiknya pesepakbola yang memulai karier profesional dari bawah, Widodo juga mengawali karier kepelatihan sebagai asisten pelatih di Persijap Jepara, timnas Indonesia, sebelum akhirnya melatih di Persela Lamongan, Persegres Gresik United, Sriwijaya FC, dan kini bersama Bali United.

Esensi Gol Salto Widodo

15 tahun setelah gol kung fu Widodo, hadir satu gol yang juga menambah koleksi gol-gol terbaik seantero dunia sepanjang sejarah. Tendangan salto dilakukan legenda Manchester United, Wayne Rooney, ke gawang rival bebuyutan, Manchester City, di laga bertajuk Derby Manchester. Gol yang juga dijadikan candaan oleh Widodo, "Ah, itu sih Rooney ngikutin saya. Dia pasti buka Youtube dulu dan melihat gol saya.”

Gol salto memang menghibur, namun faktanya tak mudah bagi pesepakbola melakukannya karena hal itu tak bisa dilakukan dengan hanya mengandalkan keberuntungan semata. Dibutuhkan latihan keras dan berulang kali percobaan untuk mendapatkan timing yang tepat saat melakukan tendangan salto.

"Saya kira pemain mana pun bisa mencetak gol seperti itu, kalau ada momen yang tepat. Timing dan feeling itu perlu dilatih. Karena itu, kesempatan di latihan harus dimanfaatkan betul-betul. Gol itu campuran antara insting dan latihan yang terus menerus. Saya membelakangi gawang dan hanya bisa spekulasi untuk membuat gol itu,” tutur Wiwid.

Gol itu campuran antara insting dan latihan yang terus menerus. Saya membelakangi gawang dan hanya bisa spekulasi untuk membuat gol itu

- Widodo C. Putro

Bekerja keras untuk sebuah gol yang indah, memuaskan bagi yang mampu melakukannya (apalagi jika itu terjadi di turnamen besar), dan hiburan bagi yang menyaksikannya, itulah hakikat dari esensi sepakbola yang sesungguhnya: menghibur. Indonesia tak mampu berbicara banyak di Piala Asia 1996, namun gol Widodo akan selalu ada di sejarah turnamen Piala Asia sebagai gol terbaik sepanjang masa.

"Saya senang kalau sepakbola terlihat indah. Pemain senang, penonton pun ikut senang," ujar Widodo. Anda tak sepenuhnya salah coach Widodo, andai sepakbola saat ini masih berpegang teguh dengan prinsip tersebut...

Temukan feature baru setiap harinya di FourFourTwo.com